Lewati ke isi

Produk Nivelva

Lisensi Server Resmi: Harga cPanel, Plesk, dan DirectAdmin

Panduan lisensi server resmi di Nivelva: daftar harga cPanel, Plesk, DirectAdmin, LiteSpeed, CloudLinux, Imunify360, cara order, dan tips memilih.

Terbit 7 menit baca

Jawaban singkat

Nivelva menjual lisensi server resmi untuk cPanel, Plesk, DirectAdmin, LiteSpeed, CloudLinux, Imunify360, WHMCS, dan lainnya mulai Rp50.000 per bulan, ditagih bulanan dalam rupiah. Lisensi terikat pada IP server, instalasinya gratis, dan lisensi yang sudah aktif tidak bisa di-refund.

Daftar isi
  1. Apa itu lisensi server dan kenapa dibutuhkan?
  2. Siapa yang membutuhkan lisensi server?
  3. Berapa harga lisensi server di Nivelva?
  4. Apa bedanya cPanel, Plesk, dan DirectAdmin?
  5. Apa beda lisensi versi VPS dan Dedicated Server?
  6. Lisensi apa yang perlu untuk kebutuhan tertentu?
  7. Kombinasi lisensi apa yang umum dipakai?
  8. Bagaimana cara order dan aktivasi lisensi?
  9. Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli?
  10. Ingin menjual lisensi ke pelanggan sendiri?
  11. Pertanyaan yang sering diajukan

Control panel seperti cPanel, Plesk, dan DirectAdmin, juga software pendukung server seperti LiteSpeed, CloudLinux, dan Imunify360, adalah aplikasi berbayar. Tanpa lisensi, software itu tidak bisa dipakai atau hanya berjalan dengan fitur terbatas. Lisensi adalah izin resmi yang mengaktifkan seluruh fiturnya di IP server kamu.

Panduan ini membahas lisensi server yang tersedia di Nivelva: daftar harga, perbedaan versi VPS dan Dedicated Server, kombinasi yang umum dipakai, cara order, dan hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli.

Apa itu lisensi server dan kenapa dibutuhkan?

Saat kamu menyewa VPS atau dedicated server, yang kamu dapat biasanya hanya sistem operasi. Untuk mengelola banyak website, email, dan database dengan mudah, orang memasang control panel. Untuk mempercepat website, ada web server seperti LiteSpeed. Untuk menjaga server tetap bersih dari malware, ada Imunify360. Semua software ini dibuat oleh vendor dan memerlukan lisensi.

Cara kerjanya umumnya sama: software di servermu secara berkala memeriksa ke server lisensi vendor apakah IP server tersebut punya lisensi aktif. Kalau ada, seluruh fitur berjalan. Kalau lisensi habis atau IP tidak terdaftar, software menolak berjalan atau hanya membuka fitur terbatas. Karena itu, lisensi selalu dikaitkan dengan IP server, dan perubahan IP perlu diperbarui di sisi lisensi.

Lisensi di Nivelva bersifat resmi. Lisensi cPanel bisa kamu cek sendiri di verify.cpanel.net, lisensi CloudLinux terverifikasi resmi oleh CloudLinux, dan semua lisensi mendapat update dari sumber resminya. Kalau kamu belum punya server, pelajari dulu apa itu VPS dan bedanya dengan shared hosting.

Siapa yang membutuhkan lisensi server?

  • Penyedia hosting yang menjual akun cPanel ke banyak pelanggan.
  • Agensi dan developer yang mengelola banyak website klien di satu server.
  • Perusahaan yang menjalankan website, email, dan aplikasi di VPS sendiri dan ingin panel yang mudah dipakai tim.
  • Bisnis penyedia VPS yang butuh panel virtualisasi dan sistem tagihan otomatis.

Berapa harga lisensi server di Nivelva?

Semua harga di bawah adalah harga per bulan, dibayar dalam rupiah, dan sudah termasuk gratis instalasi.

KategoriLisensiHarga per bulan
Control panelcPanel VPSRp150.000
Control panelcPanel Dedicated ServerRp280.000
Control panelPlesk VPSRp150.000
Control panelPlesk Dedicated ServerRp170.000
Control panelDirectAdmin Unlimited AccountRp150.000
Control panelWebuzo Multi-User PanelRp75.000
Control panelWHM Reseller Master ResellerRp100.000
Web server & OSLiteSpeed X WorkerRp250.000
Web server & OSCloudLinuxRp250.000
Web server & OSKernelCare Automated PatchingRp50.000
KeamananImunify360Rp75.000
KeamanancPGuard cPanel SecurityRp120.000
BackupJetBackupRp50.000
BackupBackuplyRp65.000
OtomatisasiSoftaculous Auto InstallerRp50.000
OtomatisasiWHMCS Billing AutomationRp50.000
VirtualisasiVirtualizorRp100.000
VirtualisasiVirtFusionRp100.000

Harga lisensi mengikuti kebijakan vendor dan dapat berubah saat perpanjangan. Daftar terbaru selalu ada di halaman Lisensi Server.

Apa bedanya cPanel, Plesk, dan DirectAdmin?

Ketiganya control panel untuk mengelola website, email, DNS, dan database, tetapi karakternya berbeda.

cPanelPleskDirectAdmin
Kelebihan utamaDilengkapi WHM untuk mengelola banyak akunRapi untuk web, DNS, mail, dan databaseRingan dan hemat resource
Sistem operasiLinuxLinux dan Windows ServerLinux
BonusSoftaculous gratisUpdate otomatis (Dedicated)Softaculous gratis
Harga mulaiRp150.000Rp150.000Rp150.000

Pilih cPanel kalau kamu menjual hosting atau butuh ekosistem yang paling banyak dikenal pelanggan. Pilih Plesk kalau server memakai Windows atau tim lebih nyaman dengan antarmukanya. Pilih DirectAdmin kalau server kecil dan kamu ingin panel yang ringan. Untuk anggaran lebih hemat, Webuzo juga bisa jadi pilihan sebagai panel multi-user yang terhubung dengan Softaculous.

Apa beda lisensi versi VPS dan Dedicated Server?

cPanel dan Plesk punya dua versi. Versi VPS dipasang di server virtual, sedangkan versi Dedicated Server dipasang di server fisik. Pilih sesuai jenis servermu supaya lisensinya bisa aktif.

Lisensi apa yang perlu untuk kebutuhan tertentu?

Tidak semua server butuh semua lisensi. Gunakan tabel berikut sebagai titik awal, lalu sesuaikan dengan beban kerja servermu.

KebutuhanLisensi yang relevanFungsinya
Website terasa lambat saat ramaiLiteSpeed X WorkerWeb server pengganti Apache untuk akselerasi website
Satu akun hosting sering membebani serverCloudLinuxMemisahkan resource tiap akun hosting
Website pelanggan sering kena malwareImunify360 atau cPGuardPemindai malware dan firewall aplikasi web
Server sulit di-reboot untuk update kernelKernelCarePatch kernel Linux tanpa reboot
Pelanggan ingin restore sendiriJetBackupBackup dan restore mandiri dari panel
Backup ke penyimpanan luarBackuplyBackup terjadwal ke FTP, S3, Google Drive, atau Dropbox
Pasang WordPress dan aplikasi lain dengan cepatSoftaculousInstaller aplikasi sekali klik
Tagihan dan aktivasi hosting otomatisWHMCSBilling dan provisioning otomatis
Menyewakan VPS ke pelangganVirtualizor atau VirtFusionPanel untuk membuat dan mengelola VPS

Kalau baru mulai, cukup ambil control panel lebih dulu. Lisensi tambahan bisa dipasang belakangan saat kebutuhannya muncul, karena semuanya ditagih per bulan.

Kombinasi lisensi apa yang umum dipakai?

Halaman produk menyusun beberapa kombinasi sesuai jenis bisnis:

  • Shared hosting: cPanel untuk mengelola akun, LiteSpeed agar website pelanggan cepat, CloudLinux supaya satu akun tidak menghabiskan resource server, dan Imunify360 untuk menangkal malware.
  • Reseller hosting: cPanel, WHM Reseller untuk reseller bertingkat, JetBackup agar pelanggan bisa restore sendiri, dan Imunify360.
  • Penyedia VPS: Virtualizor untuk membuat dan mengelola VPS, WHMCS untuk tagihan dan provisioning otomatis, dan KernelCare untuk patch kernel tanpa reboot.
  • Hemat dengan DirectAdmin: DirectAdmin, Imunify360, dan JetBackup.

Beberapa lisensi bergantung pada panel tertentu. WHM Reseller dan cPGuard membutuhkan cPanel, sedangkan JetBackup dipakai bersama cPanel atau DirectAdmin. Kombinasi bundle bisa dipesan lewat WhatsApp dari halaman produk.

Bagaimana cara order dan aktivasi lisensi?

  1. Pilih lisensi di halaman Lisensi Server, lalu klik Pesan.
  2. Isi IP server saat checkout. Lisensi terikat pada satu IP server.
  3. Bayar invoice. Lisensi diproses begitu pembayaran diterima, lalu detail lisensi dikirim ke email.
  4. Pasang lisensi. Instalasi gratis. Kirim akses server bila ingin tim Nivelva memasangkannya sampai aktif.
  5. Verifikasi. Untuk cPanel, cek statusnya di verify.cpanel.net.

Lisensi ditagih bulanan dalam rupiah, dan invoice perpanjangan dikirim otomatis sebelum masa aktif habis. Kalau kamu pindah VPS atau rebuild server, IP lisensi bisa diganti sendiri lewat Client Area Nivelva tanpa membuat tiket. Syarat layanan membatasi perubahan IP maksimal 1 kali per periode tagihan, jadi rencanakan perpindahan server dengan baik.

Apa saja yang perlu diperhatikan sebelum membeli?

  • Lisensi tidak bisa di-refund. Semua lisensi server bersifat non-refundable setelah aktif. Kalau ragu memilih, tanyakan dulu ke tim Nivelva lewat WhatsApp.
  • Lisensi yang tidak diperpanjang nonaktif otomatis, dan panel di servermu berhenti berfungsi. Bayar invoice perpanjangan tepat waktu.
  • Jangan campur dengan versi bajakan. Memakai lisensi resmi bersamaan dengan versi crack membuat seluruh lisensi di akun bisa dicabut.
  • Lisensi tunduk pada perjanjian vendor. Vendor berhak mengaudit dan mencabut lisensi yang dipakai tidak sesuai ketentuan.
  • Cek kebutuhan resource. Panel yang ringan seperti DirectAdmin cocok untuk VPS kecil. Kalau butuh server untuk menjalankan panel, lihat VPS High Performance.

Ingin menjual lisensi ke pelanggan sendiri?

Kalau kamu penyedia hosting atau agensi yang ingin menjual ulang lisensi dengan brand sendiri, Nivelva juga punya program Reseller Lisensi dengan harga grosir, white label, modul WHMCS, dan API, dengan deposit mulai Rp500.000. Detailnya dibahas di panduan Reseller Lisensi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah lisensi di Nivelva resmi?

Ya. Lisensi cPanel bisa dicek di verify.cpanel.net, lisensi CloudLinux terverifikasi resmi oleh CloudLinux, dan semua lisensi mendapat update dari sumber resminya.

Berapa harga lisensi cPanel di Nivelva?

Lisensi cPanel VPS Rp150.000 per bulan dan cPanel Dedicated Server Rp280.000 per bulan, keduanya dengan akun cPanel tanpa batas dan Softaculous gratis.

Bagaimana kalau IP server saya berubah?

IP lisensi bisa diganti sendiri lewat Client Area Nivelva tanpa tiket. Syarat layanan membatasi perubahan IP maksimal 1 kali per periode tagihan.

Siapa yang memasang lisensinya?

Instalasi lisensi gratis. Setelah order, tim Nivelva bisa membantu memasang lisensi di servermu sampai aktif.

Apakah lisensi bisa di-refund?

Tidak. Semua lisensi server bersifat non-refundable setelah aktif, jadi konsultasikan dulu bila masih ragu.

Lisensi apa yang biasa dipakai untuk shared hosting?

Yang paling umum adalah cPanel sebagai control panel, LiteSpeed untuk web server, CloudLinux untuk membatasi resource tiap akun, dan Imunify360 untuk keamanan.

Sumber & referensi

Baca juga