Anti-DDoS VPS: Apa Itu Serangan DDoS dan Cara Menangkalnya
Kenali jenis serangan DDoS, kenapa firewall di VPS saja tidak cukup, cara kerja penyaringan di jaringan edge, dan langkah yang tetap perlu kamu lakukan.
Jawaban singkat
DDoS adalah serangan yang membanjiri server dengan lalu lintas dari banyak sumber sampai layanan tidak bisa diakses. Serangan besar harus disaring di jaringan sebelum sampai ke VPS, sedangkan serangan di level aplikasi perlu ditangani juga dengan firewall, pembatasan request, dan WAF.
Daftar isi
DDoS (Distributed Denial of Service) adalah serangan yang membuat website atau server tidak bisa diakses dengan cara membanjirinya dengan lalu lintas dari banyak sumber sekaligus. Tujuannya bukan mencuri data, melainkan menghabiskan kapasitas jaringan, prosesor, atau aplikasi sampai pengunjung asli tidak terlayani.
Untuk pemilik VPS, pertanyaan pentingnya adalah: bagian mana yang bisa kamu tangani sendiri di server, dan bagian mana yang harus ditangani penyedia di jaringan? Artikel ini membahas jenis serangan DDoS, cara kerja perlindungannya, dan langkah praktis yang tetap perlu kamu lakukan.
Apa itu serangan DDoS dan bagaimana cara kerjanya?
Pada serangan DoS biasa, lalu lintas datang dari satu sumber, sehingga mudah diblokir. Pada DDoS, lalu lintas datang dari ribuan perangkat berbeda, biasanya kumpulan komputer, server, router, atau kamera yang sudah disusupi (botnet). Karena sumbernya tersebar, memblokir satu per satu alamat IP tidak efektif.
Serangan DDoS bisa terjadi pada siapa saja: toko online saat promo, server game, aplikasi SaaS, sampai website perusahaan kecil. Motifnya beragam, mulai dari persaingan, pemerasan, sampai iseng.
Apa saja jenis serangan DDoS?
Secara umum, serangan DDoS dibagi menjadi tiga kelompok berdasarkan bagian yang diserang.
| Jenis | Yang dihabiskan | Contoh | Tempat terbaik menangkalnya |
|---|---|---|---|
| Volumetrik | Kapasitas jaringan (bandwidth) | UDP flood, amplifikasi DNS atau NTP | Jaringan penyedia, sebelum sampai ke server |
| Protokol | Tabel koneksi di server, firewall, atau load balancer | SYN flood, paket yang dipecah-pecah | Jaringan penyedia, dibantu pengaturan kernel |
| Aplikasi (layer 7) | Prosesor dan database aplikasi | HTTP flood ke halaman login atau pencarian | Firewall aplikasi (WAF), rate limit, cache |
Serangan volumetrik mengirim lalu lintas sebanyak mungkin. Teknik amplifikasi memanfaatkan server pihak ketiga yang salah konfigurasi: penyerang mengirim permintaan kecil dengan alamat palsu, lalu server itu mengirim balasan besar ke korban.
Serangan protokol mengeksploitasi cara kerja protokol jaringan. Contoh klasiknya SYN flood, yaitu banjir permintaan koneksi TCP yang tidak pernah diselesaikan, sehingga tabel koneksi server penuh1.
Serangan aplikasi terlihat seperti pengunjung biasa. Jumlahnya tidak harus besar, tetapi menyasar halaman yang berat, misalnya pencarian atau login, sehingga prosesor dan database kewalahan.
Kenapa firewall di VPS saja tidak cukup?
Firewall di dalam VPS (iptables, nftables, atau UFW) bekerja setelah lalu lintas sampai ke server. Pada serangan volumetrik, masalahnya terjadi sebelum itu: jalur jaringan menuju server sudah penuh. Firewall bisa membuang paket jahat, tetapi paket pengunjung asli tetap tidak bisa masuk karena antreannya macet.
Karena itu, perlindungan DDoS yang efektif untuk serangan besar harus dilakukan di jaringan penyedia, di titik yang kapasitasnya jauh lebih besar daripada satu server. Lalu lintas disaring di sana, dan hanya lalu lintas bersih yang diteruskan ke VPS.
Bagaimana cara kerja anti-DDoS di jaringan edge?
Jaringan edge adalah titik masuk lalu lintas internet ke jaringan penyedia, sebelum sampai ke server tujuan. Perlindungan di edge bekerja kira-kira seperti ini:
- Semua lalu lintas menuju alamat IP servermu masuk lebih dulu ke jaringan penyaring.
- Sistem mengenali pola serangan, misalnya banjir paket UDP, SYN flood, atau paket yang tidak wajar.
- Lalu lintas jahat dibuang di tepi jaringan.
- Lalu lintas bersih diteruskan ke server, sehingga layanan tetap bisa diakses.
Di VPS High Performance Nivelva, perlindungan ini disebut Anti-DDoS Magic Transit. Magic Transit menyaring serangan DDoS di jaringan edge sebelum trafik sampai ke VPS: trafik jahat dibuang di tepi jaringan dan trafik bersih diteruskan ke servermu. Perlindungan ini sudah termasuk di semua paket Kilat, ditambah firewall dan security group yang bisa kamu atur sendiri. Rincian paketnya ada di panduan VPS High Performance.
Apa yang tetap perlu kamu lakukan di VPS?
Perlindungan jaringan menangani serangan besar, tetapi serangan di level aplikasi sering lolos karena bentuknya mirip pengunjung asli. Lapisan berikut tetap menjadi tanggung jawab pengelola server:
- Tutup port yang tidak dipakai. Pakai security group atau firewall agar hanya port yang dibutuhkan, misalnya 80 dan 443, yang terbuka untuk umum.
- Jangan buka database ke internet. MySQL, PostgreSQL, dan Redis sebaiknya hanya bisa diakses dari jaringan privat atau alamat tertentu.
- Batasi jumlah request. Fitur rate limit di Nginx atau aplikasi membatasi berapa kali satu alamat bisa mengakses halaman berat seperti login atau pencarian.
- Pakai cache. Halaman yang di-cache tidak perlu diproses ulang oleh PHP dan database setiap kali diminta.
- Pantau grafik pemakaian. Lonjakan CPU, koneksi, atau bandwidth yang tidak wajar adalah tanda awal serangan.
- Siapkan rencana darurat: siapa yang dihubungi, log apa yang disimpan, dan bagaimana mengaktifkan mode perlindungan tambahan di aplikasi.
Kapan butuh perlindungan terkelola seperti WAF dan SOC?
Kalau aplikasimu memproses transaksi, data pelanggan, atau sering menjadi sasaran bot, menangani serangan layer 7 sendiri bisa menyita waktu tim. Di sinilah WAF (Web Application Firewall) dengan rule yang disesuaikan, serta pemantauan oleh analis keamanan, menjadi berguna.
Paket Armor Shield dari NivelArmor mencakup WAF dan anti-DDoS dengan rule terkelola, pemantauan SOC 24/7, dan penanganan insiden. Penjelasan beda SOC, vulnerability scan, dan pentest ada di artikel apa itu SOC, vulnerability scan, dan pentest, dan rincian paketnya di panduan NivelArmor.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah DDoS bisa mencuri data?
DDoS bertujuan membuat layanan tidak bisa diakses, bukan mencuri data. Namun serangan DDoS kadang dipakai untuk mengalihkan perhatian tim dari serangan lain, jadi tetap pantau log saat terjadi serangan.
Apakah firewall di VPS cukup untuk menahan DDoS?
Untuk serangan kecil dan serangan aplikasi, firewall dan rate limit membantu. Untuk serangan volumetrik, jalur jaringan sudah penuh sebelum firewall bekerja, sehingga penyaringan harus dilakukan di jaringan penyedia.
Apakah semua paket VPS High Performance Nivelva dilindungi anti-DDoS?
Ya. Anti-DDoS Magic Transit sudah termasuk di semua paket Kilat, ditambah firewall dan security group yang bisa kamu atur sendiri.
Bagaimana tahu server sedang diserang DDoS?
Tanda umumnya adalah lonjakan bandwidth atau jumlah koneksi yang tidak wajar, website tiba-tiba lambat atau tidak bisa dibuka, dan banyak request dari alamat yang tidak dikenal di log.


