Cara Membuat Subtitle Video Bahasa Indonesia dengan AI
Langkah membuat subtitle bahasa Indonesia dengan AI, dari menyiapkan audio, memilih alat, menyunting file SRT, sampai mengunggah ke YouTube.
Jawaban singkat
Subtitle bahasa Indonesia bisa dibuat otomatis dengan fitur teks di aplikasi edit video, teks otomatis YouTube, atau model pengenal suara seperti Whisper. Hasilnya tetap perlu disunting, terutama nama, istilah, dan pemenggalan baris, sebelum diunggah sebagai file SRT.
Daftar isi
Masih mengetik subtitle satu per satu sambil memutar ulang video? Sekarang sebagian besar pekerjaan itu bisa diambil alih AI. Pengenal suara otomatis menulis transkrip lengkap dengan penanda waktu, lalu kamu tinggal menyunting bagian yang keliru.
Ada tiga jalur yang umum dipakai: fitur teks otomatis di aplikasi edit video, teks otomatis bawaan YouTube, dan model pengenal suara seperti Whisper yang bisa dijalankan sendiri. Ketiganya mendukung bahasa Indonesia. Bedanya ada di kendali, privasi, dan seberapa banyak penyuntingan yang kamu butuhkan. Langkah berikut berlaku untuk ketiganya.
Bagaimana langkah membuat subtitle dengan AI?
1. Perbaiki audio sebelum ditranskripsi
AI hanya sebaik audio yang ia dengar. Suara yang tertutup musik latar atau gema ruangan akan menghasilkan banyak salah tulis. Kalau memungkinkan:
- Gunakan mikrofon clip-on atau mikrofon dekat mulut saat merekam.
- Kecilkan musik latar saat ada orang bicara, atau transkripsi dari file suara tanpa musik.
- Potong bagian hening panjang di awal dan akhir video.
Bantuan YouTube sendiri menyebut salah ucap, aksen, dialek, dan bunyi latar sebagai penyebab kesalahan teks otomatis. Jadi waktu yang kamu habiskan di tahap ini akan menghemat waktu menyunting.
2. Pilih alat yang sesuai kebutuhan
| Jalur | Cocok untuk | Kelebihan | Hal yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|---|
| Fitur teks otomatis aplikasi edit video | Video pendek media sosial | Teks langsung tampil di video dengan gaya animasi | Biasanya "dibakar" ke video, tidak bisa dimatikan penonton |
| Teks otomatis YouTube | Video yang memang diunggah ke YouTube | Gratis, bisa disunting di YouTube Studio | Perlu waktu proses setelah unggah, akurasi bergantung audio |
| Whisper atau model sejenis di komputer/server sendiri | Banyak video, materi internal, butuh file SRT | Audio tidak dikirim ke layanan pihak ketiga, hasil SRT/VTT siap pakai | Butuh sedikit kemampuan teknis, lambat tanpa GPU |
Per 7 November 2026, halaman bantuan YouTube mencantumkan bahasa Indonesia, Jawa, dan Sunda di daftar bahasa teks otomatis untuk video panjang maupun Shorts.
3. Jalankan transkripsi
Untuk aplikasi edit video, cari menu seperti "teks otomatis" atau "auto captions", lalu pilih bahasa Indonesia secara eksplisit. Jangan biarkan deteksi otomatis bila videonya bercampur istilah bahasa Inggris, karena alat bisa salah menebak bahasa utama.
Untuk YouTube, unggah video lalu tunggu. Teks otomatis tidak selalu tersedia segera setelah unggah, waktunya tergantung kerumitan audio.
Untuk Whisper versi open-source dari OpenAI, setelah Python dan ffmpeg terpasang, perintah dasarnya:
pip install -U openai-whisper
whisper video.mp4 --language Indonesian --model medium --output_format srt
Perintah itu menghasilkan file video.srt di folder yang sama. Model yang lebih besar umumnya lebih akurat tetapi lebih lambat dan butuh memori lebih banyak. Kalau videonya banyak, menjalankannya di server membuat laptop tetap bebas dipakai. Gambaran kecepatan model AI tanpa kartu grafis ada di menjalankan LLM di VPS tanpa GPU.
4. Pahami format file SRT
SRT adalah format subtitle paling umum dan bisa dibuka dengan editor teks biasa. Setiap potongan terdiri dari nomor urut, rentang waktu, dan teks:
1
00:00:01,000 --> 00:00:04,200
Halo, di video ini kita bahas
cara menyimpan stok bahan baku.
2
00:00:04,400 --> 00:00:07,800
Mulai dari yang paling sering salah.
Perhatikan bahwa milidetik dipisah dengan koma, dan antarpotongan dipisah satu baris kosong. Format VTT mirip, tetapi memakai titik untuk milidetik dan diawali baris WEBVTT.
5. Sunting hasilnya
Ini langkah yang tidak boleh dilewati. Fokuskan penyuntingan pada:
- Nama orang, merek, dan tempat. AI sering menulis nama sesuai bunyinya, bukan ejaan yang benar.
- Istilah teknis dan kata serapan. Kata seperti "workflow" atau "dashboard" kadang ditulis sebagai kata Indonesia yang mirip bunyinya.
- Angka. Pastikan "lima belas" dan "lima puluh" tidak tertukar.
- Panjang baris. Satu potongan sebaiknya maksimal dua baris pendek agar sempat dibaca. Pecah kalimat yang terlalu panjang.
- Kata pengisi. Hapus "eee", "apa namanya", dan pengulangan yang tidak menambah makna, asalkan arti kalimat tidak berubah.
Asisten AI berbasis chat bisa membantu tahap ini. Tempel isi SRT, lalu minta: "Perbaiki ejaan dan tanda baca, jangan ubah nomor dan waktu, jangan ubah makna." Setelah itu tetap cek ulang sambil menonton, karena perubahan teks bisa membuat waktu tidak sinkron dengan ucapan.
6. Unggah atau tempelkan subtitle
Di YouTube Studio, buka menu Subtitles, pilih video, lalu unggah file SRT atau sunting teks otomatis yang sudah ada. Subtitle yang diunggah sebagai file bisa dinyalakan atau dimatikan oleh penonton.
Untuk Reels, TikTok, atau video yang diputar tanpa suara, teks yang menempel di video sering lebih efektif. Gunakan fitur teks di aplikasi edit video, atau impor file SRT bila aplikasinya mendukung.
Perlukah membuat versi bahasa lain?
Setelah subtitle Indonesia rapi, file yang sama bisa diterjemahkan untuk penonton luar negeri. Terjemahkan per potongan dengan waktu yang tetap. Akurasi terjemahan AI untuk bahasa Indonesia dibahas di seberapa akurat AI menerjemahkan bahasa Indonesia. Kalau kamu ingin suaranya ikut diganti, lihat cara membuat dubbing video ke bahasa lain dengan AI.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah subtitle otomatis cukup tanpa disunting?
Untuk video santai mungkin bisa diterima, tetapi untuk video bisnis atau edukasi sebaiknya selalu disunting. Kesalahan nama atau angka di subtitle mengurangi kepercayaan penonton.
Subtitle yang menempel di video atau file terpisah, mana lebih baik?
File terpisah (SRT/VTT) bisa dimatikan, diterjemahkan, dan disunting tanpa render ulang. Teks menempel lebih cocok untuk video pendek media sosial yang sering ditonton tanpa suara.
Bagaimana kalau video bercampur bahasa Indonesia dan bahasa daerah?
Pilih bahasa utama yang paling dominan, lalu sunting bagian bahasa daerah secara manual. YouTube mendukung teks otomatis bahasa Jawa dan Sunda, tetapi satu video tetap diproses dengan satu bahasa.
Apakah Whisper bisa dipakai tanpa internet?
Versi open-source bisa berjalan di komputer sendiri setelah model diunduh. Audio tidak perlu dikirim ke layanan luar, cocok untuk rekaman internal.
Berapa lama transkripsi dengan Whisper?
Tergantung ukuran model, durasi video, dan perangkat keras. Dengan GPU jauh lebih cepat dibanding hanya CPU. Coba dulu dengan potongan video pendek untuk memperkirakan waktunya.
Checklist sebelum subtitle tayang:
- Audio cukup bersih dan bahasa dipilih manual.
- Nama, merek, istilah, dan angka sudah dicek.
- Tiap potongan maksimal dua baris pendek.
- Waktu masih sinkron setelah teks disunting.
- File SRT tersimpan untuk dipakai ulang atau diterjemahkan.


