---
title: "Cara Membuat Subdomain dan Kapan Sebaiknya Dipakai"
description: "Langkah membuat subdomain di cPanel atau lewat record DNS, cara memasang SSL-nya, dan kapan subdomain lebih tepat daripada folder biasa."
url: "https://nivelva.com/insight/cara-membuat-subdomain-dipakai"
category: "Website \u0026 Domain"
tags: ["subdomain","dns","cpanel","domain","hosting"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-07T04:45:00+07:00"
updated: "2026-11-07T04:45:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Cara Membuat Subdomain dan Kapan Sebaiknya Dipakai

> **Jawaban singkat:** Subdomain dibuat dengan menambahkan nama di depan domain utama, lewat menu Domains di cPanel atau record A/CNAME di pengelola DNS. Pakai subdomain untuk layanan yang terpisah secara teknis, seperti toko, aplikasi, atau panel pelanggan.

Sedang menyiapkan halaman toko, aplikasi internal, atau dokumentasi, lalu bingung apakah perlu domain baru? Sering kali jawabannya tidak. Cukup buat **subdomain**, misalnya `toko.namabisnis.com` atau `app.namabisnis.com`, dan kamu sudah punya alamat terpisah tanpa membeli apa pun.

Subdomain adalah bagian nama di sebelah kiri domain utama. Ia gratis, bisa dibuat sebanyak yang kamu perlukan, dan bisa diarahkan ke server yang sama atau server yang berbeda sama sekali. Panduan ini membahas dua cara membuatnya, lalu kapan subdomain memang pilihan yang tepat.

## Apa sebenarnya subdomain itu?

Nama domain dibaca dari kanan ke kiri. Pada `blog.namabisnis.com`, `.com` adalah TLD, `namabisnis` adalah domain yang kamu daftarkan, dan `blog` adalah subdomain. Bahkan `www` sebenarnya juga subdomain, hanya saja sudah jadi kebiasaan.

Secara teknis, subdomain hanyalah nama baru di zona DNS domainmu. Karena itu kamu tidak perlu izin dari registrar dan tidak ada biaya tambahan. Yang menentukan subdomain itu mengarah ke mana adalah record DNS-nya, biasanya record A (ke alamat IP) atau CNAME (ke nama host lain). Kalau istilah record masih asing, baca dulu [penjelasan record A, CNAME, MX, dan TXT](https://nivelva.com/insight/apa-itu-dns).

## Cara membuat subdomain di cPanel

Cara ini cocok bila domain dan hosting ada di tempat yang sama dan DNS-nya dikelola oleh hosting.

1. Masuk ke cPanel, lalu buka menu **Domains**. Pada cPanel versi lama, menunya bernama **Subdomains**.
2. Klik **Create A New Domain**, lalu ketik nama lengkapnya, misalnya `toko.namabisnis.com`.
3. Hilangkan centang **Share document root** bila subdomain akan berisi situs yang berbeda. cPanel akan mengusulkan folder sendiri, misalnya `/home/user/toko.namabisnis.com`.
4. Klik **Submit**. cPanel otomatis menambahkan record DNS-nya bila zona DNS memang ada di server itu.
5. Unggah file situs atau pasang aplikasi (misalnya WordPress lewat installer) ke folder tadi.
6. Tunggu AutoSSL berjalan, atau jalankan manual dari menu **SSL/TLS Status**, supaya subdomain langsung bisa dibuka lewat HTTPS.

Kalau setelah dibuat subdomain menampilkan halaman default atau error, cek dulu apakah folder sudah berisi file `index.php` atau `index.html`.

## Cara membuat subdomain lewat record DNS

Cara ini dipakai bila DNS domain dikelola di tempat lain (misalnya Cloudflare atau panel registrar), atau bila subdomain mengarah ke server yang berbeda, seperti VPS atau layanan SaaS.

### Mengarahkan ke alamat IP

Tambahkan record A dengan nama `app` dan isi IP server tujuan. Hasilnya `app.namabisnis.com` akan menuju IP tersebut. Bila server punya IPv6, tambahkan juga record AAAA.

```
app    A      203.0.113.10
```

### Mengarahkan ke nama host lain

Layanan pihak ketiga (toko online, helpdesk, landing page builder) biasanya meminta CNAME, karena IP mereka bisa berubah sewaktu-waktu.

```
toko   CNAME  shops.penyedia-layanan.com.
```

Setelah record dibuat, server tujuan juga harus "mengenal" nama subdomain itu. Di VPS dengan Nginx, misalnya, kamu perlu menambahkan blok server untuk nama tersebut. Panduan [server block Nginx untuk banyak domain](https://nivelva.com/insight/cara-menyiapkan-server-block-nginx-banyak-domain) membahas bagian ini.

> **Hapus record yang tidak dipakai:**
>
> Record CNAME yang masih mengarah ke layanan yang sudah kamu tutup bisa diambil alih orang lain. Celah ini disebut [subdomain takeover](https://nivelva.com/insight/subdomain-takeover-celah-dns-terlupakan). Biasakan menghapus record setiap kali berhenti memakai sebuah layanan.

## Bagaimana dengan SSL untuk subdomain?

Sertifikat untuk `namabisnis.com` tidak otomatis berlaku untuk `toko.namabisnis.com`. Ada tiga pilihan umum:

- **Sertifikat per subdomain.** AutoSSL di cPanel dan Certbot di VPS bisa menerbitkannya gratis untuk setiap nama.
- **Sertifikat wildcard** (`*.namabisnis.com`). Satu sertifikat untuk semua subdomain satu tingkat. Cocok bila subdomain sering bertambah.
- **Sertifikat dari layanan pihak ketiga.** Bila subdomain di-CNAME ke SaaS, biasanya penyedia itu yang menerbitkan sertifikatnya setelah record terverifikasi.

Perlu diingat, wildcard hanya mencakup satu tingkat. `*.namabisnis.com` mencakup `toko.namabisnis.com`, tetapi tidak `admin.toko.namabisnis.com`.

## Kapan sebaiknya memakai subdomain?

Subdomain paling masuk akal ketika bagian situs itu **terpisah secara teknis** dari situs utama. Contohnya:

- Aplikasi yang berjalan di server atau platform lain, misalnya `app.` untuk aplikasi web, `crm.` untuk sistem pelanggan, atau `status.` untuk halaman status.
- Lingkungan uji coba seperti `staging.` atau `dev.`, supaya perubahan tidak mengganggu situs utama.
- Layanan pihak ketiga yang hanya bisa dipasang lewat CNAME, seperti toko online atau helpdesk.
- Situs untuk wilayah atau unit usaha yang dikelola tim berbeda.
- Keperluan teknis seperti `mail.` atau `ftp.` yang memang sudah menjadi konvensi.

Sebaliknya, untuk konten yang menyatu dengan situs utama, seperti blog atau halaman produk, folder biasa (`namabisnis.com/blog`) sering lebih praktis. Pengelolaannya satu tempat, dan seluruh konten berada di bawah satu nama host. Pertimbangan SEO untuk pilihan ini dibahas di [subdomain atau subfolder untuk blog](https://nivelva.com/insight/subdomain-subfolder-blog-baik-seo).

## Ringkasan pilihan cara membuat subdomain

| Situasi | Cara yang cocok | Catatan |
|:--|:--|:--|
| Domain dan hosting di satu cPanel | Menu Domains di cPanel | Record DNS dibuat otomatis |
| DNS di Cloudflare atau registrar, situs di hosting | Record A ke IP hosting, lalu tambahkan domain di cPanel | Dua sisi harus diatur |
| Subdomain ke VPS | Record A/AAAA ke IP VPS | Tambahkan konfigurasi web server |
| Subdomain ke layanan SaaS | Record CNAME sesuai instruksi penyedia | SSL biasanya diterbitkan penyedia |
| Banyak subdomain dinamis | Record wildcard `*` | Butuh sertifikat wildcard |

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apakah membuat subdomain perlu bayar?

Tidak. Subdomain dibuat di zona DNS domain milikmu sendiri, jadi tidak ada biaya ke registrar. Yang mungkin dibatasi adalah jumlah subdomain di paket hosting tertentu.

### Berapa lama subdomain baru bisa diakses?

Biasanya cepat, karena nama baru belum pernah tersimpan di cache resolver. Bila sebelumnya pernah ada record dengan nama yang sama, perubahan bisa tertunda sesuai TTL record lama.

### Apakah subdomain bisa memakai email sendiri?

Bisa, dengan menambahkan record MX untuk subdomain tersebut, misalnya untuk alamat seperti info@toko.namabisnis.com. Untuk email bisnis sehari-hari, alamat di domain utama biasanya lebih mudah diingat pelanggan.

### Bisakah subdomain diarahkan ke server berbeda dari domain utama?

Bisa. Setiap subdomain punya record DNS sendiri, jadi domain utama bisa di hosting sementara subdomain aplikasi berjalan di VPS atau layanan lain.

Checklist sebelum subdomain dipakai:

- Record DNS (A, AAAA, atau CNAME) sudah benar dan mengarah ke tujuan yang tepat.
- Server tujuan sudah dikonfigurasi untuk menerima nama subdomain itu.
- Sertifikat SSL sudah terbit dan HTTPS bisa dibuka tanpa peringatan.
- Subdomain uji coba diberi kata sandi atau diblokir dari mesin pencari.
- Record subdomain yang sudah tidak dipakai segera dihapus.

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/cara-membuat-subdomain-dipakai
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
