Lewati ke isi

Server & Infrastruktur

Apa Itu DNS? Record A, CNAME, MX, dan TXT Dijelaskan

Cara kerja DNS dari domain sampai alamat IP, beda record A, AAAA, CNAME, MX, TXT, dan NS, kapan memakai masing-masing, dan kenapa perubahan butuh waktu.

Terbit 6 menit baca

Jawaban singkat

DNS (Domain Name System) adalah sistem yang menerjemahkan nama domain menjadi alamat IP server. Record DNS seperti A, CNAME, MX, dan TXT menentukan ke mana website, email, dan layanan lain di domainmu diarahkan.

Daftar isi
  1. Bagaimana DNS menemukan alamat sebuah domain?
  2. Struktur bertingkat
  3. Perjalanan satu permintaan
  4. TTL dan propagasi
  5. Membandingkan jenis record DNS
  6. Tabel record yang paling sering dipakai
  7. Record untuk website: A, AAAA, dan CNAME
  8. Record untuk email dan verifikasi: MX dan TXT
  9. Kapan memakai A, kapan CNAME?
  10. Kesalahan DNS yang sering terjadi
  11. Mengatur DNS di Nivelva
  12. Pertanyaan yang sering diajukan

DNS (Domain Name System) adalah sistem yang menerjemahkan nama domain seperti bisnismu.com menjadi alamat IP server, misalnya 203.0.113.10. Komputer berkomunikasi lewat alamat IP, manusia lebih mudah mengingat nama, dan DNS menjembatani keduanya dalam hitungan milidetik setiap kali kamu membuka website atau mengirim email.

Taruhannya nyata. Satu record yang keliru bisa membuat website tidak terbuka atau email tidak sampai, padahal server dan domainmu baik-baik saja. Memahami jenis record dan kapan memakainya adalah cara termurah untuk menghindari gangguan seperti itu.

Bagaimana DNS menemukan alamat sebuah domain?

Struktur bertingkat

DNS disusun seperti pohon: dari root, lalu domain tingkat atas (TLD) seperti .com atau .id, sampai domainmu sendiri. Struktur ini dijelaskan dalam standar RFC 1034 dan RFC 10351.

Perjalanan satu permintaan

Saat seseorang mengetik bisnismu.com di browser, prosesnya kira-kira begini:

  1. Perangkat bertanya ke resolver, biasanya milik penyedia internet atau layanan DNS publik.
  2. Kalau resolver belum menyimpan jawabannya, ia bertanya ke root server, lalu ke server TLD .com.
  3. Server TLD memberi tahu nameserver yang bertanggung jawab atas bisnismu.com.
  4. Nameserver itu (authoritative) menjawab dengan record yang diminta, misalnya alamat IP website.
  5. Resolver menyimpan jawaban sementara (cache), lalu mengirimkannya ke perangkat. Browser pun terhubung ke server.

Sebagai pemilik domain, yang kamu atur adalah isi nameserver authoritative itu, yaitu kumpulan record DNS. Biasanya lewat DNS manager di tempat domain terdaftar atau di panel hosting.

TTL dan propagasi

TTL (Time To Live) adalah lama resolver boleh menyimpan jawaban sebelum bertanya ulang, dihitung dalam detik. TTL 3600 berarti jawaban disimpan sampai satu jam.

Itulah sebabnya perubahan DNS tidak langsung terlihat di semua tempat. Resolver yang masih menyimpan jawaban lama akan memakainya sampai TTL habis, dan masa tunggu ini sering disebut propagasi. Mengganti nameserver biasanya butuh waktu lebih lama daripada mengubah satu record, karena informasi nameserver juga disimpan di tingkat TLD.

Kalau berencana memindahkan website, turunkan TTL record A menjadi 300 detik satu atau dua hari sebelumnya. Saat IP diganti, resolver lebih cepat mengambil alamat baru. Setelah pindah selesai, TTL bisa dinaikkan lagi.

Membandingkan jenis record DNS

Tabel record yang paling sering dipakai

RecordFungsiContoh isi
AMengarahkan nama ke alamat IPv4bisnismu.com ke 203.0.113.10
AAAAMengarahkan nama ke alamat IPv6bisnismu.com ke 2001:db8::10
CNAMEMenjadikan nama sebagai alias nama lainwww ke bisnismu.com
MXMenentukan server penerima emailmail.bisnismu.com prioritas 10
TXTMenyimpan teks untuk verifikasi dan kebijakan emailSPF, DKIM, verifikasi Google
NSMenunjuk nameserver yang berwenangns1.penyedia.com
SRVMenunjuk lokasi layanan tertentu beserta portLayanan VoIP atau chat
CAAMembatasi CA yang boleh menerbitkan SSLHanya CA pilihanmu

Record untuk website: A, AAAA, dan CNAME

Record A adalah dasar website: isinya alamat IPv4 server tempat websitemu berjalan, biasanya diberikan penyedia hosting atau server. Kalau server juga punya IPv6, tambahkan record AAAA.

CNAME membuat satu nama menjadi alias nama lain. Aturannya ketat: nama yang memakai CNAME tidak boleh punya record lain. Karena domain utama (apex) selalu punya record NS dan SOA, CNAME umumnya tidak dipakai di domain utama.

Record untuk email dan verifikasi: MX dan TXT

MX menentukan ke server mana email untuk @bisnismu.com dikirim. Angka prioritas yang lebih kecil dicoba lebih dulu. MX yang salah atau kosong membuat email masuk gagal. Alasan memakai email dengan domain sendiri dibahas di email bisnis dengan domain sendiri.

TXT berisi teks bebas yang dibaca layanan lain, antara lain untuk verifikasi kepemilikan domain dan kebijakan email seperti SPF, DKIM, dan DMARC yang membantu email tidak masuk spam. Penjelasannya ada di SPF, DKIM, DMARC.

Kapan memakai A, kapan CNAME?

Pakai record A ketika kamu memegang alamat IP server secara langsung, misalnya untuk domain utama yang diarahkan ke VPS atau hosting. Ini juga satu-satunya pilihan wajar di apex, karena CNAME tidak boleh berdampingan dengan record NS dan SOA di sana.

Pakai CNAME ketika sebuah subdomain cukup mengikuti nama lain. Contoh paling umum adalah www.bisnismu.com yang diarahkan ke bisnismu.com. Keuntungannya, bila server pindah, cukup satu record A yang perlu diubah dan www ikut menyesuaikan.

Pertanyaan serupa muncul untuk tempat mengatur record. Kalau domain memakai nameserver bawaan tempat pendaftaran, atur di DNS manager registrar. Kalau nameserver diarahkan ke hosting atau layanan lain, atur di sana. Jangan mengisi record di dua tempat sekaligus, karena hanya nameserver yang aktif yang dibaca.

Kesalahan DNS yang sering terjadi

  • Lupa record www. Domain utama bisa dibuka, tapi www.bisnismu.com tidak. Tambahkan CNAME www.
  • Dua record SPF. Satu domain sebaiknya hanya punya satu record TXT SPF. Gabungkan semua layanan pengirim dalam satu record.
  • MX terhapus saat pindah hosting. Saat mengganti nameserver, record lama tidak ikut pindah otomatis.
  • CNAME bentrok. Membuat CNAME pada nama yang sudah punya record lain akan ditolak atau menimbulkan perilaku tak terduga.
  • Mengira DNS rusak padahal masih cache. Cek dengan nslookup bisnismu.com atau dig bisnismu.com dari beberapa jaringan sebelum mengubah apa pun.

Mengatur DNS di Nivelva

Setiap domain yang didaftarkan di Nivelva mendapat DNS manager gratis. Dari panel, kamu bisa mengatur record A, CNAME, MX, TXT, dan SRV untuk menghubungkan domain ke hosting, email bisnis, atau verifikasi Google. Belum punya website? Ada juga domain forwarding untuk mengarahkan domain ke Instagram, toko marketplace, atau link WhatsApp.

Kalau belum punya domain, mulai dari cara memilih nama domain untuk bisnis. Untuk harga dan cara daftar, lihat panduan Domain Murah Nivelva.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama perubahan DNS berlaku?

Tergantung TTL record. Perubahan record biasanya terlihat setelah TTL lama habis, sedangkan pergantian nameserver bisa butuh waktu lebih lama karena ikut di-cache di tingkat TLD.

Apa bedanya record A dan CNAME?

Record A berisi alamat IP langsung. CNAME berisi nama lain sebagai alias, lalu resolver mencari alamat IP dari nama tujuan tersebut.

Apakah satu domain bisa punya beberapa record MX?

Bisa. Server dengan angka prioritas paling kecil dicoba lebih dulu, yang lain menjadi cadangan.

Apakah DNS manager di Nivelva berbayar?

Tidak. DNS manager sudah termasuk gratis untuk domain yang terdaftar di Nivelva.

Sumber & referensi

  1. 1

    RFC 1034 menjelaskan konsep dan struktur DNS, sedangkan RFC 1035 menjelaskan format record dan protokolnya.

Baca juga