Domain Murah Nivelva: Harga .com, .id, dan Cara Daftar
Panduan lengkap daftar domain di Nivelva: harga daftar dan perpanjang .com, .id, .co.id, .my.id, fitur gratis, syarat dokumen, transfer, dan tips memilih.
Jawaban singkat
Di Nivelva kamu bisa mendaftarkan domain .com, .id, .co.id, .my.id, dan ratusan ekstensi lain dengan DNS manager, proteksi privasi WHOIS, dan kunci transfer tanpa biaya tambahan. Harga daftar dan perpanjangan selalu ditampilkan, jadi biaya tahun berikutnya bisa direncanakan.
Daftar isi
- Apa itu layanan Domain Murah Nivelva?
- Siapa yang butuh domain sendiri?
- Berapa harga domain di Nivelva?
- Fitur apa saja yang sudah termasuk?
- Bagaimana cara mendaftarkan domain?
- Dokumen untuk domain .co.id dan pendidikan
- Transfer domain dari provider lain
- Bagaimana memilih ekstensi yang tepat?
- Bagaimana menjaga domain bisnis tetap aman?
- Setelah punya domain, apa langkah berikutnya?
- Pertanyaan yang sering diajukan
Domain adalah alamat website bisnismu di internet, misalnya namabisnis.com. Tanpa domain, pelanggan harus mengingat alamat IP server, dan email bisnis pun tidak bisa memakai nama usahamu sendiri. Karena itu domain biasanya jadi aset digital pertama yang dibeli sebuah bisnis.
Panduan ini membahas layanan Domain Murah Nivelva secara lengkap: ekstensi yang tersedia, daftar harga daftar dan perpanjangan, fitur yang sudah termasuk, syarat dokumen untuk domain .co.id, cara mendaftar dan transfer, sampai tips agar biaya domain tidak membengkak di tahun kedua.
Apa itu layanan Domain Murah Nivelva?
Domain Murah Nivelva adalah layanan pendaftaran domain untuk ekstensi internasional seperti .com, .net, .org, dan .io, serta ekstensi Indonesia seperti .id, .co.id, .my.id, .web.id, dan .biz.id. Total tersedia ratusan ekstensi, dan semuanya dibayar dalam rupiah.
Untuk domain .ID, Nivelva terakreditasi PANDI, sehingga pendaftaran diproses langsung ke registri resmi Indonesia. Domain tanpa dokumen seperti .com, .id, dan .my.id umumnya aktif dalam beberapa menit setelah pembayaran terkonfirmasi.
Siapa yang butuh domain sendiri?
Hampir semua usaha yang ingin terlihat serius di internet. Beberapa contoh:
- UMKM dan toko online yang ingin punya alamat sendiri, bukan hanya akun marketplace.
- Perusahaan yang ingin email bisnis seperti nama@perusahaan.co.id agar lebih dipercaya.
- Sekolah, kampus, dan organisasi yang bisa memakai ekstensi khusus seperti .sch.id, .ac.id, atau .or.id.
- Pribadi dan kreator yang ingin portofolio atau blog dengan nama sendiri, misalnya memakai .my.id.
Belum punya website? Domain tetap bisa langsung dipakai dengan domain forwarding ke Instagram, toko marketplace, atau link WhatsApp.
Berapa harga domain di Nivelva?
Berikut harga per tahun untuk ekstensi yang paling sering dicari, diambil dari daftar harga Nivelva per 4 November 2026. Kolom perpanjangan penting diperhatikan, karena biaya tahun kedua dan seterusnya mengikuti angka itu.
| Ekstensi | Daftar (tahun pertama) | Perpanjang per tahun | Catatan |
|---|---|---|---|
| .com | Rp243.000 | Rp243.000 | Bisa daftar hingga 10 tahun |
| .id | Rp231.000 | Rp236.500 | Tanpa dokumen |
| .co.id | Rp297.000 | Rp302.500 | Perlu dokumen usaha |
| .my.id | Sering promo, cek halaman | Rp24.200 | Harga tahun pertama bisa berbeda |
| .web.id | Sering promo, cek halaman | Rp51.700 | Harga tahun pertama bisa berbeda |
| .biz.id | Sering promo, cek halaman | Rp60.500 | Harga tahun pertama bisa berbeda |
| .ai.id | Rp88.000 | Rp88.000 | Ekstensi baru |
| .sch.id | Rp49.500 | Rp51.700 | Untuk sekolah |
| .net | Rp286.000 | Rp286.000 | Internasional |
| .org | Rp330.000 | Rp330.000 | Internasional |
| .io | Rp1.285.900 | Rp1.285.900 | Populer untuk startup teknologi |
Harga promo pada .my.id, .web.id, dan .biz.id hanya berlaku untuk pendaftaran 1 tahun. Ekstensi lain umumnya bisa didaftarkan sekaligus untuk beberapa tahun, hingga 10 tahun.
Fitur apa saja yang sudah termasuk?
Semua fitur berikut aktif sejak domain terdaftar, tanpa biaya tambahan:
- DNS Management: atur record A, CNAME, MX, TXT, dan SRV sendiri dari panel. Cukup beberapa klik untuk menghubungkan domain ke hosting, email bisnis, atau verifikasi Google.
- Proteksi privasi WHOIS: nama, nomor telepon, dan alamatmu tidak tampil di database WHOIS publik, sehingga tidak mudah jadi sasaran spam dan telepon penawaran.
- Domain forwarding: arahkan domain ke Instagram, marketplace, atau link WhatsApp.
- Kunci transfer: domain terkunci secara default, jadi tidak bisa dipindahkan ke provider lain tanpa kode EPP dan persetujuanmu.
- Perpanjangan otomatis: aktifkan auto-renew dan terima pengingat lewat email sebelum masa aktif habis.
- Dibantu sampai online: tim support 24/7 membantu pointing ke hosting, transfer dari provider lama, sampai verifikasi dokumen .co.id.
Bagaimana cara mendaftarkan domain?
- Cari nama. Ketik nama yang kamu mau di kotak pencarian dan cek ketersediaannya di berbagai ekstensi.
- Pilih ekstensi. Tambahkan .com, .id, atau ekstensi lain ke keranjang.
- Lengkapi data pemilik. Untuk .co.id, .ac.id, atau .sch.id, unggah dokumen yang diminta.
- Bayar, lalu domain aktif. Setelah pembayaran terkonfirmasi, domain siap diarahkan ke hosting atau email.
Dokumen untuk domain .co.id dan pendidikan
Domain .co.id memerlukan KTP penanggung jawab dan dokumen legalitas usaha seperti NIB atau akta pendirian. Untuk .ac.id dan .sch.id diperlukan surat keterangan dari institusi pendidikan. Domain berdokumen aktif setelah dokumen diverifikasi registri.
Transfer domain dari provider lain
Siapkan kode EPP (auth code) dari provider lama dan pastikan domain tidak terkunci. Proses transfer biasanya sekaligus memperpanjang masa aktif domain satu tahun, jadi biaya transfer tidak hilang begitu saja. Sebagai gambaran, per 4 November 2026 biaya transfer .com adalah Rp243.000 dan .id Rp231.000, sama dengan harga daftarnya.
Sebelum transfer, cek dulu tanggal kedaluwarsa domain di provider lama. Hindari memulai transfer di hari-hari terakhir masa aktif, dan pastikan email pemilik domain masih bisa diakses karena sebagian registri mengirim konfirmasi ke alamat itu. Pengaturan DNS juga sebaiknya dicatat dulu, supaya website dan email tidak terputus setelah domain pindah.
Bagaimana memilih ekstensi yang tepat?
Tidak ada satu ekstensi yang paling benar untuk semua orang. Beberapa patokan yang bisa membantu:
- Pasar utama di Indonesia: .id atau .co.id langsung memberi kesan lokal. .co.id khusus badan usaha, sehingga menunjukkan bahwa usahamu punya legalitas.
- Pasar internasional atau nama yang mudah diingat: .com adalah ekstensi yang sudah dikenal luas di banyak negara.
- Personal atau proyek kecil: .my.id terjangkau untuk portofolio dan blog.
- Lembaga pendidikan dan organisasi: .sch.id, .ac.id, dan .or.id sesuai peruntukannya.
Kalau kamu masih bingung soal nama, baca dulu cara memilih nama domain untuk bisnis. Banyak usaha juga mengamankan beberapa ekstensi sekaligus, misalnya .com dan .id, supaya nama mereknya tidak dipakai pihak lain.
Bagaimana menjaga domain bisnis tetap aman?
Domain yang hilang bisa berarti website mati, email bisnis berhenti, dan nama merek dipakai orang lain. Sebagian besar kasus kehilangan domain terjadi karena hal sederhana, bukan serangan canggih. Beberapa kebiasaan yang membantu:
- Pakai email pemilik yang aktif dan bukan email di domain itu sendiri. Kalau domain kedaluwarsa, email di domain tersebut ikut mati dan pengingat perpanjangan tidak terbaca.
- Aktifkan auto-renew dan pastikan metode pembayaran atau saldo cukup menjelang tanggal jatuh tempo.
- Biarkan kunci transfer menyala. Buka kunci hanya saat kamu sendiri yang ingin memindahkan domain, lalu kunci lagi.
- Simpan kode EPP dengan hati-hati. Kode ini sama pentingnya dengan kata sandi, karena dipakai untuk memindahkan domain ke provider lain.
- Daftarkan domain atas nama usaha, bukan atas nama karyawan atau vendor pembuat website, supaya kepemilikan tetap jelas saat ada pergantian orang.
- Catat masa aktif semua domain yang dimiliki usaha, termasuk ekstensi cadangan yang tidak dipakai untuk website.
Setelah punya domain, apa langkah berikutnya?
Domain baru terasa manfaatnya setelah dihubungkan ke layanan lain:
| Kebutuhan | Yang perlu disiapkan | Pengaturan DNS |
|---|---|---|
| Website | Hosting atau server | Record A atau CNAME |
| Email bisnis | Layanan email | Record MX, plus TXT untuk SPF dan DKIM |
| Gembok HTTPS | Sertifikat SSL | Validasi lewat DNS, email, atau file |
| Verifikasi layanan | Google, Meta, dan lainnya | Record TXT |
Untuk website yang menerima data pengunjung, sertifikat SSL sebaiknya dipasang sejak awal. Nivelva menyediakan SSL Murah dari CA resmi. Kalau kamu berencana memakai email dengan nama domain sendiri, simak juga alasannya di kenapa email bisnis sebaiknya pakai domain sendiri.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama domain aktif?
Domain tanpa dokumen seperti .com, .id, dan .my.id umumnya aktif dalam beberapa menit setelah pembayaran terkonfirmasi. Domain berdokumen seperti .co.id aktif setelah dokumen diverifikasi registri.
Kenapa harga perpanjangan berbeda dengan harga daftar?
Harga tahun pertama sering merupakan harga promo dari registri. Nivelva selalu menampilkan harga perpanjangan di daftar harga supaya kamu bisa merencanakan biaya tahun berikutnya.
Bisa transfer domain dari provider lain?
Bisa. Siapkan kode EPP atau auth code dari provider lama dan pastikan domain tidak terkunci. Proses transfer biasanya sekaligus memperpanjang masa aktif domain satu tahun.
Apa yang terjadi kalau domain lupa diperpanjang?
Domain masuk masa tenggang dan masih bisa diperpanjang dengan harga normal. Setelah lewat masa tenggang, ada biaya penebusan. Aktifkan auto-renew agar hal ini tidak terjadi.
Apakah DNS manager dan privasi WHOIS berbayar?
Tidak. DNS management, proteksi privasi WHOIS, domain forwarding, dan kunci transfer sudah termasuk tanpa biaya tambahan.


