Lewati ke isi

Server & Infrastruktur

Apa Itu Cloud Database dan Kapan Lebih Baik dari VPS?

Pengertian cloud database (managed database), bedanya dengan database di VPS sendiri, hitungan biaya, dan kapan masing-masing lebih masuk akal.

Terbit 6 menit baca

Jawaban singkat

Cloud database adalah database siap pakai yang server, instalasi, dan konfigurasinya diurus penyedia. Pilihan ini lebih praktis daripada memasang database di VPS sendiri bila kamu hanya butuh database yang aman dan cepat siap, tanpa perlu akses superuser atau ekstensi khusus.

Daftar isi
  1. Apa itu cloud database?
  2. Apa bedanya dengan database di VPS sendiri?
  3. Kapan cloud database lebih masuk akal?
  4. Kapan database di VPS justru lebih cocok?
  5. Bagaimana keamanan cloud database dijaga?
  6. Berapa biaya cloud database di Nivelva?
  7. Bagaimana memilih engine yang tepat?
  8. Pertanyaan yang sering diajukan

Hampir semua aplikasi bisnis butuh database: website toko, aplikasi kasir, sistem absensi, sampai alur otomasi. Pertanyaannya, database itu mau dipasang di mana? Kamu bisa memasangnya sendiri di VPS, atau memakai cloud database yang sudah disiapkan dan dirawat penyedia.

Keduanya sama-sama menyimpan data. Bedanya ada pada siapa yang mengurus server, keamanan, dan perawatannya. Artikel ini membantu kamu memilih dengan jujur, termasuk kapan VPS justru lebih cocok.

Apa itu cloud database?

Cloud database (sering disebut managed database) adalah layanan database yang dijalankan di server penyedia. Kamu tidak memasang mesin database sendiri. Kamu cukup memilih engine, misalnya PostgreSQL atau MySQL, memilih ukuran, lalu menerima alamat koneksi yang siap ditempel ke aplikasi.

Yang diurus penyedia biasanya meliputi instalasi engine, konfigurasi dasar, pembaruan keamanan, enkripsi koneksi, dan pemantauan. Yang tetap jadi urusanmu adalah isi database: tabel, data, query, dan cara aplikasimu memakainya.

Apa bedanya dengan database di VPS sendiri?

Di VPS, kamu memegang seluruh server. Kamu bebas memasang versi apa pun, mengubah semua konfigurasi, dan memakai akun superuser. Sebagai gantinya, semua pekerjaan teknis ada di tanganmu: memasang engine, membuka port dengan aman, memasang sertifikat TLS, membuat backup, memperbarui sistem, dan memastikan server tidak kehabisan memori.

Cloud databaseDatabase di VPS sendiri
Waktu siapHitungan menitTergantung keahlian dan waktu tim
Instalasi dan konfigurasiDiurus penyediaDikerjakan sendiri
Akses superuserUmumnya dibatasiPenuh
Ekstensi dan pengaturan khususTerbatas pada yang diizinkanBebas
Keamanan koneksiSudah disiapkanHarus disetel sendiri
Cocok untukAplikasi yang butuh database siap pakaiKebutuhan khusus dan tim yang paham server

Kalau kamu belum terlalu akrab dengan VPS, baca dulu apa itu VPS supaya perbandingannya lebih jelas.

Kapan cloud database lebih masuk akal?

Cloud database biasanya jadi pilihan yang lebih hemat waktu dalam situasi berikut:

  • Tim kecil tanpa admin server. Kamu ingin fokus membangun aplikasi, bukan menyetel file konfigurasi database.
  • Aplikasi dan database dipisah. Misalnya aplikasi berjalan di hosting atau container, sementara database berdiri sendiri supaya bisa dipakai beberapa aplikasi.
  • Butuh cepat. Proyek klien, aplikasi internal, atau lingkungan staging yang harus siap hari ini.
  • Alur otomasi. Platform seperti n8n bisa memakai PostgreSQL untuk menyimpan data alur kerjanya.

Kapan database di VPS justru lebih cocok?

Ada kebutuhan yang memang lebih pas dijalankan di server sendiri. Jangan memaksakan cloud database bila kamu membutuhkan:

  • Akses superuser untuk mengubah pengaturan tingkat server.
  • Ekstensi khusus seperti pgvector (pencarian vektor untuk AI) atau PostGIS (data peta). Keduanya belum tersedia di Cloud Database Nivelva.
  • Replikasi, high availability, atau pemulihan ke titik waktu tertentu (PITR). Fitur ini juga belum tersedia di Cloud Database Nivelva.
  • Database sangat besar atau konfigurasi yang harus disetel penuh sesuai beban kerja.

Untuk kebutuhan seperti itu, VPS memberimu kendali penuh. Kalau kamu ingin kendali penuh tapi tidak mau repot merawat servernya, pertimbangkan managed VPS.

Bagaimana keamanan cloud database dijaga?

Database yang bisa dihubungi dari internet harus dilindungi berlapis. Di Cloud Database Nivelva, perlindungannya meliputi:

  • TLS wajib untuk semua koneksi, dengan sertifikat CA Nivelva yang bisa diunduh dari dasbor untuk verifikasi penuh.
  • Port khusus untuk setiap database.
  • Allowlist IP, sehingga hanya IP atau rentang CIDR yang kamu daftarkan yang bisa terhubung.
  • Akun terbatas. Kamu mendapat user pemilik database defaultdb yang bisa membuat tabel, indeks, view, dan memakai ekstensi yang diizinkan. Akses root atau superuser tidak diberikan.

Berapa biaya cloud database di Nivelva?

Biaya dihitung per bulan: harga paket ditambah storage Rp3.000 per GB (1 sampai 500 GB), ditambah biaya lokasi bila ada. CPU dan RAM sesuai paket khusus untuk databasemu, tidak dibagi dengan pengguna lain.

PaketvCPURAMHarga paket per bulan
Mini0,5512 MBRp15.000
S11 GBRp22.000
M12 GBRp35.000
L22 GBRp42.000

Contohnya, paket Mini dengan storage 1 GB totalnya Rp18.000 per bulan. Engine yang tersedia adalah PostgreSQL, MySQL, MariaDB, dan MongoDB. MongoDB tersedia mulai paket S, sehingga harganya mulai Rp25.000 per bulan. Harga di atas sesuai halaman produk saat artikel ini ditulis, cek halaman Cloud Database untuk angka terbaru.

Beberapa hal lain yang perlu kamu tahu sebelum memesan:

  • Database biasanya siap sekitar 1 menit setelah pembayaran terkonfirmasi.
  • Lokasi saat ini Jakarta. Singapore, Amerika Serikat, dan Eropa sedang disiapkan.
  • Naik paket atau tambah storage bisa kapan saja dari dasbor tanpa mengganti alamat koneksi.
  • Backup harian tersedia sebagai add-on: 7 hari Rp10.000 per bulan atau 30 hari Rp20.000 per bulan, untuk PostgreSQL, MySQL, dan MariaDB.

Bagaimana memilih engine yang tepat?

  • PostgreSQL: serbaguna untuk data relasional, JSON, dan full-text search. Pilihan umum untuk aplikasi baru dan n8n.
  • MySQL: cocok untuk WordPress, Laravel, dan aplikasi PHP.
  • MariaDB: kompatibel dengan aplikasi MySQL dan ringan.
  • MongoDB: database dokumen untuk data berbentuk JSON tanpa skema tetap.

Kalau aplikasimu sudah menyebut engine tertentu di dokumentasinya, ikuti saja. Kalau ragu, pilih versi yang ditandai "disarankan" di halaman pemesanan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cloud database sama dengan hosting database biasa?

Mirip, tapi cloud database biasanya memberi sumber daya khusus, koneksi terenkripsi, dan pengaturan akses sendiri, bukan sekadar database di server bersama.

Apakah saya bisa memakai akses root di Cloud Database Nivelva?

Tidak. Kamu mendapat user pemilik database yang bisa membuat tabel, indeks, dan view. Akses administrasi tetap di Nivelva supaya keamanan dan konfigurasi terjaga.

Apakah tersedia pgvector atau PostGIS?

Belum. PostgreSQL memakai image resmi dengan ekstensi bawaan seperti pg_trgm, pgcrypto, uuid-ossp, hstore, dan citext. Untuk pgvector atau PostGIS, database di VPS lebih cocok.

Bagaimana cara membayarnya?

Penagihan bulanan dalam Rupiah, dengan QRIS dan metode lain yang tersedia di halaman checkout.

Bisakah database hanya diakses dari server saya?

Bisa. Tambahkan IP atau rentang CIDR servermu di menu Keamanan (allowlist).

Sumber & referensi

Baca juga