---
title: "Coolify vs Dokploy vs CapRover: PaaS di VPS Sendiri"
description: "Ingin deploy ala Heroku atau Vercel di VPS sendiri? Bandingkan Coolify, Dokploy, dan CapRover: fitur, database, kebutuhan server, dan lisensinya."
url: "https://nivelva.com/insight/coolify-dokploy-caprover"
category: "Server \u0026 Infrastruktur"
tags: ["coolify","dokploy","caprover","paas self-hosted","deploy aplikasi"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-06T18:17:00+07:00"
updated: "2026-11-06T18:17:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Coolify vs Dokploy vs CapRover: PaaS di VPS Sendiri

> **Jawaban singkat:** Ketiganya mengubah VPS menjadi platform deploy berbasis Docker dengan HTTPS otomatis. Coolify paling kaya fitur dan layanan siap pasang, Dokploy menonjol di Docker Compose dan multi-server, sedangkan CapRover paling ringan kebutuhannya dan paling lama berdiri.

Hubungkan repositori Git, tekan deploy, dan aplikasi langsung tayang dengan domain dan HTTPS. Itulah pengalaman ala Heroku, Vercel, atau Netlify yang ditawarkan PaaS self-hosted, bedanya semua berjalan di VPS milikmu sendiri. Coolify, Dokploy, dan CapRover adalah tiga pilihan open source yang paling sering dibandingkan.

Yang dipertaruhkan bukan hanya kenyamanan. Platform ini akan memegang semua aplikasi, database, dan variabel rahasia kamu. Memilih yang terlalu berat untuk server kecil membuat aplikasi berebut RAM dengan panelnya sendiri. Memilih yang tidak mendukung pola kerjamu, misalnya banyak file Docker Compose, berarti kamu akan melawan alatnya setiap hari.

## Apa yang sama dari ketiganya?

Ketiganya dibangun di atas Docker. Setiap aplikasi berjalan sebagai container, dan platform mengurus build, routing domain, serta sertifikat Let's Encrypt. Ketiganya juga menyediakan antarmuka web dan cara memasang database dengan beberapa klik, sehingga kamu tidak perlu menulis konfigurasi reverse proxy sendiri.

Perbedaannya ada di kedalaman fitur, cara menangani banyak server, reverse proxy yang dipakai, dan kebutuhan sumber dayanya.

## Perbandingan per 4 November 2026

Data dari repositori GitHub dan dokumentasi resmi masing-masing proyek.

| Aspek | Coolify | Dokploy | CapRover |
|:--|:--|:--|:--|
| Lisensi | Apache 2.0 | Apache 2.0, kecuali folder `/proprietary` | Apache 2.0 |
| Minimum server | 2 core CPU, 2 GB RAM, 10 GB disk | 2 GB RAM, 30 GB disk | 1 GiB RAM, 5 GiB disk |
| Reverse proxy | Traefik (bawaan) atau Caddy | Traefik | Nginx |
| Database siap pasang | Ya, plus banyak layanan satu klik | MySQL, PostgreSQL, MongoDB, MariaDB, libsql, Redis | MariaDB, MySQL, MongoDB, Postgres, dan lainnya |
| Docker Compose | Didukung | Didukung secara native | Memakai format definisi sendiri (`captain-definition`) |
| Banyak server | Ya | Multi server dan multi node (Docker Swarm) | Klaster Docker Swarm |
| Versi hosted | Coolify Cloud mulai US$5/bulan | Dokploy Cloud | Tidak ada |

## Bagaimana fitur masing-masing di lapangan?

### Coolify: paling lengkap

Repositori Coolify menyebut dukungan untuk situs statis, database, aplikasi full-stack, dan lebih dari 360 layanan satu klik. Rilis terbarunya per 4 November 2026 adalah v4.6.0 (2 November 2026). Coolify bisa menghubungkan beberapa server ke satu dashboard, sehingga satu panel mengelola aplikasi di banyak VPS.

Proxy bawaannya Traefik, dengan Caddy sebagai alternatif terintegrasi. Dokumentasinya menyarankan tetap memakai Traefik kecuali ada alasan khusus, karena jalur itu yang paling banyak didokumentasikan.

Menurut halaman harganya, Coolify versi self-hosted gratis dengan semua fitur. Coolify Cloud, yang hanya mengelola dashboard sementara servernya tetap milikmu, berharga US$5 per bulan untuk dua server dan US$3 per bulan untuk setiap server tambahan.

### Dokploy: kuat di Compose dan multi-server

Dokploy menonjolkan dukungan Docker Compose yang native. Bila aplikasi yang ingin kamu jalankan sudah punya file Compose resmi, Dokploy menerimanya hampir apa adanya. README-nya juga mencantumkan backup database otomatis ke penyimpanan eksternal, notifikasi deploy ke Slack, Discord, Telegram, atau email, serta pengiriman log dan metrik ke berbagai sistem observabilitas.

Untuk skala, Dokploy bisa men-deploy ke server lain (multi server) dan menskalakan aplikasi ke beberapa node lewat Docker Swarm. Lisensinya Apache 2.0 untuk sebagian besar kode, tetapi isi folder `/proprietary` memakai lisensi terpisah. Kalau lisensi penting bagi organisasimu, baca kedua file lisensinya.

Saat instalasi, port 80, 443, dan 3000 harus kosong. Dokumentasinya menyarankan disk minimal 30 GB agar proses build Docker tidak membuat sistem macet.

### CapRover: ringan dan matang

CapRover paling lama berdiri di antara ketiganya, terlihat dari hak cipta yang dimulai 2017. Di belakang layar ia memakai Docker Swarm, Nginx, Let's Encrypt, dan NetData. Kebutuhan minimumnya paling rendah: 1 GiB RAM dan 5 GiB disk, sehingga cocok untuk VPS kecil.

Satu syarat yang sering terlewat: CapRover membutuhkan domain dengan wildcard DNS, karena setiap aplikasi otomatis mendapat subdomain. CapRover juga menegaskan tidak ada lock-in. Bila CapRover dihapus, aplikasi yang sudah berjalan tetap bekerja sebagai container biasa.

## Berapa beban tambahan di server?

Panel ini sendiri memakan sumber daya. Angka minimum di tabel adalah kebutuhan platformnya, belum termasuk aplikasimu. Proses build adalah momen paling berat: saat platform membangun image dari kode, CPU dan RAM bisa terpakai penuh beberapa menit, sementara aplikasi lain tetap harus melayani pengunjung.

Untuk server kecil, ada dua cara meringankan beban. Pertama, bangun image di luar server (misalnya di layanan CI) lalu minta platform hanya menarik image jadi. Kedua, pisahkan server dashboard dan server aplikasi bila platformnya mendukung. Hitungan kebutuhan server dibahas di [memilih spesifikasi VPS](https://nivelva.com/insight/memilih-spesifikasi-vps).

> **Platform deploy tidak sama dengan backup:**
>
> Database yang dipasang lewat panel tetap tersimpan di disk server yang sama. Bila server rusak atau terhapus, database ikut hilang. Aktifkan backup ke penyimpanan di luar server, dan uji pemulihannya secara berkala. Alasannya dijelaskan di [backup website otomatis](https://nivelva.com/insight/backup-website-otomatis).

## Kapan memilih Coolify, Dokploy, atau CapRover?

Pilih **Coolify** bila kamu ingin satu panel yang bisa melakukan hampir segalanya: aplikasi dari Git, database, layanan siap pasang, dan beberapa server sekaligus. Coolify cocok untuk agensi atau developer yang mengelola banyak proyek kecil dan menengah, dan punya server minimal 2 core dan 2 GB RAM untuk panelnya.

Pilih **Dokploy** bila alur kerjamu berpusat pada Docker Compose, atau kamu sudah tahu akan butuh beberapa node dengan Docker Swarm. Antarmukanya ringkas dan fitur notifikasi serta backup database sudah tersedia dari awal.

Pilih **CapRover** bila servermu kecil, kebutuhanmu sederhana (beberapa aplikasi web dan database), dan kamu menghargai alat yang sudah lama dipakai dengan perilaku yang bisa ditebak. Pastikan kamu bisa mengatur wildcard DNS di domainmu.

Kapan platform terkelola seperti Heroku atau Vercel tetap lebih masuk akal? Ketika kamu tidak ingin mengurus pembaruan OS, keamanan server, dan backup sama sekali, atau ketika trafik sangat fluktuatif dan butuh penskalaan otomatis tanpa memikirkan server. PaaS self-hosted memindahkan biaya dari tagihan platform ke waktu kamu sendiri. Untuk sebagian tim itu pertukaran yang bagus, untuk yang lain tidak.

Kalau kamu belum yakin dengan dasarnya, pahami dulu perbedaan mesin container di Docker vs Podman dan pilihan reverse proxy di Traefik vs Caddy vs Nginx Proxy Manager.

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apakah Coolify, Dokploy, dan CapRover gratis?

Versi self-hosted ketiganya bisa dipakai tanpa biaya lisensi. Coolify dan Dokploy juga menawarkan versi cloud berbayar yang mengelola dashboard untukmu, sementara server aplikasinya tetap milikmu.

### Berapa RAM minimal VPS untuk Coolify?

Dokumentasi Coolify menyebut 2 core CPU, 2 GB RAM, dan 10 GB disk untuk Coolify sendiri. Tambahkan kebutuhan aplikasi yang akan kamu jalankan di atasnya.

### Bisakah memindahkan aplikasi dari satu platform ke platform lain?

Bisa, karena semuanya berbasis container. Yang perlu dipindahkan adalah image atau kode aplikasi, variabel lingkungan, volume data, dan dump database. Rute domain dan sertifikat dibuat ulang di platform baru.

### Apakah perlu paham Docker untuk memakai platform ini?

Tidak wajib untuk penggunaan dasar, karena panelnya menyembunyikan sebagian besar detail. Namun pemahaman dasar Docker sangat membantu saat build gagal atau aplikasi tidak mau jalan.

## Sumber

- <https://github.com/coollabsio/coolify>
- <https://coolify.io/docs/get-started/installation>
- <https://coolify.io/docs/knowledge-base/server/proxies>
- <https://coolify.io/pricing/>
- <https://github.com/Dokploy/dokploy>
- <https://docs.dokploy.com/docs/core/installation>
- <https://github.com/caprover/caprover>
- <https://caprover.com/docs/get-started.html>

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/coolify-dokploy-caprover
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
