---
title: "Proxy Oranye Cloudflare, Kapan Dinyalakan dan Dimatikan?"
description: "Arti awan oranye dan abu-abu di DNS Cloudflare, record mana yang sebaiknya diproxy, kapan harus dimatikan, dan efek sampingnya ke server."
url: "https://nivelva.com/insight/proxy-oranye-cloudflare-dinyalakan-dimatikan"
category: "Website \u0026 Domain"
tags: ["cloudflare","proxy","dns","keamanan website","cdn"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-07T11:01:00+07:00"
updated: "2026-11-07T11:01:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Proxy Oranye Cloudflare, Kapan Dinyalakan dan Dimatikan?

> **Jawaban singkat:** Nyalakan proxy oranye untuk record A, AAAA, atau CNAME yang melayani situs web, supaya mendapat cache, WAF, dan perlindungan DDoS. Matikan (abu-abu) untuk email, SSH, FTP, port non-web, dan CNAME verifikasi layanan pihak ketiga.

Di halaman DNS Cloudflare, setiap record A, AAAA, dan CNAME punya ikon awan. **Oranye (Proxied)** berarti pengunjung terhubung ke jaringan Cloudflare dulu, lalu Cloudflare meneruskan permintaan ke servermu. **Abu-abu (DNS only)** berarti Cloudflare hanya menjawab DNS dengan IP asli server, dan pengunjung terhubung langsung ke server itu.

Satu klik pada ikon ini mengubah banyak hal: IP yang terlihat publik, layanan apa yang bisa tersambung, sampai IP pengunjung yang tercatat di log server. Salah atur bisa membuat email gagal terkirim atau SSH tidak bisa diakses, sementara mematikannya di tempat yang salah membuka IP server ke siapa saja.

## Apa yang berubah saat proxy dinyalakan?

Menurut dokumentasi Cloudflare (per November 2026), record yang diproxy akan dijawab dengan alamat IP anycast milik Cloudflare, bukan IP servermu. Lalu lintas HTTP dan HTTPS kemudian melewati jaringan Cloudflare, sehingga fitur seperti cache, aturan WAF, pengalihan, dan perlindungan DDoS bisa bekerja.

### Keuntungan yang didapat

- **IP server tersembunyi** dari pencarian DNS biasa, sehingga serangan langsung ke server lebih sulit.
- **Cache konten statis** di jaringan Cloudflare, yang mengurangi beban server.
- **Aturan keamanan** seperti WAF dan pembatasan bot bisa diterapkan. Contoh aturan untuk paket gratis ada di [aturan WAF Cloudflare gratis](https://nivelva.com/insight/aturan-waf-cloudflare-gratis).
- **Sertifikat untuk pengunjung** disediakan Cloudflare di sisi depan.

### Batasan yang sering terlupa

- Hanya record **A, AAAA, dan CNAME** yang bisa diproxy. MX, TXT, dan tipe lain selalu DNS only.
- Proxy hanya meneruskan lalu lintas web di port tertentu. Untuk HTTP: 80, 8080, 8880, 2052, 2082, 2086, 2095. Untuk HTTPS: 443, 2053, 2083, 2087, 2096, 8443. Layanan di port lain, seperti SSH di port 22, tidak akan tersambung lewat nama yang diproxy.
- TTL record yang diproxy dikunci di Auto (300 detik).
- Bila beberapa record A atau AAAA bernama sama dan salah satunya diproxy, semuanya diperlakukan sebagai proxied.
- Ada batas ukuran permintaan dan batas waktu tunggu. Proses yang lama di server bisa memunculkan error 524 di sisi pengunjung.

## Proxied atau DNS only untuk tiap jenis record

| Record atau layanan | Status yang disarankan | Alasan |
|:--|:--|:--|
| Domain utama dan `www` untuk situs | Proxied | Mendapat cache, WAF, dan IP tersembunyi |
| Subdomain aplikasi web (panel admin, toko) | Proxied | Sama seperti situs, selama di port yang didukung |
| `mail`, `smtp`, `imap` | DNS only | Protokol email tidak lewat proxy HTTP |
| SSH, FTP, database, game server | DNS only | Bukan lalu lintas HTTP |
| CNAME verifikasi (DKIM, SaaS, sertifikat) | DNS only | Layanan tujuan harus melihat nilai asli |
| Subdomain ke CDN atau platform lain | Ikuti instruksi penyedia | Proxy ganda bisa memicu konflik |
| MX dan TXT | Selalu DNS only | Tidak bisa diproxy |

## Kapan memilih oranye, kapan abu-abu?

Pilih **oranye** untuk apa pun yang diakses pengunjung lewat browser: situs utama, blog, toko online, aplikasi web, dan API berbasis HTTPS. Inilah alasan utama orang memakai Cloudflare. Tanpa proxy, Cloudflare hanya berfungsi sebagai penyedia DNS biasa.

Pilih **abu-abu** bila layanan bukan web, bila layanan pihak ketiga perlu melihat nilai CNAME aslinya, atau bila penyedia platform secara eksplisit meminta DNS only. Abu-abu juga berguna sementara saat kamu ingin memastikan masalah ada di server, bukan di Cloudflare. Matikan proxy, uji langsung, lalu nyalakan lagi setelah selesai.

Kebutuhan akses SSH atau panel server sebaiknya memakai subdomain terpisah berstatus abu-abu, misalnya `ssh.namabisnis.com`, sedangkan domain utama tetap oranye. Namun ingat, subdomain abu-abu menampilkan IP asli server. Bila IP itu sama dengan IP situs, keuntungan "IP tersembunyi" ikut berkurang.

> **IP server bisa tetap bocor:**
>
> Proxy tidak menyembunyikan IP yang sudah terlanjur terlihat. Record `mail` yang menunjuk ke server yang sama, header email keluar, atau catatan DNS lama bisa membuka IP asli. Bila ingin server benar-benar terlindungi, batasi port 80 dan 443 di firewall agar hanya menerima koneksi dari rentang IP Cloudflare.

## Efek samping di sisi server

Saat proxy aktif, server melihat koneksi datang dari IP Cloudflare, bukan dari pengunjung. Akibatnya log akses, statistik, dan pembatasan login berbasis IP bisa salah membaca semua pengunjung sebagai satu kelompok IP. IP asli pengunjung dikirim Cloudflare lewat header `CF-Connecting-IP`. Web server perlu diatur untuk membacanya, misalnya dengan modul `mod_remoteip` di Apache atau `real_ip_header` di Nginx, dengan daftar IP Cloudflare sebagai sumber tepercaya.

Mode SSL/TLS juga harus cocok. Bila server asal sudah punya sertifikat valid, pilih **Full (strict)**. Mode yang tidak sesuai bisa memicu pengalihan berulang, terutama pada WordPress yang memaksa HTTPS. Bila ingin server tetap online tanpa membuka port sama sekali, pertimbangkan [Cloudflare Tunnel](https://nivelva.com/insight/cloudflare-tunnel-tanpa-ip-publik).

Terakhir, perubahan konten mungkin tidak langsung terlihat karena cache. Saat memperbarui file CSS atau gambar, bersihkan cache dari dasbor Cloudflare atau beri nama file versi baru.

## Cara mengubah status proxy dengan aman

Buka menu **DNS** di dasbor Cloudflare, klik **Edit** pada record yang ingin diubah, lalu geser tombol **Proxy status** antara Proxied dan DNS only. Simpan, dan perubahan berlaku setelah cache resolver lama habis.

Sebelum menyalakan proxy pada subdomain baru, pastikan layanannya memang web dan berjalan di salah satu port yang didukung. Setelah itu, uji dari luar dengan `dig namabisnis.com +short`. Record yang diproxy akan menampilkan IP Cloudflare, bukan IP servermu. Bila yang muncul masih IP asli, berarti statusnya belum tersimpan atau resolver masih memakai cache.

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Apakah proxy oranye membuat situs lebih cepat?

Sering kali iya untuk konten statis yang bisa di-cache, karena dikirim dari jaringan Cloudflare. Halaman dinamis tetap diproses servermu, jadi kecepatannya tetap bergantung pada server.

### Kenapa email saya gagal setelah semua record dibuat oranye?

Record yang dipakai server email (misalnya mail.namabisnis.com) ikut diproxy, sehingga klien email terhubung ke IP Cloudflare yang tidak melayani SMTP atau IMAP. Ubah record itu menjadi DNS only.

### Apakah aman mematikan proxy sementara?

Aman untuk pengujian singkat, tetapi selama abu-abu, IP server terlihat dan perlindungan Cloudflare tidak aktif. Perubahan juga butuh waktu sesuai TTL untuk merata.

### Bisakah SSH lewat domain yang diproxy?

Tidak dengan proxy biasa, karena SSH bukan HTTP. Gunakan subdomain DNS only, atau Cloudflare Tunnel dengan klien yang sesuai.

## Sumber

- <https://developers.cloudflare.com/dns/proxy-status/>
- <https://developers.cloudflare.com/fundamentals/reference/network-ports/>

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/proxy-oranye-cloudflare-dinyalakan-dimatikan
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
