Lewati ke isi

Website & Domain

Cara Membuat Database MySQL dan User di cPanel

Panduan membuat database MySQL, user, dan hak akses di cPanel lewat Database Wizard, plus cara menyambungkannya ke WordPress atau aplikasi PHP.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Di cPanel, buka MySQL Database Wizard, buat nama database, buat user dengan password kuat, centang hak akses yang dibutuhkan, lalu pakai nama database, user, password, dan host localhost di file konfigurasi aplikasi.

Daftar isi
  1. Apa saja yang perlu disiapkan sebelum mulai?
  2. Langkah membuat database dan user lewat Database Wizard
  3. 1. Buka MySQL Database Wizard
  4. 2. Buat database
  5. 3. Buat user database
  6. 4. Atur hak akses (privileges)
  7. 5. Selesai dan catat datanya
  8. Bagaimana cara memakai database ini di WordPress atau aplikasi PHP?
  9. Cara lain: lewat menu Manage My Databases
  10. Kenapa aplikasi gagal tersambung ke database?
  11. Bagaimana cara mengelola isi database setelah dibuat?
  12. Ringkasan data yang perlu dicatat
  13. Pertanyaan yang sering diajukan

Mau memasang WordPress, toko online, atau aplikasi PHP buatan sendiri, tapi installer meminta "nama database, user, dan password"? Kamu harus menyiapkan ketiganya dulu di cPanel. Prosesnya cuma beberapa menit lewat MySQL Database Wizard, dan hasilnya bisa langsung dipakai di file konfigurasi aplikasi.

Intinya ada tiga hal yang dibuat: database (tempat data disimpan), user (akun yang boleh masuk), dan hak akses yang menghubungkan user ke database tersebut. Tanpa langkah ketiga, aplikasi akan gagal tersambung walaupun nama dan password sudah benar.

Apa saja yang perlu disiapkan sebelum mulai?

Cukup tiga hal:

  • Akses login cPanel dari penyedia hostingmu.
  • Rencana nama database yang mudah dikenali, misalnya toko atau blog.
  • Password manager atau tempat aman untuk mencatat password user database.

Perlu diketahui, cPanel otomatis menambahkan awalan nama akun di depan nama database dan user. Kalau username cPanel kamu budi, database toko akan tersimpan sebagai budi_toko, dan user admin menjadi budi_admin. Nama lengkap inilah yang nanti ditulis di konfigurasi aplikasi.

Langkah membuat database dan user lewat Database Wizard

Wizard menuntun dari awal sampai akhir dalam satu alur, jadi cocok untuk pemula.

1. Buka MySQL Database Wizard

Login ke cPanel, cari bagian Databases, lalu klik MySQL Database Wizard. Kalau tidak terlihat, ketik "wizard" di kolom pencarian cPanel.

2. Buat database

Isi nama database (tanpa spasi, gunakan huruf kecil, angka, atau garis bawah), lalu klik Next Step. cPanel menampilkan nama lengkap beserta awalan akunnya. Catat nama ini.

3. Buat user database

Isi username dan password. Pakai tombol Password Generator agar password panjang dan acak, lalu salin ke tempat aman sebelum melanjutkan. Klik Create User.

4. Atur hak akses (privileges)

Di layar berikutnya, centang ALL PRIVILEGES untuk aplikasi umum seperti WordPress, lalu klik Next Step. Untuk kebutuhan khusus, misalnya user yang hanya membaca data untuk laporan, centang hak tertentu saja seperti SELECT.

5. Selesai dan catat datanya

Wizard menampilkan konfirmasi bahwa user sudah ditambahkan ke database. Sekarang kamu punya empat data yang dibutuhkan aplikasi: nama database, nama user, password, dan host.

Bagaimana cara memakai database ini di WordPress atau aplikasi PHP?

Di hosting cPanel, aplikasi dan database berjalan di server yang sama, sehingga host database hampir selalu localhost. Contoh isi wp-config.php untuk WordPress:

define( 'DB_NAME', 'budi_toko' );
define( 'DB_USER', 'budi_admin' );
define( 'DB_PASSWORD', 'password-acak-yang-panjang' );
define( 'DB_HOST', 'localhost' );

Untuk aplikasi berbasis Laravel, data yang sama masuk ke file .env pada baris DB_DATABASE, DB_USERNAME, DB_PASSWORD, dan DB_HOST. Kalau kamu memakai installer otomatis seperti Softaculous, database biasanya dibuat sendiri oleh installer, jadi langkah manual ini tidak perlu. Panduannya ada di cara install WordPress di cPanel lewat Softaculous.

Cara lain: lewat menu Manage My Databases

Selain wizard, cPanel punya halaman Manage My Databases (di versi lama bernama MySQL Databases). Di halaman ini kamu bisa melakukan semuanya secara terpisah:

  1. Di bagian Create New Database, isi nama lalu klik Create Database.
  2. Turun ke Add New User, isi username dan password, lalu klik Create User.
  3. Di bagian Add User To Database, pilih user dan database dari menu, klik Add, lalu centang hak akses dan klik Make Changes.

Halaman ini juga tempat untuk mengganti password user, mencabut user dari database, mengganti nama, atau menghapus database yang sudah tidak dipakai. Cara ini lebih cepat bila kamu hanya ingin menambahkan user kedua ke database yang sudah ada.

Kenapa aplikasi gagal tersambung ke database?

Pesan seperti "Error establishing a database connection" atau "Access denied for user" biasanya punya penyebab yang sederhana:

  • Nama tanpa awalan. Menulis toko padahal nama aslinya budi_toko.
  • User belum ditambahkan ke database. User dan database sudah dibuat, tapi langkah hak akses terlewat.
  • Password salah ketik atau ada spasi tersalin di awal atau akhir.
  • Host bukan localhost. Beberapa penyedia memakai host database terpisah. Cek informasinya di halaman database cPanel atau dokumentasi penyedia.

Kalau semuanya sudah benar tapi masih gagal, periksa log error di cPanel. Langkah membacanya dibahas di cara membaca error log cPanel.

Bagaimana cara mengelola isi database setelah dibuat?

Untuk melihat tabel, mengimpor file .sql, atau mengekspor backup, gunakan phpMyAdmin di bagian Databases. phpMyAdmin di cPanel langsung login memakai akun cPanel-mu, jadi tidak perlu mengetik user database.

Butuh akses database dari komputer lain, misalnya dari aplikasi desktop? Itu diatur lewat menu Remote MySQL dan sebaiknya dibatasi ke IP tertentu saja. Pembahasannya ada di cara membuka akses remote MySQL dengan aman.

Ringkasan data yang perlu dicatat

DataContohDi mana dipakai
Nama databasebudi_tokoDB_NAME / DB_DATABASE
Usernamebudi_adminDB_USER / DB_USERNAME
Password(acak, dari Password Generator)DB_PASSWORD
HostlocalhostDB_HOST
Hak aksesALL PRIVILEGESDiatur di cPanel, bukan di aplikasi

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa banyak database yang bisa dibuat di cPanel?

Tergantung paket hostingmu. Batasnya ditentukan penyedia dan biasanya terlihat di panel statistik sisi kiri cPanel.

Apakah satu user bisa dipakai untuk beberapa database?

Bisa, tapi lebih aman memakai satu user untuk satu aplikasi. Kalau satu aplikasi diretas, database lain tidak ikut terbuka.

Apakah menghapus user juga menghapus databasenya?

Tidak. Database dan isinya tetap ada. Hanya akun user dan hak aksesnya yang hilang.

Bisakah mengganti nama database tanpa kehilangan data?

Bisa lewat Manage My Databases, tapi aplikasi akan putus sampai nama baru ditulis di file konfigurasinya. Lakukan saat trafik sepi dan siapkan backup dulu.

Lebih aman pilih ALL PRIVILEGES atau hak tertentu?

Untuk aplikasi seperti WordPress yang perlu membuat dan mengubah tabel saat update, ALL PRIVILEGES paling praktis. Untuk user laporan atau integrasi, berikan hak sesedikit mungkin.

Checklist singkat sebelum menutup cPanel:

  • Database dibuat dan nama lengkapnya (dengan awalan) sudah dicatat.
  • User dibuat dengan password acak yang tersimpan aman.
  • User sudah ditambahkan ke database dengan hak akses yang sesuai.
  • File konfigurasi aplikasi memakai host localhost atau host yang ditentukan penyedia.

Sumber & referensi

Baca juga