Lewati ke isi

Bisnis Digital

Cara Memindahkan Pembeli Marketplace ke Kanal Milik Sendiri

Langkah mengajak pembeli marketplace ke WhatsApp, email, atau website sendiri tanpa melanggar aturan platform dan UU PDP.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Pindahkan pembeli dengan cara yang mereka pilih sendiri: beri alasan kuat untuk bergabung, minta persetujuan yang jelas, dan jangan memakai data pesanan marketplace untuk promosi. Lakukan bertahap sambil tetap melayani di marketplace.

Daftar isi
  1. Kenapa pembeli marketplace perlu dipindahkan?
  2. Apa yang tidak boleh dilakukan?
  3. 1. Baca dulu aturan marketplace tempat kamu berjualan
  4. 2. Jangan pakai data pesanan untuk promosi
  5. Langkah membangun kanal milik sendiri
  6. 3. Tentukan kanal tujuan
  7. 4. Beri alasan yang kuat untuk bergabung
  8. 5. Ajak di titik yang wajar
  9. 6. Minta persetujuan yang jelas saat mendaftar
  10. 7. Rawat kanal itu dengan konsisten
  11. Kanal mana yang cocok untuk produkmu?
  12. Pertanyaan yang sering diajukan

Pernahkah kamu merasa pelanggan setia "dipinjamkan" oleh marketplace? Mereka membeli darimu berkali-kali, tetapi kamu tidak punya cara menghubungi mereka di luar platform. Jawabannya bukan menyalin nomor HP dari data pesanan, melainkan mengajak mereka bergabung secara sukarela ke kanal milikmu.

Kanal milik sendiri, seperti WhatsApp Business, daftar email, akun media sosial, atau website, membuatmu tidak sepenuhnya bergantung pada algoritma dan biaya platform. Langkah di bawah ini disusun supaya prosesnya aman dari sisi aturan marketplace maupun pelindungan data pribadi.

Kenapa pembeli marketplace perlu dipindahkan?

Pembeli yang hanya kamu kenal lewat marketplace sebenarnya lebih dekat ke platform daripada ke tokomu. Saat biaya layanan naik, algoritma pencarian berubah, atau tokomu terkena pembatasan, kamu tidak punya jalur lain untuk menyapa mereka. Kanal milik sendiri berfungsi seperti buku alamat pelanggan yang tetap bisa kamu buka apa pun yang terjadi di platform.

Ada keuntungan lain yang sering terlupa. Di kanalmu sendiri, kamu bisa mengenal pembeli lebih baik: produk apa yang mereka suka, kapan mereka biasanya membeli ulang, dan pertanyaan apa yang sering muncul. Informasi ini membantu memilih produk baru dan menyusun promosi yang lebih tepat sasaran.

Apa yang tidak boleh dilakukan?

1. Baca dulu aturan marketplace tempat kamu berjualan

Marketplace umumnya melarang penjual mengajak pembeli bertransaksi di luar platform, misalnya lewat chat yang menawarkan "transfer langsung saja biar lebih murah". Pelanggaran bisa berujung peringatan sampai pembatasan toko. Aturan rincinya berbeda antar platform dan bisa berubah, jadi baca kebijakan penjual di pusat edukasi masing-masing. Tujuanmu adalah membangun hubungan, bukan membajak transaksi yang sedang berjalan di platform.

2. Jangan pakai data pesanan untuk promosi

Nama, nomor HP, dan alamat di data pesanan diberikan pembeli untuk keperluan pengiriman. Memakai data itu untuk mengirim promosi tanpa persetujuan berisiko melanggar aturan platform sekaligus prinsip UU Pelindungan Data Pribadi, yang mensyaratkan dasar pemrosesan yang sah dan tujuan yang jelas. Penjelasan kewajibannya ada di UU PDP untuk toko online.

Langkah membangun kanal milik sendiri

3. Tentukan kanal tujuan

Pilih satu kanal utama dulu supaya terurus:

  • WhatsApp Business cocok untuk produk yang sering dibeli ulang dan pembeli yang suka bertanya. Panduannya ada di jualan lewat WhatsApp Business.
  • Daftar email cocok untuk katalog yang besar, info produk baru, dan pembeli yang tidak suka dihubungi lewat chat.
  • Akun media sosial atau komunitas cocok untuk produk yang kuat secara visual atau punya penggemar.
  • Website menjadi tempat transaksi langsung setelah ada pembeli yang siap membeli di luar platform.

4. Beri alasan yang kuat untuk bergabung

Pembeli tidak akan mengikuti kanalmu hanya karena diminta. Tawarkan sesuatu yang benar-benar berguna, misalnya:

  • Info restok lebih awal untuk produk yang cepat habis.
  • Panduan pemakaian atau perawatan produk.
  • Akses ke varian atau ukuran khusus yang tidak dijual di marketplace.
  • Program poin atau langganan untuk pembeli rutin.

Pastikan penawaranmu tidak melanggar ketentuan harga atau promosi di platform tempat kamu berjualan.

5. Ajak di titik yang wajar

Beberapa titik yang biasa dipakai penjual:

  • Kartu terima kasih di paket, berisi akun media sosial atau QR menuju halaman pendaftaran. Periksa dulu aturan platform soal materi promosi di dalam paket.
  • Profil toko dan media sosial, dengan tautan ke kanal resmi.
  • Halaman cara pakai yang ditautkan dari QR di kemasan. Pembeli yang membutuhkan panduan akan datang sendiri.

Hindari mengirim ajakan lewat chat marketplace, karena kanal ini paling ketat diawasi.

6. Minta persetujuan yang jelas saat mendaftar

Di formulir pendaftaran, tulis dengan jelas pesan apa yang akan mereka terima dan seberapa sering. Sediakan cara berhenti berlangganan yang mudah. Simpan catatan kapan dan lewat mana mereka mendaftar. Praktik lengkapnya dibahas di membangun daftar email pelanggan secara legal.

7. Rawat kanal itu dengan konsisten

Kanal yang sepi atau hanya berisi promosi akan cepat ditinggalkan. Kirim pesan dengan jadwal yang wajar, campur informasi berguna dengan penawaran, dan balas pertanyaan dengan cepat. Ukur juga hasilnya: berapa yang bergabung tiap bulan, berapa yang membeli ulang lewat kanal ini, dan berapa yang berhenti.

Kanal mana yang cocok untuk produkmu?

KanalKelebihanPerhatian
WhatsApp BusinessDibaca cepat, terasa personalPesan massal bisa dianggap spam, batasi frekuensi
EmailMurah untuk skala besar, bisa disegmentasiButuh domain dan pengaturan pengiriman yang benar
Media sosialMudah diikuti, cocok untuk konten visualJangkauan tetap diatur algoritma platform
WebsiteTransaksi dan data sepenuhnya milikmuPerlu biaya dan usaha mendatangkan pengunjung

Banyak toko memakai kombinasi: media sosial untuk menarik perhatian, WhatsApp atau email untuk menjaga hubungan, dan website untuk transaksi langsung.

Pertanyaan yang sering diajukan

Bolehkah menyimpan nomor pembeli dari chat marketplace?

Sebaiknya tidak dipakai untuk promosi. Nomor yang diberikan untuk pengiriman tidak sama dengan persetujuan menerima pesan pemasaran. Ajak pembeli mendaftar sendiri lewat formulir atau tautan resmi.

Apakah kartu ucapan di paket boleh berisi akun media sosial?

Banyak penjual melakukannya, tetapi aturan tiap platform berbeda dan bisa berubah. Baca kebijakan penjual terbaru sebelum mencetak kartu dalam jumlah banyak.

Berapa persen pembeli yang biasanya mau pindah?

Tidak ada angka umum yang bisa dipegang. Hasilnya sangat bergantung pada jenis produk, seberapa sering dibeli ulang, dan seberapa menarik alasan yang kamu tawarkan. Ukur sendiri dari data tokomu.

Perlukah langsung menutup toko di marketplace?

Tidak. Marketplace tetap berguna untuk menjangkau pembeli baru. Kanal milik sendiri berfungsi menjaga pembeli yang sudah kenal tokomu.

Bagaimana kalau pembeli minta transaksi di luar platform lewat chat?

Arahkan tetap bertransaksi di platform untuk pesanan itu, karena aturannya berlaku untuk kedua pihak. Kamu bisa menyebut kanal resmi tokomu di profil agar mereka menemukannya sendiri.

Checklist sebelum mulai:

  • Aturan platform soal ajakan dan isi paket sudah dibaca.
  • Tidak ada data pesanan yang dipakai untuk promosi.
  • Satu kanal utama dipilih dan siap dirawat.
  • Alasan bergabung jelas dan berguna bagi pembeli.
  • Formulir pendaftaran mencatat persetujuan dan menyediakan cara berhenti.

Baca juga