Apa Itu Subnet dan CIDR? Penjelasan untuk Admin Pemula
Penjelasan subnet dan notasi CIDR seperti /24 atau /29 dengan bahasa sederhana, cara menghitung rentang IP, dan contoh pemakaiannya di server dan firewall.
Jawaban singkat
Subnet adalah potongan dari sebuah jaringan IP, dan CIDR adalah cara menuliskan ukurannya dengan garis miring, misalnya /24. Angka setelah garis miring menunjukkan berapa bit awal yang menjadi alamat jaringan; makin besar angkanya, makin sedikit alamat di subnet itu.
Daftar isi
Bayangkan kamu baru menerima akses ke sebuah VPS. Di panel tertulis alamat 103.x.x.10/24, lalu di dokumentasi firewall ada contoh aturan "izinkan 10.0.0.0/8". Angka di belakang garis miring itu terlihat sepele, padahal salah membacanya bisa membuat firewall membuka akses ke jutaan alamat, atau sebaliknya memblokir server di sebelahmu sendiri.
Singkatnya, subnet adalah potongan dari sebuah jaringan IP, dan CIDR (Classless Inter-Domain Routing) adalah cara menuliskan ukuran potongan itu. Notasi /24 berarti 24 bit pertama dari alamat IPv4 adalah bagian jaringan, dan sisanya (8 bit) dipakai untuk perangkat. Setelah paham logika ini, kamu bisa membaca hampir semua konfigurasi jaringan dengan lebih tenang.
Alamat IPv4 itu sebenarnya 32 bit
Alamat seperti 192.168.10.25 terlihat seperti empat angka, tapi komputer melihatnya sebagai 32 angka biner (bit), dibagi menjadi empat kelompok berisi 8 bit. Setiap kelompok bernilai 0 sampai 255.
Alamat IP selalu terdiri dari dua bagian. Bagian depan menunjukkan jaringan (ibaratnya nama jalan), bagian belakang menunjukkan perangkat di jaringan itu (nomor rumah). Pertanyaannya: di mana batas antara keduanya? Di situlah subnet mask dan CIDR berperan.
Subnet mask menuliskan batas itu dalam format yang sama dengan alamat IP. Mask 255.255.255.0 berarti 24 bit pertama bernilai 1 (bagian jaringan) dan 8 bit terakhir bernilai 0 (bagian perangkat). CIDR hanya meringkasnya: daripada menulis 255.255.255.0, cukup tulis /24.
Apa arti angka /24, /29, atau /32?
Angka setelah garis miring adalah jumlah bit jaringan. Sisa bitnya (32 dikurangi angka itu) menentukan berapa banyak alamat di subnet tersebut, dengan rumus 2 pangkat jumlah bit sisa.
Di jaringan IPv4 biasa, dua alamat di setiap subnet punya peran khusus: alamat pertama adalah alamat jaringan dan alamat terakhir adalah alamat broadcast. Keduanya tidak dipasang ke perangkat, sehingga jumlah host yang bisa dipakai adalah total alamat dikurangi dua. Pengecualiannya /31, yang menurut RFC 3021 boleh dipakai untuk sambungan titik-ke-titik dengan dua alamat penuh, dan /32 yang berarti tepat satu alamat.
| CIDR | Subnet mask | Total alamat | Host yang bisa dipakai | Contoh pemakaian |
|---|---|---|---|---|
| /32 | 255.255.255.255 | 1 | 1 | Satu IP tertentu di aturan firewall |
| /30 | 255.255.255.252 | 4 | 2 | Sambungan antar dua router |
| /29 | 255.255.255.248 | 8 | 6 | Blok IP publik kecil untuk kantor |
| /28 | 255.255.255.240 | 16 | 14 | Jaringan server kecil |
| /27 | 255.255.255.224 | 32 | 30 | Satu lantai kantor kecil |
| /26 | 255.255.255.192 | 64 | 62 | Segmen kamera CCTV atau perangkat IoT |
| /24 | 255.255.255.0 | 256 | 254 | LAN kantor pada umumnya |
| /16 | 255.255.0.0 | 65.536 | 65.534 | Jaringan privat besar |
| /8 | 255.0.0.0 | 16.777.216 | 16.777.214 | Seluruh rentang 10.0.0.0/8 |
Polanya mudah diingat: setiap angka CIDR turun satu, jumlah alamat menjadi dua kali lipat. /25 berisi 128 alamat, /24 berisi 256, /23 berisi 512, dan seterusnya.
Cara menghitung rentang sebuah subnet
Ambil contoh 192.168.10.77/27. Berikut cara menemukan subnet tempat alamat itu berada.
Pertama, hitung ukuran blok. /27 menyisakan 5 bit untuk host, jadi satu blok berisi 2 pangkat 5 = 32 alamat. Artinya subnet di oktet terakhir selalu dimulai dari kelipatan 32: 0, 32, 64, 96, 128, dan seterusnya.
Kedua, cari kelipatan 32 terdekat yang tidak melebihi 77. Hasilnya 64. Jadi alamat jaringannya 192.168.10.64, alamat broadcast-nya 192.168.10.95 (64 + 32 - 1), dan host yang bisa dipakai adalah .65 sampai .94.
Contoh lain, 192.168.10.0/26. Blok berisi 64 alamat, jadi rentangnya .0 sampai .63, dengan host .1 sampai .62. Subnet /26 berikutnya dimulai di .64. Inilah inti subnetting: satu jaringan /24 bisa dipecah menjadi empat /26, delapan /27, atau kombinasi ukuran lain sesuai kebutuhan.
Untuk pekerjaan sehari-hari, kamu tidak harus menghitung manual. Banyak distribusi Linux menyediakan alat ipcalc (perilakunya sedikit berbeda antar distribusi), dan ada banyak kalkulator subnet daring. Tetap ada gunanya paham cara manualnya, supaya kamu bisa curiga ketika hasil alat terlihat janggal.
Di mana admin server bertemu CIDR?
Hampir di semua tempat. Saat menjalankan ip -4 addr show di Linux, alamat server ditampilkan lengkap dengan prefiksnya, misalnya inet 10.0.0.5/24. Itu memberi tahu kamu bahwa server menganggap 10.0.0.1 sampai 10.0.0.254 sebagai tetangga satu jaringan yang bisa dihubungi langsung, tanpa lewat gateway.
Di firewall, CIDR menentukan seberapa luas sebuah aturan berlaku. Aturan "izinkan SSH dari 203.0.113.7/32" hanya membuka akses untuk satu alamat. Aturan yang sama dengan 203.0.113.0/24 membuka akses untuk 256 alamat. Kalau kamu baru belajar mengatur aturan seperti ini, panduan setting UFW di Ubuntu 24.04 memakai contoh CIDR yang serupa.
CIDR juga muncul di rentang IP privat yang ditetapkan RFC 1918: 10.0.0.0/8, 172.16.0.0/12, dan 192.168.0.0/16. Alamat di rentang ini tidak bisa diakses langsung dari internet, berbeda dengan IP publik. Penjelasan lengkap bedanya ada di artikel IP privat, IP publik, dan NAT di server.
Selain itu, kamu akan menemukannya di konfigurasi Docker (setiap jaringan container punya subnet sendiri), di pengaturan VPN, di daftar IP yang boleh mengakses database, dan di panel penyedia saat membeli blok IP publik.
Kesalahan yang sering terjadi
Kesalahan paling umum adalah salah menulis prefiks di firewall. Menulis /8 padahal maksudnya /32 bisa membuka layanan untuk sekitar 16 juta alamat. Biasakan membaca ulang setiap aturan dan bertanya: aturan ini berlaku untuk berapa alamat?
Kesalahan kedua adalah subnet yang tumpang tindih. Misalnya jaringan VPN kantor memakai 192.168.1.0/24, sama dengan jaringan Wi-Fi rumah karyawan. Akibatnya, saat tersambung VPN, laptop bingung harus mengirim paket ke mana. Memilih rentang privat yang jarang dipakai, misalnya bagian dari 10.0.0.0/8, mengurangi risiko ini.
Kesalahan ketiga adalah lupa bahwa alamat jaringan dan broadcast tidak bisa dipakai di subnet biasa. Pada blok /29, kamu punya 8 alamat tapi hanya 6 yang bisa dipasang ke perangkat, dan biasanya satu di antaranya dipakai gateway.
Untuk IPv6, logikanya sama tetapi alamatnya 128 bit. Ukuran yang paling sering kamu lihat adalah /64 untuk satu segmen jaringan, dan di IPv6 tidak ada alamat broadcast. Gambaran yang lebih luas tentang IP, DNS, dan firewall bisa kamu baca di panduan jaringan server.
Ringkasnya
Subnet adalah potongan jaringan, CIDR adalah cara menulis ukurannya. Angka setelah garis miring menunjukkan bit jaringan, dan setiap kali angka itu turun satu, jumlah alamat menjadi dua kali lipat. Dengan memahami tabel di atas dan cara menghitung blok, kamu sudah cukup bekal untuk membaca konfigurasi server, menulis aturan firewall yang tepat, dan menghindari tumpang tindih jaringan.


