Lewati ke isi

Keamanan/Cyber Security

Penipuan Deepfake Suara: Verifikasi Perintah Transfer

Suara atasan atau keluarga bisa ditiru AI untuk minta transfer mendesak. Pelajari kasusnya dan susun kebijakan telepon balik serta kata sandi.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

AI bisa meniru suara dan wajah dari rekaman publik, lalu dipakai untuk meminta transfer atas nama atasan atau keluarga. Pertahanan paling efektif bukan menebak asli atau palsu, tapi kebijakan: tutup telepon, hubungi balik ke nomor yang sudah dikenal, dan gunakan kata sandi verifikasi.

Daftar isi
  1. Bagaimana penipuan deepfake bekerja?
  2. Kasus yang sering dijadikan pelajaran
  3. Menyusun kebijakan verifikasi untuk bisnis
  4. Langkah 1: Tetapkan permintaan yang wajib diverifikasi
  5. Langkah 2: Wajibkan telepon balik ke nomor tercatat
  6. Langkah 3: Buat kata sandi verifikasi
  7. Langkah 4: Terapkan persetujuan dua orang
  8. Langkah 5: Lindungi staf yang menunda
  9. Langkah 6: Kurangi bahan baku pelaku
  10. Tanda yang patut dicurigai saat telepon berlangsung
  11. Ringkasan kebijakan
  12. Pertanyaan yang sering diajukan

Kalau suara di telepon terdengar persis seperti direkturmu dan ia meminta transfer segera, apakah kamu akan menurutinya? Jawaban yang aman: tidak sebelum diverifikasi lewat jalur lain. Teknologi kloning suara dan video berbasis AI sudah cukup meyakinkan sehingga telinga dan mata tidak bisa lagi dijadikan satu-satunya bukti.

Melawannya tidak butuh keahlian forensik. Yang dibutuhkan adalah aturan sederhana yang dijalankan setiap kali ada permintaan uang atau data, siapa pun yang tampaknya meminta.

Bagaimana penipuan deepfake bekerja?

Pelaku mengumpulkan rekaman suara atau video target dari internet: video presentasi, wawancara, unggahan media sosial, atau pesan suara. Dengan alat AI, rekaman pendek itu dipakai untuk membuat suara tiruan yang bisa mengucapkan kalimat apa pun.

FBI dalam pengumuman layanan publik Desember 2024 menjelaskan beberapa pola: klip suara pendek yang meniru anggota keluarga untuk mengarang situasi darurat, audio tiruan untuk mengakses rekening bank, dan video tiruan dalam panggilan video langsung yang menyamar sebagai eksekutif perusahaan atau aparat. Pada Mei 2025, FBI juga memperingatkan pesan suara buatan AI yang meniru pejabat senior Amerika Serikat untuk membangun kepercayaan, lalu menggiring korban ke tautan berbahaya.

Komisi Perdagangan Federal AS (FTC) sejak 2023 sudah mengingatkan modus "darurat keluarga": penelepon terdengar seperti anak atau kerabat yang kecelakaan atau ditangkap, lalu meminta uang lewat transfer, kripto, atau kartu hadiah.

Kasus yang sering dijadikan pelajaran

Salah satu kasus yang sering dikutip menimpa Arup, perusahaan teknik asal Inggris. Dalam video Forum Ekonomi Dunia (Desember 2024), disebutkan bahwa pada awal 2024 penipu mencuri US$25 juta dari Arup dengan memakai tiruan digital seorang manajer senior untuk memperdaya karyawan agar melakukan transfer. Rob Greig, Global CIO Arup, menekankan bahwa tidak ada sistem yang dibobol. Ia menyebutnya rekayasa sosial yang diperkuat teknologi.

Artinya, firewall dan antivirus tidak berperan di sini. Serangan seperti ini hanya bisa dihentikan di titik ketika seseorang memutuskan untuk menjalankan transfer, dan di situlah prosedur bekerja.

Menyusun kebijakan verifikasi untuk bisnis

Langkah berikut bisa langsung dijadikan aturan tertulis, terutama untuk bagian keuangan, HR, dan admin yang memegang akses penting.

Langkah 1: Tetapkan permintaan yang wajib diverifikasi

Tulis daftar yang jelas. Contohnya: semua transfer di atas batas tertentu, pembayaran ke rekening baru, perubahan rekening pemasok atau gaji, permintaan data karyawan atau pelanggan, reset password akun penting, dan pembelian voucher atau kartu hadiah.

Langkah 2: Wajibkan telepon balik ke nomor tercatat

Ini inti kebijakan. Bila permintaan datang lewat telepon, pesan suara, chat, atau video, tutup dulu, lalu hubungi orangnya lewat nomor yang sudah ada di data perusahaan. Jangan memakai nomor yang diberikan dalam pesan itu. FBI dan FTC sama-sama menyarankan cara ini: tutup dan hubungi balik lewat nomor yang kamu verifikasi sendiri.

Langkah 3: Buat kata sandi verifikasi

FBI menyarankan keluarga menyepakati kata atau frasa rahasia. Konsep yang sama bisa dipakai di kantor untuk permintaan bernilai tinggi. Aturannya:

  • Disepakati tatap muka, tidak pernah ditulis di email atau chat.
  • Diganti berkala dan setiap ada pergantian staf terkait.
  • Ditanyakan oleh penerima perintah, bukan diucapkan sukarela oleh peminta.

Langkah 4: Terapkan persetujuan dua orang

Untuk transfer besar, satu orang mengajukan dan orang lain menyetujui. Pelaku harus menipu dua orang sekaligus, dan orang kedua tidak berada di bawah tekanan telepon yang sama.

Langkah 5: Lindungi staf yang menunda

Tulis secara eksplisit bahwa karyawan boleh dan wajib menunda perintah sampai verifikasi selesai, termasuk bila perintah itu ternyata asli dari pimpinan. Penipu memanfaatkan rasa sungkan dan takut pada atasan. Pimpinan yang mendukung kebijakan ini di depan tim membuat aturannya benar-benar berjalan.

Langkah 6: Kurangi bahan baku pelaku

Rekaman suara dan video pimpinan di internet tidak bisa dihapus semuanya, tapi bisa dibatasi. FBI menyarankan membatasi foto dan rekaman suara yang publik, serta membuat akun media sosial privat bila memungkinkan.

Tanda yang patut dicurigai saat telepon berlangsung

Menebak dari suara memang tidak bisa diandalkan, tapi beberapa sinyal tetap layak diperhatikan. FBI menyarankan memperhatikan cacat halus pada gambar dan video, misalnya tangan atau kaki yang terdistorsi serta gigi atau mata yang tampak tidak wajar. Pada suara, perhatikan nada dan pilihan kata yang tidak seperti biasanya.

Sinyal dari isi permintaan justru lebih kuat: desakan waktu, permintaan merahasiakan dari rekan lain, alasan tidak bisa dihubungi lewat jalur biasa, nomor baru, dan cara pembayaran yang tidak lazim. Pola desakan seperti ini juga muncul pada modus invoice palsu lewat email dan phishing pada umumnya, yang dibahas di cara mengenali phishing.

Ringkasan kebijakan

SituasiTindakan
Telepon atau video meminta transfer mendesakTutup, hubungi balik ke nomor tercatat
Pesan dari nomor baru mengaku atasan atau keluargaKonfirmasi lewat saluran lama yang sudah dikenal
Permintaan bernilai tinggiTanyakan kata sandi verifikasi, minta persetujuan orang kedua
Permintaan kode OTP atau 2FATolak, kode tidak pernah dibagikan

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ada aplikasi yang bisa mendeteksi suara deepfake?

Ada berbagai alat pendeteksi, tapi hasilnya tidak bisa dijadikan satu-satunya pegangan. Kebijakan telepon balik dan kata sandi verifikasi tetap berfungsi seberapa pun bagus kualitas tiruannya.

Berapa banyak rekaman yang dibutuhkan untuk meniru suara?

FTC dan FBI menyebut pelaku bisa memakai klip suara pendek, misalnya yang diunggah ke internet. Karena itu, siapa pun yang suaranya tersedia publik bisa menjadi sasaran.

Bagaimana kalau orang yang diminta verifikasi tidak bisa dihubungi?

Tunda permintaannya. Hubungi orang lain yang mengetahui keberadaannya, seperti sekretaris atau anggota keluarga lain. Permintaan asli hampir selalu bisa menunggu sampai verifikasi selesai.

Apa yang dilakukan bila sudah terlanjur transfer?

Segera hubungi bank lewat jalur resmi untuk meminta upaya penahanan dana, simpan bukti percakapan dan rekaman bila ada, lalu laporkan ke pihak berwenang.

Checklist singkat untuk ditempel di meja keuangan:

  • Permintaan uang lewat telepon atau video selalu diverifikasi ulang.
  • Hubungi balik hanya ke nomor yang sudah tercatat.
  • Kata sandi verifikasi ditanyakan, bukan ditunggu.
  • Transfer besar butuh dua orang.
  • Menunda demi verifikasi tidak pernah salah.

Sumber & referensi

Baca juga