Lewati ke isi

Bisnis Digital

Cara Mengelola Stok di Banyak Marketplace Sekaligus

Cara menjaga stok tetap sinkron di beberapa marketplace dan kanal lain, dari spreadsheet, alokasi stok, sampai sistem terintegrasi.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Kunci mengelola stok di banyak marketplace adalah satu sumber data stok, kode SKU yang seragam, dan pembaruan stok secepat mungkin setelah ada pesanan. Mulai dari spreadsheet dan alokasi stok, lalu pakai sistem terintegrasi saat pesanan makin banyak.

Daftar isi
  1. Kenapa stok sering tidak cocok?
  2. Langkah dasar yang berlaku untuk semua ukuran toko
  3. Buat kode SKU yang seragam
  4. Tentukan satu sumber kebenaran
  5. Perbarui stok secepat mungkin
  6. Sisihkan stok penyangga
  7. Alokasikan stok saat persediaan terbatas
  8. Catat semua arus barang
  9. Alat apa yang cocok untuk tahap tokomu?
  10. Siapa yang memegang tanggung jawab stok?
  11. Bagaimana menangani lonjakan pesanan saat promo?
  12. Pertanyaan yang sering diajukan

Cara paling aman mengelola stok di banyak marketplace adalah memperlakukan semua kanal sebagai jendela dari satu gudang yang sama, dengan satu catatan stok sebagai acuan.

Kenapa ini penting? Karena stok yang tidak sinkron menimbulkan overselling: barang terjual di dua toko sekaligus padahal fisiknya tinggal satu. Akibatnya pesanan harus dibatalkan, pembeli kecewa, dan marketplace umumnya mencatat pembatalan oleh penjual sebagai poin buruk untuk performa toko. Masalah sebaliknya juga merugikan: stok sebenarnya ada, tetapi tercatat habis di satu kanal sehingga penjualan hilang.

Kenapa stok sering tidak cocok?

Penyebabnya hampir selalu sama di toko kecil maupun menengah:

  • Stok diubah manual di tiap marketplace, dan ada yang terlewat.
  • Nama produk dan varian berbeda di tiap kanal, sehingga sulit dicocokkan.
  • Penjualan offline atau lewat WhatsApp tidak dicatat ke sistem yang sama.
  • Barang retur masuk gudang tetapi tidak dikembalikan ke stok, atau sebaliknya.
  • Tidak ada stok opname rutin, sehingga selisih kecil menumpuk.

Langkah dasar yang berlaku untuk semua ukuran toko

Buat kode SKU yang seragam

SKU adalah kode unik untuk setiap produk dan variannya, misalnya KAOS-HTM-L untuk kaos hitam ukuran L. Pakai kode yang sama persis di semua marketplace, di website, dan di catatan gudang. Hampir semua marketplace menyediakan kolom SKU penjual, dan kolom inilah yang dipakai alat sinkronisasi untuk mencocokkan produk.

Tentukan satu sumber kebenaran

Pilih satu tempat yang menjadi acuan stok: spreadsheet, aplikasi kasir, atau sistem inventori. Angka di marketplace hanya cerminan dari tempat ini. Kalau ada perbedaan, angka di sumber utama yang dipercaya, lalu stok fisik dicek.

Perbarui stok secepat mungkin

Semakin lama jeda antara pesanan masuk dan stok diperbarui di kanal lain, semakin besar peluang overselling. Untuk toko dengan pesanan sedikit, cek dan perbarui beberapa kali sehari. Untuk yang ramai, jeda manual sudah terlalu panjang dan perlu otomatis.

Sisihkan stok penyangga

Tampilkan stok sedikit lebih rendah dari stok fisik, terutama untuk produk laris. Penyangga ini menyerap selisih akibat jeda pembaruan, barang cacat, atau salah hitung. Besarnya disesuaikan dengan kecepatan jual produk. Produk yang terjual beberapa kali sehari butuh penyangga lebih besar daripada produk yang hanya laku sesekali, dan angkanya bisa dievaluasi ulang setiap bulan berdasarkan catatan overselling yang terjadi.

Alokasikan stok saat persediaan terbatas

Untuk barang yang tinggal sedikit atau sangat laris saat promo, bagi stok per kanal. Misalnya, sebagian untuk marketplace yang paling ramai dan sisanya untuk kanal lain. Cara ini mengorbankan sedikit fleksibilitas, tetapi hampir menghilangkan risiko overselling.

Catat semua arus barang

Barang masuk dari supplier, barang keluar karena pesanan, retur, barang rusak, dan sampel untuk konten harus tercatat. Lakukan stok opname berkala, misalnya mingguan untuk produk laris dan bulanan untuk sisanya. Bantuan AI untuk menghitung selisihnya dibahas di AI untuk stok opname gudang kecil.

Alat apa yang cocok untuk tahap tokomu?

TahapAlatCocok bilaKeterbatasan
AwalSpreadsheet bersamaPesanan masih sedikit per hari, 1 sampai 2 kanalPembaruan manual, rawan lupa
BerkembangAplikasi kasir atau inventori yang terhubung ke marketplaceBeberapa kanal, pesanan rutin tiap hariBiaya langganan, cek marketplace yang didukung
BesarSistem ERP atau OMS terintegrasiBanyak gudang, banyak staf, ratusan SKUButuh waktu implementasi dan pelatihan

Spreadsheet masih masuk akal di awal, terutama kalau disusun rapi. Contoh strukturnya ada di Google Sheets sebagai sistem order sederhana.

Saat pindah ke alat terintegrasi, periksa beberapa hal: marketplace apa saja yang didukung resmi, seberapa cepat stok tersinkron setelah pesanan, apakah varian produk terbaca dengan benar, dan apakah penjualan offline bisa ikut tercatat. Aplikasi ERP open-source seperti Odoo juga bisa dipakai untuk kasir, stok, dan penjualan dalam satu sistem, meski integrasi ke marketplace tertentu biasanya butuh modul tambahan. Gambarannya ada di Odoo untuk UMKM.

Siapa yang memegang tanggung jawab stok?

Alat secanggih apa pun tetap butuh orang yang bertanggung jawab. Di toko kecil, masalah stok sering muncul karena semua orang boleh mengubah angka, tetapi tidak ada yang merasa memilikinya. Tentukan satu orang sebagai penanggung jawab stok, meski pekerjaan hariannya dibagi.

Tugas penanggung jawab ini antara lain:

  • Memastikan barang masuk dari supplier dicatat pada hari yang sama.
  • Memproses barang retur: dicek kondisinya, lalu dikembalikan ke stok jual atau dipisahkan sebagai barang rusak.
  • Memeriksa laporan selisih dari stok opname dan mencari penyebabnya.
  • Menyetujui perubahan besar, seperti menambah produk baru atau mengubah SKU.

Buat juga aturan sederhana untuk tim gudang. Barang yang sudah diambil untuk dikemas langsung dicatat keluar, bukan menunggu akhir hari. Barang sampel untuk foto atau konten dicatat seperti penjualan dengan keterangan khusus. Aturan kecil seperti ini menutup sebagian besar sumber selisih stok.

Bagaimana menangani lonjakan pesanan saat promo?

Promo besar adalah ujian paling berat bagi sinkronisasi stok. Beberapa langkah yang membantu:

  • Alokasikan stok khusus untuk produk yang ikut promo, terpisah per kanal.
  • Perbesar stok penyangga untuk produk yang diprediksi laris.
  • Pastikan alat sinkronisasi diuji sebelum hari promo, bukan pada hari itu.
  • Siapkan orang yang memantau stok produk unggulan sepanjang jam ramai.

Untuk memperkirakan berapa stok yang perlu disiapkan, data penjualan periode sebelumnya bisa dibantu analisis AI seperti dibahas di prediksi stok dengan AI.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah semua marketplace bisa disinkronkan otomatis?

Sebagian besar marketplace besar menyediakan API untuk mitra resmi, tetapi alat pihak ketiga tidak selalu mendukung semuanya. Cek daftar integrasi resmi alat yang ingin kamu pakai.

Perlukah gudang terpisah untuk tiap marketplace?

Umumnya tidak. Satu gudang dengan satu catatan stok lebih efisien. Gudang terpisah biasanya baru diperlukan kalau kamu memakai layanan fulfillment milik platform tertentu.

Bagaimana mencatat produk bundling?

Buat SKU bundling yang terdiri dari beberapa SKU dasar. Saat bundling terjual, stok tiap komponen berkurang. Pastikan alat yang kamu pakai mendukung fitur ini, atau hitung manual di spreadsheet.

Baca juga