Lewati ke isi

Website & Domain

Cara Pindah DNS Domain ke Cloudflare Langkah demi Langkah

Urutan aman memindahkan DNS domain ke Cloudflare, dari memeriksa hasil scan record, mematikan DNSSEC, mengganti nameserver, sampai mengaktifkan ulang.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Tambahkan domain di dasbor Cloudflare, periksa record hasil scan, matikan DNSSEC di registrar, lalu ganti nameserver dengan dua nameserver dari Cloudflare. Domain aktif setelah delegasi terbaca, Cloudflare menyebut hingga 24 jam, lalu DNSSEC bisa diaktifkan lagi.

Daftar isi
  1. Apa yang perlu disiapkan sebelum pindah?
  2. Langkah memindahkan DNS ke Cloudflare
  3. 1. Ekspor atau catat zona DNS lama
  4. 2. Tambahkan domain di dasbor Cloudflare
  5. 3. Periksa hasil scan record
  6. 4. Atur status proxy setiap record
  7. 5. Matikan DNSSEC di registrar
  8. 6. Ganti nameserver di registrar
  9. 7. Tunggu status Active
  10. 8. Uji layanan, lalu aktifkan DNSSEC lagi
  11. Apa yang perlu diperhatikan setelah pindah?
  12. Ringkasan masalah yang sering muncul
  13. Pertanyaan yang sering diajukan

Ingin memindahkan pengelolaan DNS ke Cloudflare tapi khawatir situs atau email mati di tengah jalan? Kekhawatiran itu wajar, karena memindahkan DNS berarti memindahkan seluruh catatan domain. Kabar baiknya, prosesnya bisa dilakukan tanpa gangguan bila urutannya benar.

Intinya ada tiga: pastikan semua record lama sudah tersalin di Cloudflare, matikan DNSSEC sebelum mengganti nameserver, lalu baru ganti nameserver di registrar. Domain tetap terdaftar di registrar lama, yang pindah hanya pengelola DNS-nya. Langkah di bawah mengikuti alur full setup di dokumentasi resmi Cloudflare (per November 2026).

Apa yang perlu disiapkan sebelum pindah?

  • Akses ke panel registrar tempat domain didaftarkan.
  • Akses ke pengelola DNS yang sekarang (panel hosting, cPanel, atau registrar).
  • Daftar layanan yang memakai domain: situs, email, subdomain aplikasi, verifikasi layanan pihak ketiga.
  • Waktu yang tenang. Hindari memindahkan DNS saat sedang ada kampanye atau peluncuran.

Kalau kamu belum yakin apakah mengganti nameserver memang cara yang tepat untuk kebutuhanmu, baca dulu ubah nameserver atau record A.

Langkah memindahkan DNS ke Cloudflare

1. Ekspor atau catat zona DNS lama

Buka pengelola DNS yang sekarang dan simpan semua record. Bila tersedia tombol ekspor (format file zona BIND), gunakan. Bila tidak, catat manual: A, AAAA, CNAME, MX, TXT, SRV, dan CAA. Langkah ini adalah jaring pengamanmu bila ada record yang terlewat.

2. Tambahkan domain di dasbor Cloudflare

Masuk ke dasbor Cloudflare, buka menu Domains, lalu pilih opsi untuk menambahkan atau onboard domain. Ketik domain utama tanpa www, misalnya namabisnis.com, lalu pilih paket. Paket gratis sudah cukup untuk kebutuhan DNS dasar dan proxy situs.

3. Periksa hasil scan record

Cloudflare akan memindai record yang ada dan menambahkannya otomatis. Dokumentasinya sendiri mengingatkan bahwa scan ini bisa melewatkan sebagian record. Bandingkan dengan catatan dari langkah 1, terutama:

  • Record A atau CNAME untuk domain utama dan www.
  • Semua record MX, serta TXT untuk SPF dan DMARC.
  • Record DKIM (TXT di nama selector._domainkey), yang hampir selalu terlewat karena namanya tidak bisa ditebak.
  • Subdomain aplikasi dan record verifikasi layanan lain.

4. Atur status proxy setiap record

Setiap record A, AAAA, dan CNAME punya ikon awan. Oranye (Proxied) berarti lalu lintas web lewat Cloudflare, abu-abu (DNS only) berarti Cloudflare hanya menjawab DNS. Untuk awal, aman menyalakan proxy hanya pada record situs, dan membiarkan abu-abu untuk mail, ftp, panel server, dan CNAME verifikasi. Panduan memilihnya ada di proxy oranye Cloudflare.

5. Matikan DNSSEC di registrar

Bila DNSSEC aktif, hapus record DS di panel registrar sebelum mengganti nameserver. Cloudflare memperingatkan bahwa mengganti nameserver dengan DNSSEC masih aktif bisa membuat domain tidak bisa dijangkau. Kalau ragu apakah domainmu memakai DNSSEC, jalankan dig namabisnis.com DS +short. Hasil kosong berarti tidak ada record DS. Konsep DNSSEC dijelaskan di apa itu DNSSEC.

6. Ganti nameserver di registrar

Cloudflare memberikan dua nameserver khusus untuk zonamu, misalnya nama1.ns.cloudflare.com dan nama2.ns.cloudflare.com. Nama persisnya ditentukan Cloudflare dan tidak bisa dipilih sendiri. Di registrar, hapus nameserver lama, lalu tempel kedua nameserver itu persis seperti tertulis.

7. Tunggu status Active

Cloudflare memeriksa delegasi secara berkala. Dokumentasinya menyebut proses ini bisa memakan waktu hingga 24 jam. Setelah berhasil, status domain berubah menjadi Active dan kamu menerima email pemberitahuan. Kamu bisa mengecek sendiri dengan:

dig ns namabisnis.com @1.1.1.1 +short

8. Uji layanan, lalu aktifkan DNSSEC lagi

Buka situs, kirim dan terima email uji, dan coba subdomain aplikasi. Bila semua normal, aktifkan DNSSEC dari menu DNS di Cloudflare. Cloudflare akan memberi nilai record DS, lalu tambahkan record itu di registrar.

Apa yang perlu diperhatikan setelah pindah?

Atur mode SSL/TLS dengan benar. Bila server asal sudah punya sertifikat yang valid, pilih mode Full (strict). Mode yang terlalu longgar bisa membuat koneksi antara Cloudflare dan servermu tidak terenkripsi, sedangkan mode yang tidak cocok dengan server bisa memicu pengalihan berulang (redirect loop).

Jangan langsung menghapus zona DNS di penyedia lama. Biarkan beberapa hari sebagai cadangan, sampai kamu yakin semua resolver sudah memakai nameserver Cloudflare.

Bila ada layanan yang memakai alamat IP asli server (misalnya akses SSH atau panel), gunakan subdomain terpisah berstatus DNS only. Proxy Cloudflare hanya meneruskan lalu lintas HTTP dan HTTPS di port tertentu.

Ringkasan masalah yang sering muncul

GejalaKemungkinan penyebabPerbaikan
Status tetap PendingNameserver salah ketik atau belum tersimpan di registrarCek ulang ejaan, cek dengan dig +trace
Domain tidak bisa dibuka (SERVFAIL)DNSSEC lama belum dimatikanHapus record DS di registrar
Email berhenti masukRecord MX atau DKIM tidak tersalinTambahkan dari catatan zona lama
Halaman error redirect berulangMode SSL/TLS tidak cocok dengan serverGunakan Full (strict) bila sertifikat server valid
Subdomain tertentu hilangTidak terdeteksi oleh scanTambahkan manual

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah domain ikut pindah registrar ke Cloudflare?

Tidak. Langkah ini hanya memindahkan pengelolaan DNS. Domain tetap terdaftar dan diperpanjang di registrar yang sama.

Apakah situs akan mati selama proses?

Tidak bila semua record sudah benar di Cloudflare sebelum nameserver diganti. Selama propagasi, sebagian pengunjung dijawab nameserver lama dan sebagian Cloudflare, tetapi keduanya mengarah ke server yang sama.

Bisakah memindahkan DNS domain .id ke Cloudflare?

Bisa, selama registrar mengizinkan penggantian nameserver kustom. Langkahnya sama dengan domain lain.

Apakah semua record bisa diberi proxy oranye?

Tidak. Hanya record A, AAAA, dan CNAME yang bisa diproxy. Record seperti MX dan TXT selalu berstatus DNS only.

Bagaimana kalau ingin kembali ke DNS lama?

Ganti lagi nameserver di registrar ke nameserver lama. Pastikan zona DNS di tempat lama masih ada dan isinya mutakhir, serta matikan DNSSEC Cloudflare lebih dulu bila sempat diaktifkan.

Checklist pindah DNS ke Cloudflare:

  • Zona DNS lama sudah diekspor atau dicatat lengkap.
  • Record MX, SPF, DKIM, DMARC, dan subdomain sudah dicek di Cloudflare.
  • DNSSEC dimatikan sebelum nameserver diganti.
  • Nameserver ditempel persis seperti yang diberikan.
  • Situs, email, dan aplikasi diuji setelah status Active.
  • DNSSEC diaktifkan kembali lewat Cloudflare.

Sumber & referensi

Baca juga