---
title: "Cara Menghitung HPP untuk Produk Jualan Online"
description: "Langkah menghitung HPP produk jualan online untuk reseller dan produsen, lengkap dengan rumus, contoh hitungan per unit, dan kesalahan yang sering terjadi."
url: "https://nivelva.com/insight/cara-menghitung-hpp-produk-jualan-online"
category: "Bisnis Digital"
tags: ["hpp","harga pokok penjualan","jualan online","pembukuan","umkm"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-07T13:57:00+07:00"
updated: "2026-11-07T13:57:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Cara Menghitung HPP untuk Produk Jualan Online

> **Jawaban singkat:** HPP adalah total biaya untuk mendapatkan atau membuat satu unit produk sampai siap dijual. Reseller menghitungnya dari harga beli plus ongkos datangnya barang, sedangkan produsen menjumlahkan bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lain, lalu membaginya dengan jumlah unit.

Tahukah kamu berapa sebenarnya biaya satu produk yang kamu jual? Banyak penjual online hanya mengingat harga beli dari pemasok, lalu lupa ongkos kirim barang ke rumah, kemasan, atau bahan yang terbuang. Akibatnya, harga jual terasa untung padahal tipis atau malah rugi.

Harga pokok penjualan (HPP) menjawab pertanyaan itu. HPP adalah total biaya untuk mendapatkan atau membuat satu unit produk sampai siap dijual. Angka ini menjadi dasar untuk menentukan harga jual, menghitung margin, dan mengetahui titik impas usaha.

## Langkah menghitung HPP

### 1. Tentukan jenis usahamu

Cara menghitung HPP berbeda menurut model usaha:

- **Reseller atau dropshipper:** membeli barang jadi lalu menjualnya kembali. HPP berasal dari harga beli ditambah biaya agar barang sampai di tanganmu.
- **Produsen:** membuat sendiri produknya, misalnya makanan, pakaian, atau kerajinan. HPP berasal dari bahan baku, tenaga kerja langsung, dan biaya produksi lain.

### 2. Kumpulkan semua komponen biaya

Untuk reseller, komponennya biasanya:

- Harga beli per unit dari pemasok.
- Ongkos kirim dari pemasok ke tempatmu, dibagi jumlah unit dalam kiriman itu.
- Potongan atau diskon pembelian (mengurangi biaya).

Untuk produsen, kelompokkan menjadi tiga:

- **Bahan baku:** semua bahan yang menjadi bagian produk.
- **Tenaga kerja langsung:** upah orang yang terlibat langsung membuat produk, termasuk nilai waktumu bila kamu ingin hitungan yang jujur.
- **Biaya produksi lain (overhead):** gas, listrik untuk alat produksi, penyusutan alat, dan bahan penolong.

Kemasan produk sering dimasukkan ke HPP karena merupakan bagian dari barang yang dijual. Yang penting konsisten: kalau kemasan sudah masuk HPP, jangan dihitung lagi di biaya lain saat menentukan harga.

### 3. Hitung biaya per batch atau per kiriman

Biaya lebih mudah dicatat per satu kali produksi (batch) atau per satu kali pembelian. Contoh untuk usaha brownies rumahan, satu batch menghasilkan 20 kotak. Angka berikut hanya ilustrasi:

- Bahan baku: Rp150.000.
- Tenaga kerja langsung: Rp60.000.
- Gas dan listrik untuk produksi: Rp20.000.
- Kemasan: 20 kotak x Rp3.000 = Rp60.000.

Total biaya satu batch adalah Rp290.000.

### 4. Bagi dengan jumlah unit yang layak jual

Rp290.000 dibagi 20 kotak menghasilkan HPP Rp14.500 per kotak. Perhatikan kata "layak jual". Kalau dari satu batch ada dua kotak yang gosong atau gagal, pembaginya menjadi 18, dan HPP naik menjadi sekitar Rp16.111 per kotak. Produk gagal adalah biaya nyata yang harus ditanggung unit yang terjual.

Untuk reseller, contohnya lebih sederhana. Kamu membeli 50 kaos seharga Rp35.000 per buah dan membayar ongkos kirim Rp50.000 untuk seluruh paket. HPP per kaos adalah Rp35.000 + (Rp50.000 / 50) = Rp36.000.

### 5. Hitung HPP per periode untuk pembukuan

Selain per unit, HPP juga dihitung per periode (bulanan atau tahunan) untuk laporan laba rugi, terutama bagi usaha dagang. Rumus yang umum dipakai:

HPP periode = persediaan awal + pembelian bersih - persediaan akhir

Pembelian bersih adalah pembelian ditambah ongkos angkut pembelian, dikurangi retur dan potongan pembelian. Contoh ilustrasi: persediaan awal bulan Rp5.000.000, pembelian Rp12.000.000, ongkos angkut Rp300.000, retur pembelian Rp200.000, dan persediaan akhir bulan Rp6.000.000. HPP bulan itu adalah Rp5.000.000 + Rp12.100.000 - Rp6.000.000 = Rp11.100.000.

Rumus ini membutuhkan penghitungan stok di awal dan akhir periode, jadi biasakan melakukan stok opname rutin. Cara mencatat transaksinya ada di [pembukuan sederhana untuk bisnis online](https://nivelva.com/insight/pembukuan-sederhana-bisnis-online).

### 6. Perbarui HPP secara berkala

Harga bahan dan barang dari pemasok bisa berubah. Tinjau ulang HPP setiap kali ada kenaikan harga beli, perubahan pemasok, atau perubahan kemasan. HPP yang usang sama berbahayanya dengan tidak menghitung sama sekali.

Cara yang praktis adalah membuat satu lembar spreadsheet per produk berisi daftar bahan, jumlah pemakaian per batch, dan harga terbaru. Begitu satu harga bahan berubah, HPP per unit langsung ikut terhitung ulang. Kalau katalogmu sudah banyak, aplikasi kasir atau sistem ERP yang mencatat stok dan pembelian bisa menghitung HPP rata-rata secara otomatis, sehingga kamu tidak perlu menyalin angka berulang kali.

## Apa saja yang tidak termasuk HPP?

Biaya yang tidak berhubungan langsung dengan pengadaan atau produksi barang biasanya tidak dimasukkan ke HPP, melainkan dicatat sebagai biaya operasional. Contohnya iklan, potongan marketplace, gaji admin chat, langganan aplikasi, dan sewa tempat yang tidak dipakai untuk produksi.

Biaya-biaya ini tetap harus ditutup oleh harga jual. Bedanya, mereka masuk ke perhitungan di tahap berikutnya, yaitu saat [menentukan harga jual yang tetap untung](https://nivelva.com/insight/cara-menentukan-harga-jual-produk-tetap-untung) dan menghitung [titik impas usaha](https://nivelva.com/insight/cara-menghitung-titik-impas-bep-bisnis-online).

## Ringkasan komponen HPP

| Komponen | Reseller | Produsen | Masuk HPP? |
|:--|:--|:--|:--|
| Harga beli barang jadi | Ya | Tidak | Ya |
| Ongkos kirim dari pemasok | Ya | Ya (untuk bahan) | Ya |
| Bahan baku | Tidak | Ya | Ya |
| Tenaga kerja langsung | Jarang | Ya | Ya |
| Gas, listrik produksi, penyusutan alat | Tidak | Ya | Ya |
| Kemasan produk | Ya | Ya | Umumnya ya, asal konsisten |
| Iklan dan promosi | Ya | Ya | Tidak, biaya operasional |
| Potongan marketplace | Ya | Ya | Tidak, biaya penjualan |

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apa beda HPP dan harga jual?

HPP adalah biaya untuk mendapatkan atau membuat produk. Harga jual adalah harga yang dibayar pembeli. Selisih keduanya, setelah dikurangi biaya operasional, adalah keuntungan.

### Apakah waktu kerja saya sendiri perlu dihitung dalam HPP?

Sebaiknya ya, terutama untuk produsen. Kalau tidak dihitung, usaha terlihat untung padahal kamu bekerja tanpa dibayar, dan harga akan sulit disesuaikan saat nanti harus menggaji orang lain.

### Bagaimana menghitung HPP bila harga beli barang berubah-ubah?

Untuk usaha kecil, cara yang praktis adalah memakai harga rata-rata dari stok yang ada. Aplikasi pembukuan atau ERP biasanya bisa menghitung rata-rata ini otomatis.

### Apakah ongkir ke pembeli termasuk HPP?

Umumnya tidak. Ongkir ke pembeli dibayar pembeli atau dicatat sebagai biaya penjualan bila kamu memberi subsidi gratis ongkir.

### Seberapa sering HPP perlu dihitung ulang?

Setiap ada perubahan harga beli, pemasok, resep, atau kemasan. Untuk usaha yang bahannya sering naik turun, cek setidaknya sebulan sekali.

Checklist menghitung HPP:

- Jenis usaha (reseller atau produsen) sudah jelas.
- Semua komponen biaya pengadaan atau produksi sudah tercatat.
- Biaya dihitung per batch atau per kiriman.
- Pembagi memakai jumlah unit yang layak jual.
- Biaya operasional dipisahkan dari HPP.
- HPP ditinjau ulang setiap ada perubahan harga.

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/cara-menghitung-hpp-produk-jualan-online
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
