Lewati ke isi

Website & Domain

Record AAAA, SRV, dan CAA di DNS, Untuk Apa Saja?

Fungsi record AAAA untuk IPv6, SRV untuk layanan seperti email dan VoIP, serta CAA untuk membatasi penerbit SSL, lengkap dengan contoh penulisannya.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

AAAA menghubungkan nama domain ke alamat IPv6. SRV memberi tahu aplikasi di host dan port mana sebuah layanan berjalan. CAA menentukan otoritas sertifikat mana yang boleh menerbitkan SSL untuk domainmu.

Daftar isi
  1. Untuk apa record AAAA?
  2. Kapan record SRV dibutuhkan?
  3. Bagaimana record CAA melindungi SSL?
  4. Ringkasan ketiga record
  5. Perlukah ketiganya dibuat untuk domain bisnis?
  6. Pertanyaan yang sering diajukan

Singkatnya: AAAA adalah versi IPv6 dari record A, SRV menunjukkan lokasi sebuah layanan beserta port-nya, dan CAA membatasi siapa yang boleh menerbitkan sertifikat SSL untuk domainmu.

Kenapa perlu tahu? Ketiganya jarang disentuh, tetapi sering jadi penyebab masalah yang membingungkan. Situs bisa dibuka dari satu jaringan tapi tidak dari jaringan lain karena AAAA lama. Aplikasi email tidak bisa menemukan server karena SRV salah. SSL gagal diperpanjang karena CAA tidak mengizinkan penerbitnya. Kalau record dasar seperti A, CNAME, MX, dan TXT belum familiar, mulai dari apa itu DNS.

Untuk apa record AAAA?

Record A berisi alamat IPv4 (misalnya 203.0.113.10), sedangkan AAAA berisi alamat IPv6 (misalnya 2001:db8::10). Namanya empat huruf A karena alamat IPv6 panjangnya 128 bit, empat kali IPv4 yang 32 bit. Formatnya ditetapkan di RFC 3596.

namabisnis.com.   3600  IN  AAAA  2001:db8::10

Hal yang perlu diingat:

  • AAAA hanya dibuat bila server benar-benar melayani IPv6. Perangkat yang punya koneksi IPv6 umumnya akan mencoba IPv6 lebih dulu. Bila AAAA menunjuk ke alamat yang salah atau server tidak mendengarkan di IPv6, sebagian pengunjung akan mengalami situs lambat atau gagal dibuka.
  • Ubah AAAA saat pindah server. Kesalahan umum: record A sudah diganti ke server baru, tetapi AAAA masih menunjuk server lama.
  • Firewall IPv6 diatur terpisah. Aturan firewall IPv4 tidak otomatis berlaku untuk IPv6 di banyak sistem.

Bila kamu memakai VPS, cara mengaktifkan dan menguji IPv6 dibahas di cara mengaktifkan IPv6 di VPS.

Kapan record SRV dibutuhkan?

Record A dan AAAA hanya memberi alamat. Record SRV memberi informasi lebih lengkap: nama host server, port, serta prioritas dan bobot bila ada beberapa server. Formatnya ditetapkan di RFC 2782.

Nama record SRV punya pola khusus, yaitu _layanan._protokol.domain. Isinya berurutan: prioritas, bobot, port, dan host tujuan.

_imaps._tcp.namabisnis.com.       3600 IN SRV 0 1 993 mail.namabisnis.com.
_submission._tcp.namabisnis.com.  3600 IN SRV 0 1 587 mail.namabisnis.com.
_sip._tcp.namabisnis.com.         3600 IN SRV 10 60 5060 sip1.namabisnis.com.

Cara membacanya:

  • Prioritas: angka lebih kecil dipakai lebih dulu. Server dengan prioritas lebih besar menjadi cadangan.
  • Bobot: membagi beban di antara server berprioritas sama. Bobot lebih besar mendapat porsi lebih banyak.
  • Port: port layanan, misalnya 993 untuk IMAP lewat TLS.
  • Target: nama host server. Menurut RFC 2782, target harus nama yang punya record A atau AAAA, bukan alias CNAME. Target berupa titik saja (.) berarti layanan itu sengaja tidak tersedia.

Contoh pemakaian SRV yang umum: konfigurasi otomatis aplikasi email (RFC 6186 untuk IMAP dan submission), VoIP berbasis SIP, layanan chat XMPP, beberapa layanan direktori kantor, dan sebagian game server. Biasanya penyedia layanan akan memberikan nilai SRV yang harus kamu tambahkan, jadi tugasmu adalah menyalinnya dengan teliti.

Bagaimana record CAA melindungi SSL?

Record CAA (Certification Authority Authorization) berisi daftar otoritas sertifikat (CA) yang diizinkan menerbitkan sertifikat untuk domainmu. Formatnya ditetapkan di RFC 8659. Sejak 2017, aturan industri sertifikat mewajibkan CA memeriksa CAA sebelum menerbitkan sertifikat.

namabisnis.com.  3600 IN CAA 0 issue "letsencrypt.org"
namabisnis.com.  3600 IN CAA 0 issue "sectigo.com"
namabisnis.com.  3600 IN CAA 0 issuewild ";"
namabisnis.com.  3600 IN CAA 0 iodef "mailto:admin@namabisnis.com"

Arti tag-nya:

  • issue: CA yang boleh menerbitkan sertifikat biasa untuk domain ini.
  • issuewild: CA yang boleh menerbitkan sertifikat wildcard. Nilai ";" berarti tidak ada CA yang diizinkan menerbitkan wildcard.
  • iodef: alamat untuk menerima laporan bila ada permintaan sertifikat yang ditolak. Tidak semua CA mengirim laporan.

Bila domain tidak punya record CAA sama sekali, CA mana pun boleh menerbitkan. Bila subdomain tidak punya CAA sendiri, aturan dari domain induk yang berlaku.

Manfaat utamanya adalah mengurangi risiko sertifikat diterbitkan oleh CA yang tidak kamu pakai. Risikonya: kalau kamu lupa mencantumkan CA yang sedang dipakai, perpanjangan SSL akan gagal. Ini perlu diperhatikan sekarang karena masa berlaku SSL makin pendek, sehingga perpanjangan makin sering terjadi. Bila memakai CDN atau layanan yang menerbitkan sertifikat atas namamu, pastikan CA milik layanan itu juga tercantum.

Ringkasan ketiga record

RecordFungsiContoh nilaiKesalahan umum
AAAANama ke alamat IPv62001:db8::10Masih menunjuk server lama setelah pindah
SRVLokasi dan port layanan0 1 993 mail.namabisnis.com.Target berupa CNAME atau nama tertulis ganda
CAAMembatasi penerbit SSL0 issue "letsencrypt.org"CA yang sedang dipakai tidak dicantumkan

Untuk mengecek ketiganya, gunakan dig namabisnis.com AAAA, dig _imaps._tcp.namabisnis.com SRV, dan dig namabisnis.com CAA.

Perlukah ketiganya dibuat untuk domain bisnis?

Tidak semua domain butuh ketiganya sekaligus. Urutannya kira-kira begini.

  • CAA: layak dipertimbangkan oleh hampir semua domain yang memakai SSL, karena hanya butuh satu atau dua baris dan langsung mempersempit pihak yang bisa menerbitkan sertifikat. Syaratnya, kamu tahu pasti CA mana yang dipakai hosting, CDN, atau layanan lain atas nama domainmu.
  • AAAA: dibuat bila server sudah mendukung IPv6 dan sudah diuji. Untuk hosting bersama, ikuti record yang disediakan penyedia, jangan menebak alamat sendiri.
  • SRV: hanya dibuat bila ada layanan yang memintanya, misalnya penyedia email, telepon VoIP kantor, atau aplikasi kolaborasi. Tanpa layanan yang membacanya, record SRV tidak berpengaruh apa-apa.

Catat setiap record yang kamu tambahkan beserta alasannya. Catatan sederhana ini sangat membantu saat pindah hosting atau mengganti pengelola DNS beberapa tahun kemudian.

Pertanyaan yang sering diajukan

Wajibkah membuat record AAAA?

Tidak wajib. Situs tetap bisa diakses lewat IPv4. Buat AAAA hanya bila server sudah dikonfigurasi dan diuji untuk melayani IPv6.

Apakah record CAA bisa menghentikan SSL yang sudah terpasang?

Tidak. CAA hanya diperiksa saat sertifikat diterbitkan atau diperpanjang. Sertifikat yang sudah terbit tetap berlaku sampai masa aktifnya habis.

Bagaimana tahu nilai CAA untuk CA yang saya pakai?

Setiap CA mencantumkan nilai identitasnya di dokumentasi resmi mereka, misalnya letsencrypt.org untuk Let's Encrypt. Gunakan nilai dari sumber resmi CA tersebut.

Sumber & referensi

Baca juga