---
title: "Domain Hijacking, Cara Pencuri Merebut Domain Bisnis"
description: "Cara pencuri merebut domain bisnis, dari akun registrar yang dibobol sampai domain kedaluwarsa, tanda-tandanya, dan langkah mencegah serta merebut kembali."
url: "https://nivelva.com/insight/domain-hijacking-cara-pencuri-merebut-domain-bisnis"
category: "Keamanan/Cyber Security"
tags: ["domain hijacking","keamanan domain","registrar","dns","akun bisnis"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-07T05:59:00+07:00"
updated: "2026-11-07T05:59:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Domain Hijacking, Cara Pencuri Merebut Domain Bisnis

> **Jawaban singkat:** Domain hijacking adalah pengambilalihan domain tanpa izin pemiliknya, biasanya lewat akun registrar yang dibobol, email kontak yang dikuasai penyerang, rekayasa sosial, atau domain kedaluwarsa. Pencegahannya: 2FA, registrar lock, perpanjangan otomatis, dan domain atas nama bisnis.

Domain hijacking adalah pengambilalihan nama domain oleh orang yang tidak berhak, sehingga kendali atas website, email, dan semua layanan yang bergantung pada domain itu berpindah ke tangan penyerang. Cara paling umum bukan peretasan canggih, melainkan akun registrar yang lemah, email kontak yang bisa dibajak, atau domain yang lupa diperpanjang.

Kenapa ini penting? Domain adalah alamat yang dicetak di kartu nama, iklan, dan kemasan produk. Siapa pun yang menguasainya bisa memasang website palsu, menerima email yang ditujukan ke bisnismu, bahkan mereset password akun lain yang terdaftar dengan email domain tersebut. Pelanggan tidak tahu bahwa yang mereka hadapi bukan lagi kamu.

## Apa saja cara pencuri merebut domain?

### 1. Membobol akun registrar

Ini jalur paling langsung. Dengan password hasil tebakan, kebocoran, atau phishing, penyerang masuk ke panel registrar, membuka kunci transfer, mengambil auth code, lalu memindahkan domain ke registrar lain. Bisa juga cukup mengganti nameserver ke server miliknya, tanpa memindahkan domain sama sekali.

### 2. Menguasai email kontak domain

Banyak registrar mengirim tautan reset password dan persetujuan transfer ke email pemilik. Bila email itu memakai domain lain yang sudah kedaluwarsa, atau akun email gratis yang tidak dijaga, penyerang yang menguasai email tersebut juga menguasai domainnya.

### 3. Rekayasa sosial ke registrar atau vendor

Penyerang menghubungi layanan pelanggan registrar dan mengaku sebagai pemilik, dengan data yang dikumpulkan dari internet. Variasi lainnya: mengaku sebagai vendor web dan meminta akses panel dari staf bisnis.

Data yang dipakai untuk meyakinkan petugas bisa berasal dari mana saja: data WHOIS lama, profil media sosial pemilik, situs perusahaan, atau kebocoran data di layanan lain. Semakin banyak informasi pribadi pemilik yang beredar, semakin mudah penyerang menjawab pertanyaan verifikasi. Karena itu, aturan internal sederhana sangat membantu. Misalnya, staf tidak boleh memberikan kode verifikasi, auth code, atau akses panel kepada siapa pun yang menghubungi lewat telepon atau chat, termasuk yang mengaku dari registrar, tanpa konfirmasi ulang ke pemilik usaha lewat nomor yang sudah dikenal.

### 4. Domain dibiarkan kedaluwarsa

Secara teknis ini bukan pembajakan, tapi hasilnya sama. Domain yang tidak diperpanjang melewati masa tenggang dan masa redemption, lalu dilepas dan bisa didaftarkan siapa saja. Domain yang sudah punya pengunjung dan reputasi sering diincar. Kalau domainmu sudah lewat tanggal, segera baca [cara menebus domain expired](https://nivelva.com/insight/domain-expired-cara-tebus).

### 5. Domain terdaftar atas nama orang lain

Bukan serangan dari luar, tapi sering berujung sengketa. Vendor web atau mantan karyawan yang mendaftarkan domain atas namanya sendiri secara hukum tercatat sebagai pemilik. Bila hubungan memburuk, bisnis bisa kehilangan domainnya. Cara mengambil alih dengan baik dibahas di [domain atas nama vendor web](https://nivelva.com/insight/domain-atas-nama-vendor-web-risiko-cara-mengambilnya).

## Bedanya dengan DNS hijacking

Kedua istilah ini sering tertukar. Pada domain hijacking, kepemilikan atau kendali registrasi domain berpindah. Pada DNS hijacking, domain tetap milikmu, tapi jawaban DNS-nya dibelokkan, misalnya karena akun penyedia DNS dibobol, router disusupi, atau nameserver diganti.

- **Domain hijacking:** pemilik di registrar berubah atau domain dipindah ke registrar lain. Pemulihan butuh proses dengan registrar.
- **DNS hijacking:** record A, MX, atau nameserver diubah. Pemulihan lebih cepat bila akses akun masih di tanganmu, tapi dampaknya sama berbahayanya selama berlangsung.

## Bagaimana tanda domain sedang dibajak?

Perhatikan tanda berikut dan tindak lanjuti saat itu juga:

| Tanda | Kemungkinan yang terjadi |
|:--|:--|
| Email notifikasi transfer atau perubahan kontak yang tidak kamu minta | Ada upaya transfer atau akun registrar dibobol |
| Website menampilkan halaman asing atau tidak bisa dibuka | Nameserver atau record DNS diubah |
| Email kantor berhenti masuk | Record MX dibelokkan |
| Tidak bisa login ke panel registrar | Password atau email akun diganti penyerang |
| Status domain di WHOIS berubah, kunci transfer hilang | Persiapan transfer oleh pihak lain |

Untuk mengecek nameserver dan record yang aktif saat ini, kamu bisa memakai `dig`. Caranya ada di [cek record DNS dengan dig dan nslookup](https://nivelva.com/insight/cara-cek-record-dns-domain-dig-nslookup).

## Langkah mencegah domain dibajak

1. **Aktifkan 2FA di akun registrar dan penyedia DNS.** Pakai aplikasi authenticator, bukan SMS bila ada pilihan.
2. **Pasang registrar lock.** Status `clientTransferProhibited` membuat registry menolak permintaan transfer sampai kunci dibuka pemilik.
3. **Pakai email kontak yang aman.** Email pemilik domain sebaiknya di layanan dengan 2FA dan, idealnya, tidak bergantung pada domain yang sama.
4. **Aktifkan perpanjangan otomatis** dan pastikan metode pembayarannya masih berlaku.
5. **Daftarkan atas nama bisnis.** Data pemilik di registrar harus nama usaha atau pemilik usaha, bukan vendor.
6. **Batasi dan catat akses.** Simpan kredensial di password manager tim, cabut akses vendor dan karyawan yang sudah tidak terlibat.

> **Kunci tambahan untuk domain utama:**
>
> Untuk domain yang sangat penting, tanyakan ke registrar apakah ekstensi domainmu mendukung registry lock. Kunci ini dibuka lewat verifikasi manual, sehingga tidak bisa dilepas hanya dengan password panel.

## Bila domain sudah terlanjur direbut

Bergerak cepat menentukan peluang pemulihan:

- Hubungi registrar segera, jelaskan bahwa transfer atau perubahan dilakukan tanpa izin, dan siapkan bukti kepemilikan: invoice pendaftaran, riwayat pembayaran, dokumen usaha, dan korespondensi dengan registrar.
- Amankan email dan akun lain yang terkait, karena penyerang mungkin memakainya untuk reset password.
- Beri tahu pelanggan lewat kanal lain (media sosial, WhatsApp bisnis) bahwa website atau email sedang bermasalah dan jangan melakukan pembayaran lewat tautan yang mencurigakan.
- Kebijakan transfer ICANN menyediakan mekanisme sengketa transfer antar registrar untuk domain generik seperti .com. Registrar biasanya yang memulai proses ini atas laporan pemilik.

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apakah domain .id juga bisa dibajak?

Bisa, karena jalur utamanya sama: akun pengelola domain yang dibobol atau domain yang kedaluwarsa. Pengamannya juga sama, yaitu 2FA, kunci domain bila tersedia, dan perpanjangan tepat waktu.

### Apakah privasi WHOIS mencegah domain hijacking?

Privasi WHOIS menyembunyikan data kontak dari publik sehingga mempersulit rekayasa sosial, tapi tidak menggantikan 2FA dan registrar lock.

### Berapa lama proses merebut kembali domain?

Tergantung kasus, bukti kepemilikan, registrar yang terlibat, dan ekstensi domainnya. Laporkan secepat mungkin, karena jejak dan peluang pembatalan transfer lebih besar saat kejadian masih baru.

## Sumber

- <https://www.icann.org/resources/pages/epp-status-codes-2014-06-16-en>
- <https://www.icann.org/resources/pages/transfer-policy-2016-06-01-en>
- <https://www.icann.org/resources/pages/tdrp-2016-06-01-en>

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/domain-hijacking-cara-pencuri-merebut-domain-bisnis
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
