---
title: "Cara Membuat Email Forwarder dan Autoresponder di cPanel"
description: "Panduan membuat forwarder untuk meneruskan email dan autoresponder untuk balasan otomatis di cPanel, lengkap dengan pengaturan interval dan jadwal."
url: "https://nivelva.com/insight/cara-membuat-email-forwarder-autoresponder-cpanel"
category: "Website \u0026 Domain"
tags: ["cpanel","email forwarder","autoresponder","email bisnis"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-07T14:06:00+07:00"
updated: "2026-11-07T14:06:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Cara Membuat Email Forwarder dan Autoresponder di cPanel

> **Jawaban singkat:** Forwarder dibuat di menu Email > Forwarders untuk meneruskan email dari satu alamat ke alamat lain, sedangkan autoresponder dibuat di Email > Autoresponders untuk mengirim balasan otomatis. Atur interval balasan dan jadwal mulai serta berhenti agar autoresponder tidak membanjiri pengirim.

Ingin email ke info@domainmu.com otomatis masuk juga ke kotak surat sales, atau ingin pengirim langsung tahu kamu sedang cuti? Dua kebutuhan itu bisa dipenuhi dengan fitur bawaan cPanel: **forwarder** untuk meneruskan email, dan **autoresponder** untuk membalas otomatis.

Keduanya ada di bagian Email pada halaman utama cPanel. Pengaturannya hanya butuh beberapa menit, tapi ada beberapa pilihan yang sebaiknya kamu pahami agar email tidak hilang atau malah masuk spam.

## Apa bedanya forwarder dan autoresponder?

| Fitur | Fungsi | Contoh pemakaian |
|---|---|---|
| Forwarder alamat | Meneruskan salinan email dari satu alamat ke alamat lain | info@ diteruskan ke dua staf admin |
| Forwarder domain | Meneruskan semua email satu domain ke domain lain | Domain lama diteruskan ke domain baru |
| Autoresponder | Mengirim balasan otomatis ke pengirim | Pemberitahuan cuti atau jam operasional |

Forwarder tidak harus memakai akun email sungguhan. Alamat seperti order@domainmu.com bisa hanya berupa forwarder tanpa kotak surat. Kalau alamatnya juga punya akun, email tetap tersimpan di akun itu dan salinannya diteruskan.

## Langkah membuat forwarder

Pastikan dulu alamat tujuan sudah benar dan aktif. Kalau kamu belum punya akun email berdomain, buat dulu lewat panduan [membuat email dengan nama domain di cPanel](https://nivelva.com/insight/cara-membuat-email-nama-domain-cpanel).

1. Login ke cPanel, lalu buka **Email > Forwarders**.
2. Klik **Add Forwarder** di bagian Create an Email Account Forwarder.
3. Isi **Address to Forward** dengan nama alamat (misalnya `info`) dan pilih domainnya.
4. Di bagian tujuan, pilih **Forward to Email Address**, lalu ketik alamat penerima.
5. Klik **Add Forwarder**. Forwarder langsung aktif.
6. Kirim email uji ke alamat itu dari akun luar, lalu cek apakah salinannya sampai ke tujuan.

Untuk meneruskan ke beberapa orang, buat beberapa forwarder dengan alamat sumber yang sama dan tujuan berbeda.

### Pilihan lain di menu tujuan

Selain meneruskan ke alamat email, cPanel menyediakan beberapa pilihan:

- **Discard and send an error to the sender (at SMTP time)**: menolak email dan memberi pesan error ke pengirim. Berguna untuk alamat lama yang sudah tidak dipakai.
- **Forward to a system account**, **Pipe to a Program**, dan **Discard (Not Recommended)** ada di Advanced Options. Pipe dipakai untuk mengirim email ke skrip, misalnya sistem tiket. Discard membuang email diam-diam, jadi pengirim tidak tahu pesannya tidak sampai.

## Bagaimana meneruskan seluruh domain?

Di bagian yang sama ada **Add Domain Forwarder**. Pilih domain sumber, lalu ketik domain tujuan. Semua email ke alamat apa pun di domain sumber akan diteruskan ke alamat dengan nama yang sama di domain tujuan, misalnya budi@lama.com ke budi@baru.com.

## Langkah membuat autoresponder

1. Buka **Email > Autoresponders**, lalu klik **Add Autoresponder**.
2. Biarkan **Character Set** pada `utf-8` agar huruf dan simbol tampil benar.
3. Isi **Interval** (dalam jam). Ini jeda sebelum autoresponder membalas lagi ke pengirim yang sama.
4. Isi **Email** (alamat yang akan membalas), **From** (nama yang tampil), dan **Subject**.
5. Tulis isi balasan di **Body**. Centang **HTML** hanya bila isinya memakai tag HTML.
6. Atur **Start** (Immediately atau Custom) dan **Stop** (Never atau Custom). Untuk cuti, pilih Custom dan isi tanggal kembali.
7. Klik **Create**.

Satu alamat hanya bisa punya satu autoresponder. Kalau ingin mengganti isi, edit autoresponder yang ada.

### Memakai variabel di isi balasan

Kolom Body mendukung variabel `%subject%`, `%from%`, dan `%email%`. Contohnya:

```
Halo %from%,

Terima kasih, email kamu dengan subjek "%subject%" sudah kami terima.
Kantor kami sedang libur hingga 2 Januari. Untuk pesanan mendesak,
hubungi nomor layanan pelanggan di website kami.
```

### Berapa nilai interval yang wajar?

Nilai 0 membuat autoresponder membalas setiap email yang masuk. Ini berisiko: kalau dua autoresponder saling membalas, atau pengirim mengirim banyak email, balasan bisa menumpuk. Nilai seperti 24 jam biasanya cukup, karena tiap pengirim hanya menerima satu pemberitahuan per hari.

## Kenapa email yang diteruskan bisa masuk spam?

Ini masalah yang paling sering muncul saat meneruskan ke Gmail atau layanan email besar lain. Saat server meneruskan email, pesan itu tetap membawa alamat pengirim aslinya, padahal dikirim dari server hostingmu. Pemeriksaan SPF di penerima bisa gagal, dan email spam yang ikut diteruskan juga merusak reputasi server di mata penerima.

Beberapa cara mengurangi masalah ini:

- Teruskan hanya alamat yang memang perlu, jangan seluruh domain ke Gmail.
- Aktifkan filter spam di hosting agar spam tidak ikut diteruskan.
- Pertimbangkan membaca akun langsung lewat IMAP di aplikasi, alih-alih meneruskannya.
- Tanyakan ke penyedia hosting apakah server memakai SRS (Sender Rewriting Scheme), yang menulis ulang alamat pengirim saat meneruskan agar SPF tetap lolos.

Kalau email terusan tetap tidak sampai, penyebab lainnya dibahas di [email terkirim tapi tidak sampai](https://nivelva.com/insight/email-terkirim-tapi-tidak-sampai-penyebab-umumnya). Pengaturan SPF dan DKIM domainmu sendiri juga perlu benar, lihat [panduan SPF, DKIM, dan DMARC](https://nivelva.com/insight/spf-dkim-dmarc).

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apakah forwarder menghapus email dari kotak surat asal?

Tidak. Bila alamat sumber punya akun email, pesan tetap tersimpan di sana dan salinannya diteruskan. Bila alamat itu hanya forwarder, email langsung diteruskan tanpa disimpan.

### Bisakah meneruskan email ke alamat di luar domain?

Bisa, misalnya ke Gmail atau alamat di domain lain. Perhatikan risiko masuk spam yang dijelaskan di atas.

### Kenapa autoresponder tidak membalas email uji saya?

Periksa jadwal Start dan Stop, serta interval. Kalau kamu sudah mengirim email uji sebelumnya dari alamat yang sama, autoresponder menunggu sampai interval habis sebelum membalas lagi.

### Apakah autoresponder membalas email spam juga?

Bisa, bila spam itu lolos ke kotak surat. Karena itu interval yang wajar dan filter spam yang aktif penting agar autoresponder tidak menjadi sumber email balasan berlebihan.

### Bagaimana menghentikan forwarder?

Buka Email > Forwarders, cari forwarder di daftar, lalu klik Delete. Email berikutnya tidak lagi diteruskan.

Checklist sebelum selesai:

- Alamat tujuan forwarder sudah diuji dengan email dari luar.
- Interval autoresponder tidak diisi 0.
- Jadwal Stop autoresponder cuti sudah diisi tanggal kembali.
- Filter spam aktif di akun yang diteruskan.

## Sumber

- <https://docs.cpanel.net/cpanel/email/forwarders/>
- <https://docs.cpanel.net/cpanel/email/autoresponders/>

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/cara-membuat-email-forwarder-autoresponder-cpanel
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
