Lewati ke isi

Produk Nivelva

Reseller Domain Nivelva: Jual Domain dengan Brand Sendiri

Panduan lengkap reseller domain Nivelva: cara kerja, deposit awal, panel whitelabel, API dan modul WHMCS, cara mendaftar, serta tips memulai bisnis domain.

Terbit 7 menit baca

Jawaban singkat

Reseller Domain Nivelva memungkinkan kamu menjual domain .id, .com, dan ekstensi lain dengan brand sendiri. Tidak ada biaya pendaftaran maupun target penjualan, cukup deposit awal Rp300.000 + PPN 11% yang seluruhnya jadi saldo. Tersedia dashboard, RESTful API, serta modul WHMCS dan Hostbill.

Daftar isi
  1. Apa itu reseller domain?
  2. Siapa yang cocok menjadi reseller domain?
  3. Berapa biaya untuk menjadi reseller?
  4. Contoh hitungan margin
  5. Fitur apa saja yang didapat reseller?
  6. Ekstensi yang bisa dijual
  7. Bagaimana integrasi dengan WHMCS, Hostbill, dan API?
  8. Bagaimana cara mendaftar sebagai reseller?
  9. Apa bedanya reseller domain dengan membelikan domain klien secara biasa?
  10. Tips memulai bisnis reseller domain
  11. Pertanyaan yang sering diajukan

Setiap website butuh domain, dan setiap domain harus diperpanjang tiap tahun. Kalau kamu sering membuatkan website untuk klien, mengelola hosting, atau punya audiens yang sedang membangun bisnis online, menjual domain bisa jadi sumber pemasukan berulang yang tidak butuh stok barang.

Reseller Domain Nivelva dibuat untuk itu. Kamu mendapat harga modal khusus, menjual dengan harga yang kamu tentukan sendiri, dan pelanggan berinteraksi dengan brand milikmu. Panduan ini membahas cara kerjanya, biaya untuk memulai, fitur dan integrasi, langkah mendaftar, sampai tips agar bisnis domainmu berjalan rapi.

Apa itu reseller domain?

Reseller domain adalah perorangan atau perusahaan yang menjual kembali nama domain dengan harga modal khusus, lalu mendapat laba dari selisih harga modal dan harga jual. Pendaftaran domainnya tetap diproses ke registri resmi lewat sistem Nivelva, tapi di mata pelanggan, kamulah penyedianya.

Layanan Nivelva bersifat whitelabel. Nama Nivelva tidak muncul di invoice maupun email yang kamu kirim ke pelanggan, dan nameserver bisa memakai nama domainmu sendiri. Pelanggan juga bisa mengelola domainnya lewat customer area dengan tampilan brand-mu.

Siapa yang cocok menjadi reseller domain?

Halaman produk Nivelva menggambarkan tiga profil yang paling sering cocok:

ProfilContohAlur yang umum
Developer websiteFreelancer, agensi, software houseKlien pesan website, kamu daftarkan domainnya, lalu perpanjang tiap tahun
Pemasar onlineKreator, affiliator, pemilik komunitasAudiens butuh website, kamu tawarkan domain, laba dari tiap order
Startup hostingPenyedia hosting dan layanan cloudPelanggan beli hosting, domain otomatis terdaftar, billing mengurus perpanjangan

Ketiganya punya kesamaan: mereka sudah punya pelanggan atau audiens yang membutuhkan domain. Reseller domain tidak menciptakan permintaan baru, tapi membantu kamu menangkap transaksi yang selama ini terjadi di tempat lain, misalnya saat klien membeli domain sendiri di registrar lain lalu meminta kamu mengatur DNS-nya.

Tidak ada target penjualan bulanan maupun tahunan. Akun tetap aktif selama saldo dan data akun valid, jadi kamu bisa mulai dari skala kecil, misalnya hanya mengelola domain klien yang sudah ada.

Berapa biaya untuk menjadi reseller?

Struktur biayanya sederhana:

KomponenKetentuan
Biaya pendaftaran akunGratis, tanpa biaya administrasi
Deposit awalRp300.000 + PPN 11%, seluruhnya menjadi saldo
PPNHanya dibayar saat isi deposit, bukan di setiap transaksi
Target penjualanTidak ada
Harga modal termurahMulai sekitar Rp10.000 untuk .my.id
Top up saldoTransfer bank, virtual account, e-wallet, QRIS

Daftar harga modal lengkap untuk semua ekstensi tersedia di dashboard reseller setelah akun aktif. Saldo deposit dipakai untuk transaksi domain dan tidak dapat dicairkan menjadi uang tunai, kecuali dalam kondisi tertentu sesuai ketentuan layanan Nivelva.

Contoh hitungan margin

Halaman produk memberi contoh simulasi untuk domain .id: harga modal Rp180.000, harga jual Rp230.000, sehingga laba per domain Rp50.000. Angka ini hanya contoh. Harga modal yang berlaku adalah yang tertera di dashboard, dan harga jual sepenuhnya kamu yang menentukan.

Yang membuat bisnis domain menarik adalah sifatnya yang berulang. Domain yang kamu jual tahun ini akan diperpanjang tahun depan, sehingga pemasukan dari perpanjangan ikut bertambah seiring jumlah pelanggan.

Fitur apa saja yang didapat reseller?

  • Dashboard reseller: kelola order, perpanjangan, DNS, dan saldo deposit dari satu panel di domain.nivelva.com.
  • Customer area atas nama brand-mu: pelanggan bisa mengubah nameserver, mengelola record DNS, dan melihat status kunci transfer sendiri.
  • DNS, DNSSEC, dan domain forwarding gratis untuk setiap domain yang kamu jual. Email forwarding belum tersedia.
  • Akses tim: beri staf akses untuk mengelola domain pelanggan tanpa membagikan kata sandi akun utama.
  • Pengingat perpanjangan: dashboard mengirim pengingat sebelum masa aktif habis.
  • Transfer masuk dengan kode EPP dari registrar lama, dan masa aktif biasanya bertambah satu tahun setelah transfer berhasil.
  • Dukungan teknis lewat WhatsApp, email, dan tiket untuk kendala domain, DNS, maupun integrasi.

Ekstensi yang bisa dijual

Seluruh domain Indonesia (.id, .co.id, .my.id, .web.id, .sch.id, .or.id, .ac.id, .ponpes.id, .biz.id), .com, .net, .org, ekstensi internasional lain, serta domain premium. Domain .id, .my.id, .web.id, dan .biz.id tidak membutuhkan dokumen, sedangkan .co.id, .or.id, .ac.id, .sch.id, dan .ponpes.id memerlukan dokumen pendukung sesuai ketentuan PANDI.

Bagaimana integrasi dengan WHMCS, Hostbill, dan API?

Kalau kamu ingin pelanggan memesan sendiri secara otomatis, ada tiga jalur integrasi:

IntegrasiFungsi utama
Modul WHMCSRegistrasi, transfer, perpanjangan, dan update nameserver otomatis dari billing-mu, plus sinkronisasi harga dan status
Addon HostbillOrder domain pelanggan diproses langsung ke sistem Nivelva, cek ketersediaan real-time, notifikasi status
RESTful APICek ketersediaan, registrasi, transfer, perpanjangan, dan DNS dari website atau aplikasimu, dengan autentikasi API key

Integrasi API bisa diuji dulu di lingkungan sandbox sebelum dipakai untuk transaksi sungguhan. Lewat modul WHMCS atau API, harga modal terbaru bisa ditarik otomatis lalu ditambah margin yang kamu tentukan, jadi daftar harga di websitemu tidak tertinggal. Tim Nivelva juga membantu konsultasi teknis integrasi, termasuk pengecekan konfigurasi modul.

Website atau sistem billing tidak wajib untuk memulai. Kamu bisa mendaftarkan domain pelanggan langsung dari dashboard reseller.

Bagaimana cara mendaftar sebagai reseller?

  1. Daftar akun reseller di domain.nivelva.com, gratis tanpa biaya administrasi.
  2. Verifikasi dokumen. Unggah KTP atau dokumen perusahaan. Pendaftar di bawah 17 tahun menyertakan kartu pelajar dan KTP orang tua. Verifikasi biasanya selesai dalam 1 hari kerja, dan kamu menerima email begitu akun siap.
  3. Isi deposit awal Rp300.000 + PPN 11%. Seluruhnya menjadi saldo untuk membeli domain.
  4. Mulai berjualan. Tentukan harga jual dan layani pelanggan dari dashboard, API, atau WHMCS.

Apa bedanya reseller domain dengan membelikan domain klien secara biasa?

Banyak developer website sebenarnya sudah "menjual" domain: mereka membeli domain di registrar ritel atas nama klien, lalu menagih biayanya. Cara ini berjalan, tapi mulai merepotkan saat jumlah klien bertambah.

AspekBeli di ritel untuk klienAkun reseller domain
HargaHarga ritelHarga modal khusus, harga jual kamu tentukan
Brand di invoice dan emailBrand registrarBrand milikmu
Pengelolaan banyak domainTersebar di banyak akunSatu dashboard, bisa diakses tim
OtomasiManualAPI, modul WHMCS, dan Hostbill
Pemasukan perpanjanganSering lupa ditagihTercatat, dengan pengingat

Dengan akun reseller, domain klien tercatat rapi di satu tempat, perpanjangan tidak terlewat, dan setiap perpanjangan menjadi pemasukan yang jelas. Yang perlu kamu siapkan adalah tanggung jawab layanan: pelanggan akan menghubungi kamu, bukan Nivelva, saat ada kendala. Karena itu pastikan kamu atau timmu memahami dasar DNS dan proses transfer, dan manfaatkan dukungan teknis Nivelva saat ada kasus yang lebih rumit.

Tips memulai bisnis reseller domain

  • Mulai dari pelanggan yang sudah ada. Developer website bisa memasukkan biaya domain ke paket pembuatan website, sehingga domain klien terkelola di satu tempat.
  • Aktifkan pengingat perpanjangan. Domain klien yang hangus karena lupa diperpanjang merugikan kedua belah pihak.
  • Tentukan margin yang wajar. Bandingkan dengan harga ritel, misalnya daftar harga di Domain Murah, lalu pilih harga yang masuk akal untuk pasarmu.
  • Jual ekstensi .id untuk pasar lokal, dan bundel domain dengan jasa digital lain seperti pembuatan website atau kelas online.
  • Pasang form cek domain lewat API kalau kamu punya website dengan banyak pengunjung.

Kalau kamu juga mengelola server untuk klien, model bisnis serupa tersedia untuk lisensi panel server lewat Reseller Lisensi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa biaya untuk menjadi reseller?

Tidak ada biaya pendaftaran. Kamu cukup mengisi deposit awal Rp300.000 + PPN 11%, dan seluruh nominal itu menjadi saldo untuk membeli domain.

Apakah setiap transaksi dikenakan pajak?

Tidak. PPN hanya dibayarkan saat pengisian deposit, bukan di setiap pembelian atau perpanjangan domain.

Apakah layanan ini whitelabel?

Ya. Nama Nivelva tidak muncul di invoice maupun email yang kamu kirim ke pelanggan, dan nameserver bisa memakai nama domainmu sendiri.

Apakah saya perlu punya website untuk mulai?

Tidak wajib. Kamu bisa mendaftarkan domain pelanggan langsung dari dashboard reseller. Website atau sistem billing baru diperlukan kalau ingin pelanggan memesan sendiri secara otomatis.

Apakah ada target penjualan minimum?

Tidak ada target bulanan maupun tahunan. Akun tetap aktif selama saldo dan data akun valid.

Bisa terhubung ke WHMCS atau Hostbill?

Bisa. Tersedia modul siap pasang untuk WHMCS dan Hostbill sehingga order dan perpanjangan domain diproses otomatis tanpa input manual.

Baca juga