---
title: "Infostealer, Malware Pencuri Password dari Browser"
description: "Infostealer mencuri password, cookie login, dan data kartu dari browser. Pahami cara masuknya, kenapa 2FA bisa dilewati, dan cara mencegahnya."
url: "https://nivelva.com/insight/infostealer-malware-pencuri-password-browser"
category: "Keamanan/Cyber Security"
tags: ["infostealer","malware","password","cookie","browser"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-07T06:49:00+07:00"
updated: "2026-11-07T06:49:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Infostealer, Malware Pencuri Password dari Browser

> **Jawaban singkat:** Infostealer adalah malware yang menyalin password tersimpan, cookie sesi, data kartu, dan dompet kripto dari komputer korban lalu mengirimnya ke pelaku. Ia biasanya masuk lewat software bajakan, installer palsu, atau CAPTCHA palsu. Cookie yang dicuri bisa dipakai masuk tanpa melewati 2FA.

Infostealer adalah jenis malware yang tugasnya satu: menyalin data berharga dari komputer korban, terutama password dan sesi login yang tersimpan di browser, lalu mengirimnya ke pelaku. Ia bekerja cepat, sering hanya dalam hitungan detik setelah dijalankan, dan banyak varian tidak meninggalkan tanda yang terlihat.

Kenapa ini penting bagi bisnis? Satu laptop karyawan yang terinfeksi bisa membocorkan akses ke email kantor, panel hosting, akun iklan, dan aplikasi keuangan sekaligus. Data curian itu dikemas sebagai "log" dan diperjualbelikan, sehingga pembelinya bisa masuk berminggu-minggu kemudian tanpa perlu menebak password apa pun.

## Apa saja yang dicuri infostealer?

Isi curian bervariasi antar keluarga malware, tetapi umumnya mencakup:

- **Password tersimpan di browser** beserta alamat situsnya.
- **Cookie dan token sesi**, yaitu tanda bahwa kamu sedang login.
- **Data isi otomatis (autofill)**: nama, alamat, nomor HP, kadang data kartu pembayaran.
- **Dompet kripto** dan ekstensi dompet di browser.
- **Informasi sistem**: nama komputer, IP, daftar software terpasang, kadang tangkapan layar.
- **File tertentu** di folder Desktop atau Dokumen, misalnya file teks yang berisi kata "password".

Sebagai gambaran skala, Microsoft melaporkan pada Mei 2025 bahwa mereka mengidentifikasi lebih dari 394.000 komputer Windows di seluruh dunia yang terinfeksi Lumma Stealer dalam rentang 16 Maret sampai 16 Mei 2025, sebelum infrastrukturnya dilumpuhkan lewat aksi hukum bersama mitra internasional. Menurut Microsoft, Lumma mencuri password, data kartu, informasi rekening, dan dompet kripto.

## Kenapa log infostealer berbahaya bagi bisnis?

Pelaku yang menjalankan infostealer sering tidak memakai sendiri data curiannya. Hasil curian dari satu komputer dikemas menjadi satu paket log, lalu dijual atau dibagikan di forum dan kanal tertutup. Pembeli bisa menyaring log berdasarkan nama domain, misalnya mencari semua log yang memuat login ke panel hosting, email perusahaan, atau aplikasi akuntansi tertentu.

Artinya, perusahaan bisa menjadi sasaran tanpa pernah diserang langsung. Cukup satu karyawan yang memasang game bajakan di laptop kerja, atau membuka akun kantor dari komputer pribadi yang sudah terinfeksi. Data itu kemudian bisa dipakai untuk masuk ke email dan mengirim tagihan palsu ke pelanggan, mengubah rekening di invoice, menanam malware di website, atau menjadi pijakan awal serangan ransomware.

Karena jeda antara infeksi dan penyalahgunaan bisa panjang, korban sering tidak menghubungkan keduanya. Akun yang dibobol bulan ini bisa berasal dari infeksi berbulan-bulan sebelumnya. Itu sebabnya investigasi akun yang dibobol sebaiknya juga menanyakan perangkat mana saja yang pernah dipakai untuk login, termasuk komputer pribadi dan komputer bersama.

## Kenapa 2FA kadang tidak menolong?

Ini bagian yang sering mengejutkan. Saat kamu login dan mencentang "ingat saya", situs menyimpan cookie sesi di browser. Cookie itu yang membuat kamu tidak perlu memasukkan password dan kode 2FA setiap kali membuka situs.

Bila infostealer menyalin cookie tersebut, pelaku bisa memasukkannya ke browser mereka dan langsung tampil sebagai kamu yang sudah login. Langkah 2FA sudah terlewati karena dilakukan sebelumnya oleh kamu sendiri. Teknik ini disebut *session hijacking* atau pencurian sesi.

2FA tetap wajib karena menghalangi pemakaian password curian untuk login baru. Tetapi untuk akun penting, langkah setelah infeksi harus mencakup **mengeluarkan semua sesi aktif**, bukan hanya mengganti password.

## Bagaimana infostealer masuk ke komputer?

Infostealer jarang memanfaatkan celah canggih. Ia lebih sering dijalankan sendiri oleh korban yang tertipu.

| Jalur masuk | Contoh | Cara mencegah |
|:--|:--|:--|
| Software bajakan dan crack | Aktivator Office, game, plugin premium gratis | Pakai software berlisensi dari sumber resmi |
| Installer palsu dari iklan | Hasil pencarian "download" yang mengarah ke situs tiruan | Ketik alamat situs resmi sendiri, hindari iklan |
| CAPTCHA palsu | Halaman meminta menekan Win+R lalu menempel perintah | Verifikasi asli tidak pernah meminta menjalankan perintah |
| Lampiran email dan chat | File "invoice", "surat panggilan", arsip ZIP berpassword | Jangan buka lampiran tak terduga, cek ke pengirim |
| Ekstensi browser berbahaya | Ekstensi tiruan alat populer | Pasang ekstensi seperlunya dari toko resmi |

Modus CAPTCHA palsu perlu diwaspadai karena terlihat sangat wajar. Halaman meminta kamu "membuktikan bukan robot" dengan menekan beberapa tombol, padahal yang terjadi adalah perintah berbahaya ditempel ke jendela Run dan dijalankan.

## Langkah pencegahan yang paling berpengaruh

- **Jangan simpan password akun kerja di browser.** Pakai password manager dengan master password kuat dan 2FA. Alasannya dijelaskan di [kenapa menyimpan password di browser berisiko](https://nivelva.com/insight/menyimpan-password-browser-berisiko-bagi-kantor).
- **Larang software bajakan di perangkat kerja.** Ini sumber infostealer yang paling sering. Akun pengguna harian sebaiknya bukan administrator, supaya instalasi sembarangan tertahan.
- **Pisahkan profil browser** untuk kerja dan pribadi, atau gunakan perangkat terpisah bila memungkinkan.
- **Aktifkan antivirus bawaan dan pembaruan otomatis** pada sistem operasi dan browser.
- **Batasi masa berlaku sesi** di aplikasi bisnis yang bisa diatur, dan aktifkan notifikasi login baru.
- **Pakai passkey atau kunci keamanan** untuk akun yang mendukungnya, karena tidak ada password yang bisa disalin. Lihat [apa itu passkey](https://nivelva.com/insight/apa-itu-passkey).

> **Tanda yang patut dicurigai:**
>
> Notifikasi login dari lokasi asing, email "password diganti" yang tidak kamu lakukan, akun iklan yang tiba-tiba membuat kampanye baru, atau browser yang mendadak keluar dari semua akun.

## Apa yang dilakukan bila terinfeksi?

Urutannya penting. Pertama, putuskan perangkat dari internet dan jangan dipakai untuk login lagi. Kedua, dari perangkat lain yang bersih, ganti password akun penting dimulai dari email utama, lalu keluarkan semua sesi aktif dan periksa aturan penerusan email. Ketiga, bersihkan atau instal ulang perangkat yang terinfeksi. Bila memakai satu perangkat untuk banyak akun kerja, anggap semuanya bocor. Tanda-tanda lain bahwa laptop sudah terinfeksi dibahas di [tanda laptop kantor terinfeksi malware](https://nivelva.com/insight/tanda-laptop-kantor-terinfeksi-malware-langkah-awalnya).

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apakah antivirus pasti mendeteksi infostealer?

Tidak selalu. Varian baru sering berubah supaya lolos deteksi. Antivirus tetap penting, tetapi pencegahan utama adalah tidak menjalankan file dari sumber yang tidak jelas.

### Apakah Mac dan Linux aman dari infostealer?

Tidak sepenuhnya. Mayoritas infostealer menyasar Windows, tetapi ada keluarga yang dibuat khusus untuk macOS. Prinsip pencegahannya sama.

### Kalau password sudah diganti, apakah cookie lama masih berlaku?

Tergantung layanannya. Sebagian layanan mengeluarkan sesi lama saat password diganti, sebagian tidak. Gunakan juga opsi "keluar dari semua perangkat" agar pasti.

## Sumber

- <https://blogs.microsoft.com/on-the-issues/2025/05/21/microsoft-leads-global-action-against-favored-cybercrime-tool/>

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/infostealer-malware-pencuri-password-browser
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
