Lewati ke isi

Produk Nivelva

VPS Managed Nivelva: Fitur, Paket & Harga Lengkap

Panduan VPS Managed Nivelva: server dikelola engineer, migrasi gratis, backup off-site, monitoring 24/7. Paket Jade dan Obsidian mulai Rp1.500.000/bulan.

Terbit 7 menit baca

Jawaban singkat

VPS Managed Nivelva adalah VPS yang dikelola penuh oleh engineer Nivelva lewat cPanel: setup, keamanan, backup off-site, monitoring 24/7, dan migrasi gratis. Paket Jade Rp1.500.000/bulan dan Obsidian Rp2.850.000/bulan, plus Custom VPS untuk kebutuhan besar.

Daftar isi
  1. Apa itu VPS Managed Nivelva?
  2. Siapa yang cocok memakai VPS Managed?
  3. Apa saja yang dikelola tim Nivelva?
  4. Berapa harga dan apa isi paket VPS Managed?
  5. Jade, Obsidian, atau Custom: mana yang cocok?
  6. Apa yang tetap menjadi tanggung jawabmu?
  7. Bagaimana cara memulai VPS Managed?
  8. Bagaimana proses migrasi berjalan?
  9. Apa bedanya dengan VPS High Performance?
  10. Pertanyaan yang sering diajukan

VPS Managed Nivelva adalah server virtual dengan resource khusus (CPU, RAM, dan NVMe) yang seluruh urusan teknisnya ditangani tim engineer Nivelva. Kamu tidak perlu mengatur konfigurasi, memasang patch keamanan, atau memantau server sendiri. Semua dikerjakan tim, dan kamu bisa menghubungi engineer lewat WhatsApp kapan saja. Harganya mulai Rp1.500.000 per bulan, sudah termasuk migrasi gratis, lisensi keamanan, dan backup off-site.

Panduan ini menjelaskan apa saja yang dikelola, siapa yang cocok memakai layanan ini, isi tiap paket, cara memulai, dan cara memilih antara Jade, Obsidian, atau Custom VPS.

Apa itu VPS Managed Nivelva?

Di VPS biasa (unmanaged), kamu mendapat akses root dan mengurus semuanya sendiri: instalasi, keamanan, backup, monitoring, sampai perbaikan saat ada masalah. Di VPS Managed, pekerjaan itu pindah ke tim Nivelva. Server dikelola penuh lewat control panel cPanel, sehingga kamu tetap bisa mengurus domain, email, database, dan file website dengan mudah.

Satu hal penting: VPS Managed tidak memberi akses root. Tujuannya mengurangi risiko kesalahan konfigurasi. Kebutuhan konfigurasi khusus tetap bisa dikerjakan. Kamu cukup mengirim permintaan lewat tiket atau WhatsApp, lalu engineer mengerjakan dan mendokumentasikannya untukmu.

Perbedaan lengkap kedua model ini kami bahas di artikel managed VPS vs unmanaged.

Siapa yang cocok memakai VPS Managed?

Layanan ini paling masuk akal untuk bisnis yang butuh server andal tetapi tidak punya, atau tidak ingin menambah, tim IT khusus server. Contohnya:

  • Pemilik toko online dan company profile yang baru pindah dari shared hosting ke VPS.
  • Agensi yang mengelola banyak website klien di satu server.
  • SaaS dan toko online besar yang butuh stabilitas dan bantuan teknis cepat.
  • Perusahaan yang ingin fokus ke produk dan penjualan, bukan urusan patch kernel atau firewall.

Kalau tim kamu terbiasa mengelola Linux dan ingin kebebasan penuh memasang stack apa pun, VPS High Performance dengan akses root mungkin lebih pas.

Apa saja yang dikelola tim Nivelva?

Semua paket VPS Managed sudah termasuk layanan berikut:

  • Migrasi website gratis. Kamu cukup mengirim akses hosting lama. Tim memindahkan website dan database.
  • Hardening dan firewall. Imunify360 untuk perlindungan malware dan firewall aplikasi web (WAF).
  • CloudLinux dan KernelCare. KernelCare memasang patch kernel tanpa perlu reboot.
  • Backup otomatis off-site. Backup harian disimpan di lokasi terpisah, dengan riwayat 14 sampai 30 hari tergantung paket.
  • Monitoring 24/7. Server dipantau terus agar masalah terdeteksi lebih awal.
  • Asisten IT pribadi via WhatsApp. Engineer Nivelva berperan sebagai sysadmin-mu, dengan layanan prioritas tanpa antre.
  • Stack yang disetel engineer. Termasuk LiteSpeed, Redis object cache, tuning MySQL/MariaDB dan PHP OPcache, serta SSL wildcard gratis.

Berapa harga dan apa isi paket VPS Managed?

Ada dua paket siap pesan dan satu opsi custom.

JadeObsidian
CPU4 Core AMD EPYC 700310 Core AMD EPYC 7003
RAM12 GB DDR4 ECC30 GB DDR4 ECC
Storage180 GB NVMe RAID10450 GB NVMe RAID10
Bandwidth4 TB @ 5 Gbps/port10 TB @ 5 Gbps/port
BackupExtended backup 14 hariExtended backup 30 hari + off-site replication
IPDedicated IPDedicated IP + reverse DNS
MigrasiGratis, termasuk setupGratis, oleh senior engineer
TambahanCloudLinux, Imunify360, KernelCareSemua isi Jade + performance tuning berkala, dedicated account manager, architecture review 2 kali setahun, staging dan auto deployment
Harga per bulanRp1.500.000Rp2.850.000

Custom VPS tersedia untuk kebutuhan yang lebih besar, hingga 128 vCPU dan 768 GB RAM, dengan penawaran sesuai kebutuhan. Tim engineer akan merancang infrastrukturnya bersamamu, termasuk opsi server GPU dan multi-region.

Halaman produk juga mencantumkan garansi uang kembali 30 hari untuk paket VPS Managed baru dan tanpa biaya setup. Harga dan ketentuan terbaru ada di halaman VPS Managed.

Jade, Obsidian, atau Custom: mana yang cocok?

SituasiPilihan yang masuk akal
Baru pindah dari shared hosting, beberapa website bisnisJade
Toko online ramai, SaaS, aplikasi yang tidak boleh berhentiObsidian
Butuh staging, review arsitektur, dan account managerObsidian
Beban sangat besar, GPU, atau multi-regionCustom VPS

Tips memilih:

  • Lihat total ukuran data sekarang, lalu sisakan ruang tumbuh. Hitung ukuran file website, database, dan email. Jade memberi 180 GB, Obsidian 450 GB.
  • Pertimbangkan berapa lama riwayat backup yang kamu butuhkan. Kalau kesalahan data sering baru ketahuan setelah beberapa minggu, riwayat 30 hari di Obsidian lebih aman.
  • Hitung nilai waktu tim. Bandingkan biaya paket dengan jam kerja yang biasanya habis untuk mengurus server, memperbaiki error, dan memulihkan website.
  • Konsultasi dulu kalau ragu. Tim bisa melihat kondisi hosting lamamu sebelum kamu memutuskan.

Apa yang tetap menjadi tanggung jawabmu?

Layanan terkelola bukan berarti kamu tidak perlu terlibat sama sekali. Tim Nivelva mengurus server, sementara isi website dan aplikasi tetap milikmu. Supaya kerja sama berjalan lancar, ada beberapa hal yang sebaiknya tetap kamu pegang:

  • Konten dan kode aplikasi. Tema, plugin, dan kode buatan developer-mu tetap perlu dirawat. Plugin WordPress yang tidak pernah diperbarui bisa menjadi celah keamanan, walau servernya sudah diperkeras.
  • Akun dan password. Gunakan password yang kuat untuk cPanel, admin website, dan email, lalu jangan dibagikan sembarangan.
  • Permintaan perubahan yang jelas. Saat meminta konfigurasi baru, jelaskan tujuan dan aplikasinya. Engineer bisa bekerja lebih cepat bila konteksnya lengkap.
  • Keputusan bisnis. Kapan menambah kapasitas, kapan membuka toko baru, atau kapan meluncurkan promo besar tetap keputusanmu. Kabari tim lebih awal bila akan ada lonjakan pengunjung.

Dengan pembagian peran seperti ini, kamu tidak perlu menguasai Linux, tetapi tetap tahu apa yang terjadi di servermu.

Bagaimana cara memulai VPS Managed?

  1. Pilih paket Jade atau Obsidian di halaman VPS Managed, atau hubungi tim lewat WhatsApp untuk Custom VPS.
  2. Pilih lokasi datacenter saat checkout, lalu selesaikan pembayaran di area member.
  3. Tim menyiapkan OS, control panel, security stack, dan SSL. Aktivasi dilakukan dalam 1 sampai 3 jam setelah pembayaran dikonfirmasi, lalu kredensial dikirim ke kamu.
  4. Kirim akses hosting lama bila ingin pindah. Tim mengerjakan migrasi website dan database untukmu.
  5. Untuk perubahan konfigurasi berikutnya, cukup kirim permintaan lewat tiket atau WhatsApp.

Lokasi datacenter yang tersedia adalah Jakarta sebagai lokasi utama, Singapore, dan Frankfurt. Pilih yang paling dekat dengan mayoritas pengunjungmu agar latensinya rendah.

Setelah server aktif, manfaatkan saluran WhatsApp untuk hal-hal kecil sekalipun, seperti menambah domain, membuat database baru, atau mengecek kenapa email tidak terkirim. Itulah inti layanan terkelola.

Bagaimana proses migrasi berjalan?

Migrasi sering menjadi alasan orang menunda pindah server. Di VPS Managed, prosesnya diserahkan ke tim. Kamu cukup mengirim akses hosting lama, lalu tim memindahkan file website dan database ke server baru, menyiapkan SSL, dan mengecek bahwa website berjalan normal sebelum DNS dialihkan. Selama proses ini, website lama tetap bisa diakses pengunjung.

Agar migrasi lancar, siapkan daftar domain yang akan dipindah, akses ke panel hosting lama, dan akses ke pengelola DNS domain. Kalau ada email yang ikut pindah, beri tahu tim sejak awal supaya jadwal peralihan bisa diatur.

Apa bedanya dengan VPS High Performance?

VPS ManagedVPS High Performance
Pengelola serverEngineer NivelvaKamu sendiri
Akses rootTidakYa
Control panelcPanel termasukPilih sendiri dari katalog
BackupOff-site, 14 sampai 30 hariDiatur sendiri
MigrasiGratisLayanan tambahan berbayar
Aktivasi1 sampai 3 jamSekitar 60 detik
Harga mulaiRp1.500.000/bulanRp251.000/bulan

Secara sederhana: VPS High Performance cocok kalau kamu punya kemampuan teknis dan ingin kendali penuh. VPS Managed cocok kalau kamu ingin server yang diurus orang lain dan tetap bisa bertanya kapan saja.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah saya mendapat akses root di VPS Managed?

Tidak. Akses root tidak diberikan untuk meminimalkan kesalahan konfigurasi. Semua konfigurasi yang kamu butuhkan dikerjakan engineer Nivelva lewat tiket atau WhatsApp.

Berapa lama aktivasi VPS Managed?

Aktivasi dilakukan dalam 1 sampai 3 jam setelah pembayaran dikonfirmasi. OS, control panel, security stack, dan SSL sudah disiapkan sebelum kredensial dikirim.

Apakah migrasi dari hosting lama dikenakan biaya?

Tidak. Migrasi website dan database sudah termasuk di semua paket VPS Managed.

Di mana lokasi datacenter VPS Managed?

Jakarta sebagai lokasi utama, Singapore, dan Frankfurt. Lokasi dipilih saat checkout.

Apakah ada garansi uang kembali?

Ya. Halaman produk mencantumkan garansi uang kembali 30 hari untuk semua paket VPS Managed baru.

Baca juga