---
title: "Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Tetap Untung"
description: "Cara menentukan harga jual yang tetap untung dengan rumus margin, beda markup dan margin, potongan marketplace, dan cara membaca harga pesaing."
url: "https://nivelva.com/insight/cara-menentukan-harga-jual-produk-tetap-untung"
category: "Bisnis Digital"
tags: ["harga jual","margin","markup","hpp","jualan online"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-07T13:58:00+07:00"
updated: "2026-11-07T13:58:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Cara Menentukan Harga Jual Produk agar Tetap Untung

> **Jawaban singkat:** Harga jual yang tetap untung dihitung dari HPP ditambah semua biaya per unit, lalu dibagi dengan sisa persentase setelah potongan platform dan margin target. Harga pesaing dipakai untuk mengecek kewajaran, bukan sebagai titik awal hitungan.

Seorang penjual baru memasang harga sedikit di bawah toko sebelah supaya cepat laku. Pesanan memang berdatangan, tetapi setelah dua bulan saldo rekeningnya tidak bertambah. Ternyata potongan marketplace, kemasan, dan ongkos promosi diam-diam memakan seluruh selisih harga. Ramai pembeli, tetapi tidak ada untungnya.

Harga jual yang sehat tidak dimulai dari harga pesaing, melainkan dari biaya. Harga pesaing tetap penting, tetapi perannya sebagai alat cek: apakah harga hasil hitunganmu masih masuk akal di mata pembeli. Kalau tidak, yang perlu diperbaiki biasanya biayanya atau produknya, bukan sekadar angkanya.

## Langkah pertama adalah mengenal biaya per unit

Semua hitungan harga bertumpu pada harga pokok penjualan (HPP), yaitu biaya untuk menghasilkan atau mendapatkan satu unit produk sampai siap dijual. Untuk reseller, HPP mencakup harga beli dari pemasok ditambah ongkos kirim dari pemasok ke tempatmu. Untuk produsen, HPP mencakup bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lain yang dibagi ke setiap unit. Cara menghitungnya secara rinci ada di [cara menghitung HPP untuk produk jualan online](https://nivelva.com/insight/cara-menghitung-hpp-produk-jualan-online).

Di luar HPP, ada biaya yang muncul setiap kali satu unit terjual. Kemasan, label, dan bubble wrap adalah contoh biaya tetap per unit. Potongan marketplace atau payment gateway biasanya berbentuk persentase dari harga jual. Biaya promosi, bila dihitung per pesanan, juga termasuk di sini. Pemisahan antara biaya dalam rupiah dan biaya dalam persentase ini penting, karena keduanya masuk ke rumus dengan cara berbeda.

## Margin dan markup bukan hal yang sama

Banyak pemula keliru di sini. Markup adalah persentase yang ditambahkan di atas biaya. Margin adalah persentase keuntungan terhadap harga jual. Angkanya terdengar mirip, tetapi hasilnya berbeda.

Ambil contoh produk dengan biaya Rp40.000. Kalau kamu menambahkan markup 30%, harga jualnya Rp52.000 dan keuntungannya Rp12.000. Keuntungan itu ternyata hanya sekitar 23% dari harga jual, bukan 30%. Kalau yang kamu inginkan adalah margin 30% dari harga jual, rumusnya adalah biaya dibagi (1 dikurangi 30%), yaitu Rp40.000 dibagi 0,7, sekitar Rp57.143.

Perbedaan ini kelihatan kecil di satu produk, tetapi terasa besar ketika dikalikan ratusan pesanan. Tentukan sejak awal kamu memakai istilah yang mana, dan konsistenlah.

## Rumus harga jual yang memasukkan potongan platform

Karena potongan platform dihitung dari harga jual, rumus yang lebih lengkap adalah:

Harga jual = (HPP + biaya tetap per unit) / (1 - persentase potongan - margin target)

Misalkan HPP Rp40.000, kemasan Rp2.000, potongan platform 10%, dan margin target 25%. Angka potongan ini hanya contoh; besaran sebenarnya berbeda di tiap platform dan bisa berubah, jadi cek di pusat penjual masing-masing. Hitungannya: Rp42.000 dibagi (1 - 0,10 - 0,25) atau 0,65, hasilnya sekitar Rp64.615. Bulatkan menjadi Rp64.900.

Coba periksa balik. Potongan 10% dari Rp64.900 adalah Rp6.490. Harga jual dikurangi potongan dan biaya Rp42.000 menyisakan Rp16.410, atau sekitar 25% dari harga jual. Hitungan sudah sesuai target. Pemeriksaan balik seperti ini sebaiknya selalu dilakukan, karena kesalahan rumus di spreadsheet sering tidak terlihat sampai kamu melihat rekening.

Kalau kamu berjualan di beberapa platform dengan potongan berbeda, hitung harga per kanal. Harga yang sama di semua tempat boleh saja, tetapi pastikan kamu tahu kanal mana yang paling tipis marginnya. Rumus yang sama juga membantu menilai diskon. Dari contoh di atas, bila kamu memberi diskon 10% sehingga harga menjadi Rp58.410, potongan platform ikut turun menjadi Rp5.841, dan keuntungan per unit tinggal Rp10.569. Diskon 10% di harga ternyata memangkas sekitar 36% keuntungan per unit. Artinya, kamu perlu menjual jauh lebih banyak unit hanya untuk mendapatkan laba yang sama seperti sebelum diskon. Hitung dulu dampak semacam ini sebelum ikut kampanye promo.

Panduan khusus soal potongan marketplace ada di [menghitung margin bersih setelah biaya admin marketplace](https://nivelva.com/insight/biaya-admin-marketplace-margin).

## Membandingkan pendekatan penetapan harga

Hitungan berbasis biaya adalah fondasinya, tetapi bukan satu-satunya cara berpikir soal harga. Tabel berikut merangkum pendekatan yang umum dipakai.

| Pendekatan | Cara kerja | Cocok untuk | Yang perlu diwaspadai |
|:--|:--|:--|:--|
| Berbasis biaya | Biaya per unit ditambah margin target | Semua produk sebagai batas bawah | Mengabaikan seberapa besar pembeli mau membayar |
| Mengacu pesaing | Menyesuaikan dengan harga pasar | Produk yang mirip dan mudah dibandingkan | Biaya pesaing belum tentu sama denganmu |
| Berbasis nilai | Harga mengikuti manfaat yang dirasakan pembeli | Produk unik, bermerek, atau jasa keahlian | Perlu bukti nilai, seperti ulasan dan kualitas |
| Paket atau bundel | Beberapa produk dijual bersama | Menaikkan nilai pesanan | Hitung margin bundel secara keseluruhan |
| Harga psikologis | Angka seperti Rp49.900 | Produk ritel konsumen | Jangan sampai pembulatan menggerus margin |

Dalam praktik, penjual yang sehat menggabungkan beberapa pendekatan. Hitungan biaya memberi batas bawah, yaitu harga di mana kamu mulai rugi. Harga pesaing dan nilai yang dirasakan pembeli memberi batas atas. Harga jualmu berada di antara keduanya.

## Kapan harga perlu ditinjau ulang?

Harga bukan keputusan sekali seumur usaha. Tinjau ulang setiap kali pemasok menaikkan harga, platform mengubah potongan, ongkos kemasan naik, atau kamu mulai rutin beriklan. Perubahan kecil di salah satu komponen bisa menggeser margin lebih banyak dari yang kamu kira.

Saat harga harus naik, sampaikan dengan jujur dan bertahap. Banyak pembeli bisa menerima kenaikan yang wajar bila kualitas dan layanannya terjaga. Yang lebih berbahaya adalah menahan harga terlalu lama sampai usaha diam-diam merugi.

Sebaliknya, jangan buru-buru menurunkan harga hanya karena ada pesaing yang lebih murah. Periksa dulu apakah produknya benar-benar sama, dan apakah selisih itu memang membuat pembeli pindah. Sering kali pembeli memilih toko yang cepat membalas, jelas deskripsinya, dan rapi pengemasannya, walau harganya sedikit lebih tinggi.

Harga jual yang tetap untung pada dasarnya adalah hasil hitungan yang jujur terhadap semua biaya, ditambah keberanian untuk tidak ikut perang harga tanpa dasar. Mulai dari HPP, masukkan potongan sebagai persentase, cek ulang hasilnya, lalu bandingkan dengan pasar. Dari sana kamu bisa menentukan apakah perlu menyesuaikan harga, menekan biaya, atau menambah nilai produk.

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/cara-menentukan-harga-jual-produk-tetap-untung
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
