---
title: "Struktur Folder Linux untuk Pemula, dari /etc sampai /var"
description: "Peta folder penting di server Linux: tempat config di /etc, log dan data di /var, program di /usr, dan folder yang sebaiknya tidak disentuh."
url: "https://nivelva.com/insight/struktur-folder-linux-pemula-etc-sampai-var"
category: "Server \u0026 Infrastruktur"
tags: ["linux","struktur folder","fhs","server","pemula"]
author: "Theresia Candiawan"
published: "2026-11-07T11:29:00+07:00"
updated: "2026-11-07T11:29:00+07:00"
language: "id"
publisher: "Nivelva (https://nivelva.com)"
---

# Struktur Folder Linux untuk Pemula, dari /etc sampai /var

> **Jawaban singkat:** Linux menyusun semua file dalam satu pohon yang berawal dari /. Pengaturan ada di /etc, log dan data yang terus berubah ada di /var, program ada di /usr, file pengguna di /home, sedangkan /proc dan /sys adalah folder virtual yang dibuat kernel.

Di Linux, semua file berada dalam satu pohon folder yang berawal dari `/` (root), dan setiap folder utama punya tugas tetap: `/etc` untuk pengaturan, `/var` untuk log dan data yang berubah, `/usr` untuk program, `/home` untuk file pengguna.

Kenapa ini penting? Karena hampir semua pekerjaan admin server berujung pada pertanyaan "file-nya di mana?". Config Nginx yang perlu diubah, log yang harus dibaca saat website error, atau folder yang membuat disk penuh. Begitu kamu hafal petanya, kamu tidak lagi menebak-nebak. Susunan ini mengikuti standar Filesystem Hierarchy Standard (FHS) yang dipakai Ubuntu, Debian, AlmaLinux, dan distro besar lainnya.

## Peta singkat folder utama

| Folder | Isi | Perlu sering dibuka? |
|:--|:--|:--|
| `/etc` | File konfigurasi sistem dan aplikasi | Sangat sering |
| `/var` | Log, database, cache, antrean email, file website | Sering |
| `/home` | Folder pribadi setiap pengguna | Sesekali |
| `/root` | Folder pribadi pengguna root | Sesekali |
| `/usr` | Program, library, dokumentasi bawaan paket | Jarang |
| `/usr/local`, `/opt` | Software yang dipasang manual di luar manajer paket | Sesekali |
| `/boot` | Kernel dan file untuk proses boot | Jarang, jangan diubah sembarangan |
| `/tmp` | File sementara, bisa terhapus saat reboot | Jarang |
| `/dev` | Perangkat seperti disk (`/dev/sda`, `/dev/nvme0n1`) | Jarang |
| `/proc`, `/sys` | Folder virtual berisi info kernel dan proses | Untuk dibaca saja |
| `/mnt`, `/media` | Titik pasang disk tambahan atau media | Saat menambah disk |

## Apa saja isi /etc yang perlu kamu kenal?

`/etc` adalah tempat yang paling sering kamu kunjungi. Hampir semua isinya berupa file teks biasa yang bisa diedit dengan nano atau vim. Beberapa yang sering dipakai:

- `/etc/ssh/sshd_config`: pengaturan server SSH, misalnya port dan izin login root.
- `/etc/hosts` dan `/etc/hostname`: nama mesin dan pemetaan nama ke IP secara lokal.
- `/etc/fstab`: daftar disk atau partisi yang dipasang otomatis saat boot.
- `/etc/passwd`, `/etc/group`, `/etc/shadow`: data akun pengguna, grup, dan hash password.
- `/etc/sudoers` dan `/etc/sudoers.d/`: siapa boleh menjalankan perintah sebagai root.
- `/etc/systemd/system/`: file service buatan admin.
- `/etc/cron.d/` dan `/etc/crontab`: jadwal tugas otomatis sistem.
- `/etc/nginx/`, `/etc/php/`, `/etc/mysql/`: config aplikasi yang dipasang lewat paket.

Ada perbedaan kecil antar keluarga distro. Apache di Ubuntu dan Debian ada di `/etc/apache2/`, sedangkan di AlmaLinux ada di `/etc/httpd/`. Pengaturan default service di Debian sering ada di `/etc/default/`, sementara keluarga Red Hat memakai `/etc/sysconfig/`.

> **Sebelum mengedit config:**
>
> Biasakan membuat salinan dulu, misalnya `sudo cp /etc/ssh/sshd_config /etc/ssh/sshd_config.bak`. Kalau hasil edit membuat service gagal jalan, kamu tinggal mengembalikan salinannya.

## Kenapa /var sering membuat disk penuh?

Nama `/var` berasal dari "variable": isinya terus bertambah selama server berjalan. Subfolder yang perlu kamu kenal:

- `/var/log/`: log sistem dan aplikasi, seperti `/var/log/nginx/`, `/var/log/auth.log` (Debian/Ubuntu), atau `/var/log/secure` (AlmaLinux). Penjelasan lengkapnya ada di [lokasi log penting di Linux](https://nivelva.com/insight/log-linux-penting).
- `/var/lib/`: data milik aplikasi. Database MySQL atau MariaDB biasanya di `/var/lib/mysql/`, Docker di `/var/lib/docker/`, PostgreSQL di `/var/lib/postgresql/` (Debian/Ubuntu) atau `/var/lib/pgsql/` (AlmaLinux).
- `/var/www/`: lokasi umum file website, walau ini konvensi paket web server dan bukan aturan wajib.
- `/var/cache/`: cache, termasuk paket unduhan apt atau dnf.
- `/var/spool/`: antrean, misalnya email yang menunggu dikirim dan jadwal cron per pengguna.

Karena log, database, dan image Docker semuanya tinggal di `/var`, folder inilah tersangka pertama saat disk penuh. Perintah `sudo du -sh /var/* | sort -h` cepat menunjukkan subfolder mana yang paling besar. Langkah pembersihan yang aman dibahas di [cara membersihkan disk server yang penuh](https://nivelva.com/insight/disk-server-penuh).

## Apa bedanya /usr, /usr/local, dan /opt?

`/usr` berisi program dan library yang dipasang oleh manajer paket (apt atau dnf). Jangan menaruh file sendiri di sini, karena bisa tertimpa saat paket diperbarui.

Di distro modern, `/bin`, `/sbin`, dan `/lib` sebenarnya adalah tautan ke `/usr/bin`, `/usr/sbin`, dan `/usr/lib`. Susunan yang disebut "merged /usr" ini dipakai Ubuntu, Debian, dan AlmaLinux versi terbaru, jadi jangan bingung kalau perintah `ls -l /` menampilkan panah.

Untuk software yang kamu pasang sendiri dari kode sumber atau arsip unduhan, gunakan `/usr/local` (biasanya program kecil, misalnya skrip di `/usr/local/bin`) atau `/opt` (aplikasi utuh dalam satu folder, misalnya `/opt/namaapp`).

## Folder yang jangan diubah sembarangan

- `/proc` dan `/sys` bukan file sungguhan di disk. Kernel membuatnya saat berjalan. Kamu bisa membaca info seperti `/proc/cpuinfo` atau `/proc/meminfo`, tetapi menghapus atau menyalin isinya tidak ada gunanya.
- `/boot` berisi kernel. Menghapus file di sini bisa membuat server gagal boot.
- `/dev` berisi perangkat. Perintah salah seperti menulis ke `/dev/sda` bisa menghapus isi disk.
- `/etc/shadow` dan `/etc/sudoers` sebaiknya diubah lewat alat khusus (`passwd`, `visudo`), bukan diedit langsung.

## Bagaimana mencari file kalau lupa lokasinya?

Beberapa perintah yang membantu:

- `which nginx`: lokasi program yang dijalankan.
- `dpkg -L nginx` (Ubuntu/Debian) atau `rpm -ql nginx` (AlmaLinux): semua file yang dipasang suatu paket.
- `sudo find /etc -name "*.conf" -newer /etc/hostname`: mencari config yang baru diubah.
- `systemctl cat nginx`: melihat file service dan lokasinya.

Siapa yang boleh membaca dan mengubah file di folder-folder tersebut diatur oleh permission. Bila ingin mendalaminya, baca [memahami permission Linux](https://nivelva.com/insight/memahami-permission-linux-chmod-chown-bingung).

## Pertanyaan yang sering diajukan

### Di mana sebaiknya file website disimpan, /var/www atau /home?

Keduanya dipakai. /var/www adalah bawaan paket web server, sedangkan banyak panel hosting menaruh website di /home/namauser agar setiap pengguna terpisah. Yang penting konsisten dan permission-nya benar.

### Apakah aman menghapus isi /tmp?

File di /tmp memang sementara, tetapi bisa sedang dipakai proses yang berjalan. Lebih aman membiarkan sistem membersihkannya, atau menghapus hanya file lama milik aplikasi yang kamu kenal.

### Kenapa ada folder /root padahal sudah ada /home?

/root adalah folder pribadi pengguna root. Dipisah dari /home supaya admin tetap punya folder kerja walau /home berada di disk terpisah yang gagal dipasang.

## Sumber

- <https://refspecs.linuxfoundation.org/FHS_3.0/fhs/index.html>

---

Diterbitkan oleh Nivelva Insight (https://nivelva.com/insight/). Artikel ini: https://nivelva.com/insight/struktur-folder-linux-pemula-etc-sampai-var
Kontak Nivelva: WhatsApp https://wa.me/6285111245007, email hello@nivelva.com
