Lewati ke isi

Keamanan & CVE

Cara Mengamankan VPS Linux Baru: Langkah Awal Wajib

Checklist mengamankan VPS Ubuntu atau Debian yang baru dibuat: update, user sudo, SSH key, firewall UFW, Fail2Ban, update otomatis, dan backup.

Terbit 6 menit baca

Jawaban singkat

Begitu VPS aktif, lakukan pembaruan sistem, buat user biasa dengan sudo, login memakai SSH key, matikan login root dan password, aktifkan firewall yang hanya membuka port yang dipakai, pasang Fail2Ban dan update keamanan otomatis, lalu siapkan backup di lokasi terpisah.

Daftar isi
  1. Kenapa VPS baru tidak boleh dibiarkan apa adanya?
  2. Tahap 1: siapkan dasar sistem
  3. Langkah 1. Perbarui sistem
  4. Langkah 2. Buat user biasa dengan akses sudo
  5. Tahap 2: tutup jalur tebak password lewat SSH
  6. Langkah 3. Login dengan SSH key
  7. Langkah 4. Matikan login root dan login password
  8. Tahap 3: batasi pintu masuk dari jaringan
  9. Langkah 5. Aktifkan firewall UFW
  10. Langkah 6. Pasang Fail2Ban
  11. Tahap 4: biarkan patch keamanan berjalan sendiri
  12. Langkah 7. Aktifkan update keamanan otomatis
  13. Setelah tujuh langkah: rawat dan pilih cara mengelola
  14. Ringkasan langkah dan alatnya
  15. Pertanyaan yang sering diajukan

Baru saja membuat VPS dan ingin langsung memasang website? Tahan dulu sebentar. Server itu sudah punya IP publik, jadi sudah bisa dihubungi siapa pun di internet, dan dalam hitungan menit bot otomatis biasanya mulai mencoba login SSH dengan tebakan username dan password.

Jawabannya: amankan dulu dengan tujuh langkah berurutan di bawah ini, lalu siapkan backup terpisah. Semua langkah berlaku untuk Ubuntu dan Debian, bisa selesai dalam waktu singkat, dan sebagian bergantung pada langkah sebelumnya, jadi jangan diacak.

Kenapa VPS baru tidak boleh dibiarkan apa adanya?

Pada VPS unmanaged, penyedia mengamankan infrastruktur dan jaringan, sedangkan isi server menjadi tanggung jawabmu. Image sistem operasi bawaan dibuat agar mudah dipakai, belum tentu disetel ketat. Login root dengan password, port yang terbuka, dan paket yang belum diperbarui adalah pintu masuk yang paling sering disalahgunakan.

Yang membuat ini berbahaya: server yang dibobol jarang terlihat rusak. Biasanya ia diam-diam dipakai untuk menambang kripto, mengirim spam, atau menyerang server lain. Pembagian tanggung jawabnya dibahas di managed VPS vs unmanaged.

Tahap 1: siapkan dasar sistem

Langkah 1. Perbarui sistem

Login pertama kali memakai akun yang diberikan penyedia, lalu jalankan:

apt update && apt upgrade -y

Ini menutup celah yang sudah diketahui. Kalau ada pembaruan kernel, reboot server setelahnya.

Langkah 2. Buat user biasa dengan akses sudo

Bekerja langsung sebagai root membuat satu salah ketik bisa berakibat fatal. Buat user baru dan beri akses sudo:

adduser budi
usermod -aG sudo budi

Ganti budi dengan nama pilihanmu. Mulai sekarang, pakai user ini dan tambahkan sudo untuk perintah administratif.

Tahap 2: tutup jalur tebak password lewat SSH

Dua langkah ini menutup cara serangan yang paling sering dipakai bot, yaitu menebak password root.

Langkah 3. Login dengan SSH key

Buat pasangan kunci di laptopmu, lalu salin kunci publiknya ke server:

ssh-keygen -t ed25519
ssh-copy-id budi@IP-SERVER

Coba ssh budi@IP-SERVER. Kalau bisa masuk tanpa diminta password akun, kunci sudah bekerja. Soal passphrase, cara kerja kunci, dan pemakaian di Windows, baca SSH key vs password.

Langkah 4. Matikan login root dan login password

Edit /etc/ssh/sshd_config dan pastikan nilainya seperti ini1:

PermitRootLogin no
PasswordAuthentication no

Di Ubuntu versi baru, cek juga folder /etc/ssh/sshd_config.d/, karena pengaturan di sana bisa menimpa file utama. Uji konfigurasi dengan sudo sshd -t, lalu muat ulang layanan dengan sudo systemctl restart ssh.

Tahap 3: batasi pintu masuk dari jaringan

Langkah 5. Aktifkan firewall UFW

UFW memudahkan pengaturan firewall di Ubuntu dan Debian. Buka port SSH lebih dulu supaya koneksimu tidak terputus:

sudo apt install ufw
sudo ufw allow 22/tcp
sudo ufw allow 80/tcp
sudo ufw allow 443/tcp
sudo ufw enable
sudo ufw status verbose

Buka hanya port yang benar-benar dipakai. Database seperti MySQL atau PostgreSQL sebaiknya tidak dibuka untuk umum.

Perlu diingat, container Docker yang mempublikasikan port bisa melewati aturan UFW, jadi atur port container dengan hati-hati. Kalau penyedia menyediakan security group, pakai juga sebagai lapisan tambahan di luar server.

Langkah 6. Pasang Fail2Ban

Fail2Ban membaca log login dan memblokir sementara alamat IP yang gagal berulang kali:

sudo apt install fail2ban

Buat file /etc/fail2ban/jail.local berisi [sshd] dan enabled = true, lalu jalankan sudo systemctl restart fail2ban. Di sistem yang mencatat log hanya lewat journald, seperti instalasi Debian 12 tanpa rsyslog, tambahkan backend = systemd di bagian yang sama. Cek hasilnya dengan sudo fail2ban-client status sshd.

Tahap 4: biarkan patch keamanan berjalan sendiri

Langkah 7. Aktifkan update keamanan otomatis

sudo apt install unattended-upgrades
sudo dpkg-reconfigure --priority=low unattended-upgrades

Pembaruan keamanan akan terpasang tanpa menunggu kamu. Tetap cek server secara berkala, karena beberapa pembaruan butuh reboot.

Setelah tujuh langkah: rawat dan pilih cara mengelola

Server yang sudah dikunci tetap perlu dirawat. Siapkan backup di lokasi terpisah dan uji pemulihannya, karena backup di server yang sama ikut hilang bila server bermasalah. Pantau pemakaian CPU, RAM, dan bandwidth: lonjakan tanpa sebab bisa jadi tanda penyusupan. Hapus paket dan layanan yang tidak dipakai, karena setiap layanan yang berjalan menambah celah.

Serangan banjir trafik juga tidak bisa ditangani firewall di dalam server saja. Penjelasannya ada di anti-DDoS VPS.

Langkah di atas hanya awal. Setelahnya ada patch rutin, pemantauan log, dan penanganan bila ada yang mencurigakan. Kalau timmu ingin mengerjakannya sendiri, VPS High Performance Nivelva memberi akses root penuh, SSH dan console, firewall dan security group yang bisa kamu atur sendiri, serta Anti-DDoS Magic Transit di semua paket.

Kalau tidak ingin mengurus server sama sekali, VPS Managed dikelola penuh oleh engineer Nivelva, mulai dari hardening dan firewall Imunify360, KernelCare untuk patch kernel tanpa reboot, Fail2Ban, backup off-site, sampai monitoring 24/7. Pelanggan tidak mendapat akses root, dan perubahan konfigurasi dikerjakan tim lewat tiket atau WhatsApp. Rinciannya ada di panduan VPS Managed.

Ringkasan langkah dan alatnya

LangkahTujuanAlat
Update sistemMenutup celah yang sudah diketahuiapt
User biasa + sudoTidak bekerja sebagai root sehari-hariadduser, grup sudo
SSH keyLogin tanpa password yang bisa ditebakssh-keygen, ssh-copy-id
Matikan login root dan passwordMenutup serangan tebak passwordsshd_config
FirewallHanya port yang dipakai yang terbukaUFW, security group
Fail2BanMemblokir alamat yang gagal login berulangfail2ban
Update otomatisPatch keamanan terpasang tanpa menungguunattended-upgrades
Backup terpisahData bisa dipulihkan bila terjadi insidenBackup offsite

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah mengganti port SSH dari 22 membuat VPS aman?

Mengganti port hanya mengurangi jumlah percobaan login dari bot yang memindai port standar. Pengamanan utamanya tetap SSH key, login password yang dimatikan, dan firewall.

Apakah langkah ini sama untuk AlmaLinux atau Rocky Linux?

Prinsipnya sama, tapi alatnya berbeda. Di keluarga Red Hat, paket dipasang dengan dnf, grup admin bernama wheel, dan firewall bawaannya firewalld.

Bagaimana kalau saya terkunci dari server setelah mengubah pengaturan SSH?

Gunakan console dari panel penyedia untuk login langsung ke server, lalu perbaiki file sshd_config. Karena itu, selalu uji login di terminal baru sebelum menutup sesi lama.

Apakah Fail2Ban masih perlu kalau login password sudah dimatikan?

Masih berguna. Fail2Ban mengurangi beban dan isi log dari percobaan login berulang, dan bisa dipakai untuk layanan lain seperti halaman login aplikasi.

Apakah VPS Managed Nivelva memberi akses root?

Tidak. Akses root tidak diberikan untuk mencegah kesalahan konfigurasi. Semua perubahan yang kamu butuhkan dikerjakan tim Nivelva lewat tiket atau WhatsApp.

Checklist sebelum memasang aplikasi pertama:

  • apt upgrade sudah dijalankan dan server sudah di-reboot bila ada pembaruan kernel.
  • Kamu login sebagai user biasa dengan sudo, bukan root.
  • Login dengan SSH key berhasil di terminal baru.
  • PermitRootLogin no dan PasswordAuthentication no aktif, dan sudo sshd -t tidak menampilkan galat.
  • sudo ufw status verbose hanya menampilkan port yang memang dipakai.
  • sudo fail2ban-client status sshd menunjukkan jail aktif.
  • unattended-upgrades terpasang, dan backup di lokasi terpisah sudah diuji pemulihannya.

Sumber & referensi

  1. 1

    Arti setiap opsi konfigurasi server SSH dijelaskan di halaman manual resmi OpenSSH sshd_config.

Baca juga