Lewati ke isi

Website & Domain

Cara Mengganti URL WordPress Setelah Pindah Domain

Pindah domain tapi WordPress masih mengarah ke alamat lama? Ganti Site URL, ubah link di database tanpa merusak data serialized, lalu pasang redirect 301.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Ganti WordPress Address dan Site Address ke domain baru (lewat dashboard, wp-config.php, atau tabel options), lalu ubah link lama di database dengan alat search-replace yang paham data serialized seperti WP-CLI. Terakhir, pasang redirect 301 dari domain lama.

Daftar isi
  1. Apa yang perlu disiapkan sebelum mulai?
  2. Langkah mengganti URL WordPress
  3. 1. Ganti alamat utama situs
  4. 2. Ganti link lama di seluruh database
  5. 3. Jangan ubah kolom GUID
  6. 4. Bersihkan cache dan simpan ulang permalink
  7. 5. Periksa sisa alamat lama
  8. 6. Pasang redirect 301 dari domain lama
  9. 7. Beri tahu Google
  10. Cara mana yang paling aman?
  11. Pertanyaan yang sering diajukan

Sudah pindah ke domain baru, tapi setiap kali membuka situs kamu malah dilempar ke domain lama, atau gambar dan link di dalam artikel masih menunjuk ke alamat lama? Itu karena WordPress menyimpan alamat situs di database, dan alamat lama tertanam di ratusan tempat: pengaturan, isi tulisan, menu, sampai pengaturan widget.

Penggantiannya dilakukan dalam tiga lapis: ubah alamat utama situs, ganti semua link lama di database dengan alat yang aman, lalu pasang redirect 301 dari domain lama agar pengunjung dan peringkat Google ikut pindah.

Apa yang perlu disiapkan sebelum mulai?

  • Domain baru sudah mengarah ke hosting dan bisa dibuka. Kalau belum, ikuti dulu cara mengarahkan domain ke hosting lewat nameserver.
  • SSL untuk domain baru sudah aktif, supaya kamu langsung memakai https://.
  • Backup lengkap file dan database.
  • Catat alamat lama dan baru persis, termasuk https dan ada tidaknya www. Contoh di artikel ini memakai https://lama.com dan https://baru.com.

Langkah mengganti URL WordPress

1. Ganti alamat utama situs

Pilih salah satu cara, sesuai apakah dashboard masih bisa dibuka.

Lewat dashboard. Buka Settings > General, ganti WordPress Address (URL) dan Site Address (URL) ke https://baru.com, lalu simpan. Kamu akan diminta login ulang di domain baru.

Lewat wp-config.php bila dashboard terus mengalihkan ke domain lama. Tambahkan di atas komentar "That's all, stop editing!":

define( 'WP_HOME', 'https://baru.com' );
define( 'WP_SITEURL', 'https://baru.com' );

Selama konstanta ini ada, kolom alamat di Settings > General terkunci dan tidak bisa diubah dari dashboard.

Lewat phpMyAdmin. Buka tabel wp_options (sesuaikan awalan tabel), lalu ubah nilai baris siteurl dan home ke alamat baru.

Mengubah Site URL saja tidak cukup. Gambar di dalam artikel, link antarhalaman, dan pengaturan tema masih menyimpan alamat lama.

Yang paling penting di langkah ini: jangan memakai perintah SQL REPLACE biasa. Banyak plugin dan tema menyimpan pengaturan dalam format serialized PHP yang mencatat panjang setiap teks. Kalau lama.com diganti baru.com lewat SQL mentah dan panjangnya berubah, data itu rusak, dan pengaturan widget atau tema bisa hilang tanpa pesan error. Dokumentasi resmi WordPress tentang migrasi memperingatkan hal ini.

Dengan WP-CLI (di VPS atau hosting yang menyediakan SSH), uji dulu tanpa mengubah apa pun:

wp search-replace 'https://lama.com' 'https://baru.com' --skip-columns=guid --dry-run

Perintah itu menampilkan tabel dan jumlah baris yang akan berubah. Kalau sudah yakin, jalankan lagi tanpa --dry-run. WP-CLI menangani data serialized dengan benar.

Tanpa akses SSH, pakai plugin search-replace yang juga memahami data serialized, misalnya Better Search Replace. Gunakan fitur uji coba (dry run) lebih dulu, lalu nonaktifkan dan hapus pluginnya setelah selesai.

3. Jangan ubah kolom GUID

Kolom guid di tabel wp_posts adalah penanda unik tulisan untuk pembaca feed RSS, bukan link yang dipakai pengunjung. Dokumentasi WordPress tegas meminta kolom ini tidak diubah, karena aplikasi pembaca feed bisa menganggap semua tulisan lama sebagai tulisan baru. Itu sebabnya contoh perintah di atas memakai --skip-columns=guid.

Hapus cache dari plugin cache, cache server, dan CDN bila ada. Lalu buka Settings > Permalinks dan klik Save Changes tanpa mengubah apa pun, supaya aturan rewrite disegarkan.

5. Periksa sisa alamat lama

Buka beberapa halaman, klik kanan, pilih "View Page Source", lalu cari teks lama.com. Sisa yang sering terlewat ada di CSS kustom tema, pengaturan page builder, widget HTML, dan file yang ditulis plugin (misalnya file CSS hasil generate). Kalau ada aset yang masih dimuat lewat http://, peringatan gembok akan muncul, dan cara mengatasinya ada di mixed content setelah pasang SSL.

6. Pasang redirect 301 dari domain lama

Biarkan domain lama tetap aktif dan arahkan setiap URL ke pasangannya di domain baru. Di hosting Apache atau LiteSpeed, .htaccess di folder domain lama bisa berisi:

RewriteEngine On
RewriteCond %{HTTP_HOST} ^(www\.)?lama\.com$ [NC]
RewriteRule ^(.*)$ https://baru.com/$1 [R=301,L]

Aturan ini mempertahankan path, jadi lama.com/produk/kopi diarahkan ke baru.com/produk/kopi, bukan sekadar ke beranda. Strategi lengkapnya dibahas di redirect 301 saat ganti domain.

7. Beri tahu Google

Tambahkan domain baru sebagai properti di Google Search Console, kirim ulang sitemap, lalu gunakan fitur Change of Address dari properti domain lama. Fitur ini membantu Google memindahkan sinyal ke domain baru lebih cepat, dengan syarat redirect 301 sudah berjalan.

Cara mana yang paling aman?

CaraMengubah apaKelebihanRisiko
Settings > GeneralHanya siteurl dan homePaling mudahLink di isi tulisan tetap lama
WP_HOME dan WP_SITEURLMengunci alamat lewat fileBisa saat dashboard terkunciKolom di dashboard tidak bisa diedit selama konstanta ada
phpMyAdmin, tabel optionsHanya siteurl dan homeTidak butuh dashboardSalah baris bisa membuat situs tidak bisa dibuka
WP-CLI search-replaceSeluruh databaseAman untuk data serialized, ada dry runButuh SSH
Plugin search-replaceSeluruh databaseTanpa SSHHarus dihapus setelah selesai
SQL REPLACE mentahSeluruh databaseCepatMerusak data serialized, hindari

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ganti domain menghilangkan ranking Google?

Biasanya ada guncangan sementara. Redirect 301 per halaman, sitemap baru, dan fitur Change of Address membantu sinyal peringkat berpindah. Yang membuat ranking hilang permanen adalah lupa memasang redirect.

Berapa lama domain lama harus dipertahankan?

Selama mungkin. Panduan Google untuk pindah situs menyarankan redirect dipertahankan minimal satu tahun. Domain lama yang dibiarkan kedaluwarsa bisa dibeli orang lain dan dipakai untuk menipu pelangganmu.

Email di domain lama ikut pindah juga?

Tidak otomatis. Website dan email adalah layanan terpisah. Siapkan akun email di domain baru dan aktifkan penerusan dari alamat lama selama masa transisi.

Setelah ganti URL, kenapa muncul too many redirects?

Biasanya karena alamat di WordPress, aturan .htaccess, dan pengaturan CDN tidak sama, misalnya beda www atau beda http dan https. Panduan error too many redirects menjelaskan cara melacaknya.

Checklist akhir:

  • Site URL dan Home sudah domain baru.
  • Search-replace dijalankan dengan dry run dulu, kolom guid dilewati.
  • Cache dibersihkan dan permalink disimpan ulang.
  • Redirect 301 per halaman dari domain lama aktif.
  • Domain baru terdaftar di Search Console dan Change of Address dikirim.

Sumber & referensi

Baca juga