Cara Transfer Domain dan Persiapan agar Tidak Terputus
Langkah transfer domain ke provider baru: buka kunci, minta kode EPP, cek email pemilik, catat DNS, dan cara menjaga website serta email tetap jalan.
Jawaban singkat
Transfer domain memindahkan pengelolaan domain ke registrar lain. Siapkan domain yang tidak terkunci, kode EPP dari provider lama, email pemilik yang aktif, dan catatan DNS. Website dan email tetap jalan selama DNS tidak berubah.
Daftar isi
Transfer domain adalah pemindahan pengelolaan domain dari satu penyedia (registrar) ke penyedia lain. Nama domainnya tetap sama. Yang berpindah hanya tempat kamu membayar perpanjangan dan mengatur domain, sementara website dan email bisa tetap berjalan.
Yang dipertaruhkan bila persiapannya asal: transfer tertahan di tengah jalan, domain masuk masa tenggang, atau website dan email sempat tidak bisa diakses karena DNS ikut hilang. Alasan orang pindah bermacam-macam, dari ingin semua layanan di satu tempat, harga perpanjangan, sampai dukungan yang lebih dekat. Prosesnya sendiri tidak sulit asal urutannya benar.
Persiapan dan langkah transfer
Enam hal yang dicek di provider lama
Pertama, domain tidak boleh terkunci. Domain yang terkunci akan menolak permintaan transfer, jadi cek di panel domain provider lama. Kedua, siapkan kode EPP (auth code), yaitu bukti bahwa kamu berhak memindahkan domain. Ketiga, pastikan email pemilik domain aktif, karena konfirmasi atau pemberitahuan transfer bisa dikirim ke sana. Alamatnya tercantum di data kontak domain.
Keempat, simpan catatan DNS lengkap dari pengaturan DNS saat ini, supaya website dan email tidak terputus. Kelima, lihat masa aktif: domain yang hampir habis sebaiknya diperpanjang dulu. Keenam, pastikan domainnya bukan domain baru, karena ada masa tunggu setelah pendaftaran atau transfer terakhir.
Untuk domain generik seperti .com dan .net, aturan transfer antar registrar mengikuti Transfer Policy dari ICANN1. Salah satunya, registrar boleh menolak transfer bila domain baru didaftarkan atau baru dipindahkan dalam 60 hari terakhir. Domain .id dan turunannya seperti .co.id mengikuti ketentuan pengelola domain Indonesia, jadi detailnya bisa berbeda.
Urutan langkahnya
- Catat semua record DNS di provider lama: A, CNAME, MX, dan TXT. Simpan dalam bentuk teks atau tangkapan layar.
- Buka kunci transfer (transfer lock atau registrar lock) di panel domain provider lama.
- Minta kode EPP. Biasanya bisa diambil sendiri di panel, ada juga provider yang mengirimkannya lewat email atau tiket.
- Pastikan email pemilik domain bisa diakses, karena konfirmasi atau pemberitahuan transfer dapat dikirim ke alamat itu.
- Ajukan transfer di provider baru, masukkan nama domain dan kode EPP, lalu bayar biaya transfer.
- Tunggu proses selesai. Untuk .com umumnya selesai dalam beberapa hari. Jangan mengubah data kontak domain selama proses berjalan.
- Cek DNS dan aktifkan kembali kunci transfer setelah domain berpindah.
Perlakukan kode EPP seperti kata sandi. Siapa pun yang memegangnya bersama akses ke domain yang tidak terkunci bisa memulai transfer. Bagikan hanya ke provider tujuan, dan minta kode baru bila kamu ragu kode lama pernah tersebar.
Kenapa transfer bisa ditolak
Penyebab paling umum adalah domain masih terkunci di provider lama, atau kode EPP salah atau kedaluwarsa. Untuk yang kedua, minta kode baru dan salin tanpa spasi tambahan.
Penyebab lain: domain terlalu baru dan masih dalam masa tunggu, domain sudah melewati masa aktif atau sedang dalam masa penebusan, data pemilik baru saja diubah sehingga beberapa registrar menahan transfer untuk sementara, atau ada sengketa maupun status khusus pada domain. Kalau transfer gagal, provider tujuan biasanya memberi tahu alasannya. Perbaiki penyebabnya di provider lama, lalu ajukan ulang.
Menjaga website tetap hidup, dan soal biaya
Kenapa DNS adalah kuncinya
Website dan email tidak akan mati selama DNS tidak berubah. Keduanya bergantung pada nameserver dan record DNS, bukan pada registrar tempat domain terdaftar.
Risikonya muncul bila DNS domainmu selama ini dikelola provider lama dan layanan itu berhenti setelah domain pindah. Di sinilah catatan DNS dari langkah pertama berguna. Perubahan nameserver juga butuh waktu untuk menyebar ke seluruh internet. Kalau ingin memahami fungsi tiap record, baca apa itu DNS.
Kapan nameserver dibiarkan, kapan dipindah
Biarkan nameserver tetap di layanan DNS yang sekarang dipakai, misalnya hosting atau penyedia DNS terpisah, bila tujuanmu hanya memindahkan tempat bayar dan pengelolaan domain. Ini cara paling sederhana, dan nameserver bisa diubah belakangan bila perlu.
Pilih menyalin semua record ke DNS provider baru bila DNS selama ini dikelola provider lama dan layanan itu akan berhenti. Kuncinya urutan: salin semua record lebih dulu, baru ganti nameserver setelah record lengkap.
Hal yang sama berlaku untuk hosting. Kamu tidak harus memindahkannya. Domain dan hosting bisa berada di provider berbeda, dan selama DNS mengarah ke hosting yang sama, website tetap berjalan.
Biaya transfer per ekstensi
Biaya transfer umumnya sudah termasuk perpanjangan masa aktif satu tahun, jadi tidak hilang begitu saja. Berikut biaya transfer di Nivelva untuk beberapa ekstensi populer.
| Ekstensi | Biaya transfer | Perpanjang per tahun |
|---|---|---|
| .com | Rp243.000 | Rp243.000 |
| .net | Rp286.000 | Rp286.000 |
| .id | Rp231.000 | Rp236.500 |
| .co.id | Rp297.000 | Rp302.500 |
| .biz.id | Rp60.500 | Rp60.500 |
| .my.id | Rp24.200 | Rp24.200 |
Harga di atas berlaku saat artikel ini ditulis. Harga terbaru dan ekstensi lainnya ada di halaman Domain Murah.
Transfer ke Nivelva
Di Nivelva, domain terkunci secara default sehingga tidak bisa dipindahkan pihak lain tanpa kode EPP dan persetujuanmu. Setiap domain sudah dilengkapi DNS manager, proteksi privasi WHOIS, dan domain forwarding tanpa biaya tambahan. Tim support membantu proses transfer dari provider lama sampai pointing ke hosting. Kalau belum yakin dengan pilihan ekstensi, baca juga cara memilih nama domain dan panduan Domain Murah.
Pertanyaan yang sering diajukan
Berapa lama proses transfer domain?
Untuk domain .com umumnya selesai dalam beberapa hari setelah kode EPP diterima dan pembayaran terkonfirmasi. Ekstensi lain bisa berbeda tergantung aturan registrinya.
Apakah masa aktif domain hilang setelah transfer?
Tidak. Untuk domain generik seperti .com, sisa masa aktif tetap terbawa dan transfer sekaligus menambah masa aktif satu tahun. Ekstensi lain mengikuti aturan registrinya masing-masing.
Kenapa domain baru tidak bisa langsung ditransfer?
Untuk domain generik seperti .com, kebijakan ICANN membolehkan registrar menolak transfer dalam 60 hari setelah pendaftaran atau transfer sebelumnya. Tunggu masa itu lewat, lalu ajukan ulang.
Di mana mendapatkan kode EPP?
Kode EPP didapat dari provider lama, biasanya di panel pengelolaan domain. Kalau tidak tersedia, minta lewat tiket atau layanan pelanggan mereka.


