Lewati ke isi

Produk Nivelva

NAT VPS Nivelva: Fitur, Paket, Harga & Cara Pakai

Panduan NAT VPS Nivelva: IPv4 berbagi dengan rentang port sendiri, IPv6 /64, dan reverse proxy 80/443 gratis. Kenali paket dan kapan NAT VPS cukup.

Terbit 7 menit baca

Jawaban singkat

NAT VPS Nivelva adalah VPS hemat yang memakai IPv4 publik berbagi dengan rentang port forwarding khusus, ditambah IPv6 /64 penuh dan reverse proxy 80/443 gratis. Ada empat paket, NAT Nano sampai NAT Max, cocok untuk bot, game server, VPN, dan belajar Linux.

Daftar isi
  1. Apa itu NAT VPS dan bagaimana cara kerjanya?
  2. Siapa yang cocok memakai NAT VPS?
  3. Fitur apa saja yang didapat?
  4. Contoh pemetaan port
  5. Berapa harga paket NAT VPS?
  6. Bagaimana cara memilih paket NAT VPS?
  7. Bagaimana cara mulai memakai NAT VPS?
  8. Apa batasan NAT VPS yang perlu diketahui?
  9. Pertanyaan yang sering diajukan

NAT VPS Nivelva adalah VPS dengan CPU, RAM, dan storage yang terpisah penuh, tetapi alamat IPv4 publiknya dipakai bersama beberapa VPS lain. Sebagai gantinya, kamu mendapat rentang port khusus yang diteruskan (port forwarding) ke VPS-mu, blok IPv6 /64 penuh, dan reverse proxy gratis untuk website di port 80 dan 443. Hasilnya, kamu bisa menjalankan server publik dengan biaya jauh lebih kecil daripada VPS ber-IPv4 sendiri.

Panduan ini membahas cara kerja NAT VPS, siapa yang cocok memakainya, fitur dan paketnya, cara memulai, serta batasan yang perlu kamu tahu sebelum memilih.

Apa itu NAT VPS dan bagaimana cara kerjanya?

NAT (Network Address Translation) adalah teknik menerjemahkan alamat jaringan. Di NAT VPS, satu IPv4 publik berada di depan beberapa VPS. Setiap VPS mendapat alamat privat di jaringan internal, lalu diberi jatah port publik tertentu.

Contohnya begini. IPv4 publik 103.x.x.x dipakai empat VPS. VPS-mu mendapat port publik 33002 sampai beberapa port berikutnya. Saat seseorang membuka 103.x.x.x:33002, router NAT meneruskan koneksi itu ke port internal pilihanmu, misalnya port 3000 tempat bot Node.js berjalan. Kamu bebas memetakan port publik ke port internal mana saja lewat panel NivelCP.

Yang dibagi hanya jalur IP publiknya. CPU, RAM, dan SSD tetap milikmu sendiri dan terisolasi di level virtualisasi. Penjelasan konsepnya lebih dalam ada di artikel apa itu NAT VPS.

Kenapa model ini ada? Persediaan IPv4 di dunia sudah habis, sehingga satu alamat IPv4 sendiri punya harga sewa yang tidak kecil. Dengan berbagi IPv4, biaya itu bisa ditekan, sementara IPv6 tetap memberi alamat publik langsung untuk layanan yang mendukungnya.

Siapa yang cocok memakai NAT VPS?

NAT VPS pas untuk proyek yang butuh server menyala 24 jam tetapi tidak butuh semua port terbuka di IPv4 sendiri. Contoh penggunaan yang disebut di halaman produk:

  • Bot yang selalu aktif, seperti bot Telegram, Discord, atau WhatsApp gateway.
  • Server game untuk bermain bersama teman, misalnya Minecraft, SA-MP, Rust, atau Terraria, cukup forward port-nya.
  • VPN pribadi dengan WireGuard atau OpenVPN.
  • Belajar Linux dan coding, misalnya untuk tugas kuliah atau mencoba deploy project.
  • Tunnel ke server rumah, seperti homelab atau Home Assistant.
  • Worker kecil, seperti scraper, uptime checker, n8n, dan cron job.

NAT VPS kurang cocok untuk mail server, layanan yang butuh reverse DNS sendiri, atau aplikasi yang bergantung pada reputasi IP. Untuk kebutuhan itu, VPS dengan IPv4 sendiri lebih tepat.

Fitur apa saja yang didapat?

  • Port forwarding fleksibel. Atur sendiri pemetaan port publik ke port internal lewat panel NivelCP, dan tambah aturan kapan saja.
  • Reverse proxy HTTP/HTTPS gratis. Website di port 80/443 bisa diakses lewat subdomain *.nivelva.app atau domain sendiri, dengan SSL yang terpasang otomatis.
  • IPv6 /64 dedikasi. Satu blok IPv6 penuh untuk setiap VPS, bisa dipakai langsung untuk layanan publik tanpa NAT.
  • SSD enterprise. Storage kelas datacenter, sehingga NAT tidak berarti lambat.
  • Anti-DDoS pada IP berbagi. Mitigasi serangan L3/L4 di edge melindungi semua VPS di balik IP publik, tanpa biaya tambahan.
  • Kontrol penuh di panel. Snapshot manual, rebuild OS sekali klik, VNC console via browser, rescue mode, reboot dan power on/off, serta reset password root.
  • Port jaringan 1 Gbps di setiap paket.

NAT VPS berjalan di platform tersendiri, terpisah dari VPS High Performance, dengan server di Jakarta.

Contoh pemetaan port

Bayangkan kamu menjalankan tiga layanan di satu NAT VPS: website, bot, dan server Minecraft. Website tidak memakai jatah port karena dilayani reverse proxy di port 80/443. Bot Node.js yang berjalan di port internal 3000 kamu petakan ke salah satu port publik dari rentangmu, misalnya 33002. Server Minecraft yang memakai port internal 25565 kamu petakan ke port publik berikutnya, misalnya 33003. Teman-temanmu cukup memasukkan alamat IP dan port 33003 di game untuk bergabung.

Untuk VPN WireGuard, prinsipnya sama: petakan satu port publik UDP ke port WireGuard di VPS, lalu tulis port publik itu di konfigurasi klien. Selama setiap layanan punya port publiknya sendiri, satu IPv4 berbagi tetap bisa melayani banyak kebutuhan.

Berapa harga paket NAT VPS?

Berikut paket yang tercantum di halaman produk dengan pembayaran bulanan, tanpa kontrak:

PaketvCPURAMSSDPort forwardingHarga per bulan
NAT Nano11 GB15 GB10 portRp15.000
NAT Mini12 GB25 GB20 portRp25.000
NAT Plus24 GB50 GB40 portRp45.000
NAT Max48 GB80 GB80 portRp85.000

Semua paket mendapat IPv4 publik berbagi dengan rentang port khusus, IPv6 /64 penuh, reverse proxy 80/443 dengan SSL, port 1 Gbps dengan Anti-DDoS, dan panel NivelCP. Butuh port lebih banyak dari jatah paket? Tim Nivelva bisa dihubungi untuk menambahkannya.

Bagaimana cara memilih paket NAT VPS?

KebutuhanPaket yang bisa jadi titik awal
Satu bot ringan, VPN pribadi, latihan LinuxNAT Nano
Beberapa bot, website kecil lewat reverse proxyNAT Mini
Server game kecil, n8n, beberapa layanan sekaligusNAT Plus
Banyak layanan, butuh banyak port, RAM legaNAT Max

Tips agar tidak salah pilih:

  • Hitung jumlah port yang benar-benar kamu butuhkan. Setiap layanan yang harus diakses dari luar lewat IPv4 butuh satu port. Website di 80/443 tidak memakai jatah port karena lewat reverse proxy.
  • Perhatikan RAM aplikasi. Server game Minecraft dan n8n relatif rakus RAM, jadi lebih nyaman di NAT Plus ke atas.
  • Manfaatkan IPv6. Kalau klien atau perangkatmu mendukung IPv6, layanan bisa dibuka langsung di IPv6 tanpa batas jatah port.
  • Rencanakan jalur naik kelas. Paket NAT bisa di-upgrade kapan saja, atau dipindah ke VPS High Performance atau VPS Managed tanpa rebuild, dengan data tetap terbawa.

Bagaimana cara mulai memakai NAT VPS?

  1. Pastikan ketersediaan paket di halaman NAT VPS atau lewat WhatsApp, lalu selesaikan pemesanan.
  2. Masuk ke panel NivelCP. Login ke VPS lewat SSH sesuai detail akses di panel, atau pakai VNC console di browser.
  3. Tambahkan aturan port forwarding untuk setiap layanan, misalnya port publik 33002 ke port internal 3000 untuk bot.
  4. Untuk website, arahkan domain sendiri atau pakai subdomain *.nivelva.app di reverse proxy. SSL terpasang otomatis.
  5. Buat snapshot sebelum melakukan perubahan besar, supaya mudah kembali bila ada yang salah.

Satu kebiasaan baik lagi: catat setiap aturan port forwarding beserta layanannya. Saat jumlah layanan bertambah, catatan sederhana ini memudahkanmu menghapus aturan yang sudah tidak dipakai dan menjaga port yang terbuka tetap seminimal mungkin.

Apa batasan NAT VPS yang perlu diketahui?

Ada beberapa hal yang sebaiknya kamu pahami sejak awal:

  • Tidak semua port IPv4 terbuka. Kamu hanya memakai rentang port yang diberikan, ditambah 80/443 lewat reverse proxy.
  • Port SMTP keluar (25) ditutup agar tidak dipakai untuk spam. Untuk mengirim email, gunakan relay SMTP di port 587 atau layanan email transaksional.
  • IP publik dipakai bersama. Layanan yang butuh reverse DNS atau reputasi IP sendiri sebaiknya memakai VPS ber-IPv4 dedicated.
NAT VPSVPS High Performance
IPv4Berbagi, rentang port khususStatis, milik sendiri
Website 80/443Lewat reverse proxy gratisLangsung
StorageSSD enterpriseNVMe burstable 80.000 IOPS
Harga mulaiRp15.000/bulanRp251.000/bulan

Kalau proyekmu berkembang dan butuh IPv4 sendiri, VPS High Performance adalah langkah berikutnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda NAT VPS dengan VPS biasa?

VPS biasa punya satu IPv4 publik sendiri dengan semua port terbuka. NAT VPS berbagi IPv4 dengan beberapa VPS dan memberimu rentang port khusus. CPU, RAM, dan storage tetap penuh dan terpisah.

Bisakah menaruh website di NAT VPS?

Bisa. Port 80/443 disiapkan lewat reverse proxy gratis. Arahkan domain sendiri atau subdomain nivelva.app, dan SSL terpasang otomatis.

Berapa port yang didapat?

Tergantung paket, mulai 10 port di NAT Nano sampai 80 port di NAT Max. Pemetaannya bebas kamu atur lewat panel NivelCP.

Apakah bisa mengirim email dari NAT VPS?

Port SMTP keluar 25 ditutup untuk mencegah spam. Gunakan relay SMTP di port 587 atau layanan email transaksional.

Apakah aman karena IP-nya dipakai bersama?

Aman. Setiap VPS terisolasi penuh di level virtualisasi, trafik diarahkan per port, dan Anti-DDoS menjaga IP dari sisi edge.

Baca juga