Lewati ke isi

Keamanan/Cyber Security

Website Diblokir Google Safe Browsing, Cara Memulihkannya

Website muncul dengan peringatan merah di Chrome? Ikuti langkah memastikan status, membersihkan situs, dan mengajukan peninjauan di Search Console.

Terbit 6 menit baca

Jawaban singkat

Peringatan dicabut setelah Google meninjau ulang situsmu. Cek statusnya, verifikasi situs di Search Console, baca laporan Masalah Keamanan, bersihkan seluruh situs dan tutup celahnya, lalu ajukan peninjauan. Menurut Google, peninjauan malware bisa memakan beberapa hari sampai beberapa minggu.

Daftar isi
  1. Langkah 1: Pastikan statusnya
  2. Langkah 2: Verifikasi situs di Google Search Console
  3. Langkah 3: Baca laporan Masalah Keamanan
  4. Langkah 4: Kurangi kerusakan selama pembersihan
  5. Langkah 5: Bersihkan seluruh situs dan tutup celahnya
  6. Langkah 6: Uji hasil perbaikan
  7. Langkah 7: Ajukan peninjauan
  8. Langkah 8: Berapa lama harus menunggu?
  9. Berapa lama seluruh proses pemulihan?
  10. Pertanyaan yang sering diajukan

Pelanggan mengirim tangkapan layar: saat membuka websitemu, Chrome menampilkan halaman merah besar yang memperingatkan situs berbahaya. Apa yang harus dilakukan pertama kali?

Jawabannya: jangan panik, dan jangan langsung mengirim permintaan peninjauan. Peringatan itu berasal dari Google Safe Browsing, layanan yang juga dipakai browser lain untuk melindungi pengguna. Peringatan baru dicabut setelah Google memeriksa ulang dan memastikan masalahnya sudah hilang dari seluruh situs. Mengajukan peninjauan saat situs belum benar-benar bersih justru bisa memperpanjang prosesnya. Berikut urutan yang aman, berdasarkan dokumentasi resmi Google per 6 November 2026.

Langkah 1: Pastikan statusnya

Buka halaman status situs di Google Transparency Report (transparencyreport.google.com/safe-browsing/search), lalu masukkan domainmu. Halaman ini menunjukkan apakah Safe Browsing saat ini menganggap situsmu berbahaya, dan jenis masalahnya secara umum.

Cek juga apakah peringatan muncul di semua halaman atau hanya sebagian. Kadang yang ditandai hanya satu subfolder, satu subdomain, atau file unduhan tertentu.

Langkah 2: Verifikasi situs di Google Search Console

Rincian masalah dan tombol peninjauan hanya tersedia bagi pemilik situs yang sudah terverifikasi di Search Console. Kalau belum, tambahkan properti Domain dan verifikasi lewat data TXT di DNS. Properti jenis ini mencakup semua subdomain dan protokol sekaligus. Pengenalan menu-menunya ada di cara membaca Google Search Console untuk pemula.

Setelah terverifikasi, Google juga akan mengirim email ke alamat pemilik bila ada masalah keamanan baru di kemudian hari.

Langkah 3: Baca laporan Masalah Keamanan

Buka menu Keamanan & Tindakan Manual, lalu Masalah keamanan (Security Issues). Menurut pusat bantuan Google, laporan ini mengelompokkan masalah menjadi tiga jenis besar:

  • Konten yang diretas: konten yang ditaruh tanpa izin karena celah keamanan, misalnya halaman spam, kode yang disuntikkan, atau URL baru buatan penyerang.
  • Malware dan software yang tidak diinginkan: kode yang dirancang merugikan perangkat pengunjung.
  • Rekayasa sosial: halaman yang menipu pengunjung, seperti halaman phishing atau tombol unduh palsu.

Setiap masalah biasanya disertai contoh URL. Catat semuanya. Contoh itu bukan daftar lengkap, tapi petunjuk di mana harus mulai mencari.

Langkah 4: Kurangi kerusakan selama pembersihan

Bila situs sedang menyebar malware atau mengalihkan pengunjung ke situs berbahaya, pertimbangkan memasang halaman maintenance sementara. Ganti semua password yang terkait: panel hosting, FTP atau SFTP, database, dan akun admin aplikasi. Buat juga salinan lengkap situs dalam keadaan sekarang sebagai bukti dan cadangan.

Langkah 5: Bersihkan seluruh situs dan tutup celahnya

Inilah bagian terpenting. Google meminta masalah diperbaiki di seluruh situs, bukan hanya di URL contoh. Untuk WordPress, alur lengkapnya ada di cara membersihkan malware WordPress tanpa kehilangan data. Untuk situs lain, prinsipnya sama: ganti kode dengan salinan bersih, hapus file asing, periksa .htaccess dan cron job, serta cari pintu belakang yang tertinggal seperti dijelaskan di backdoor PHP di hosting.

Jangan berhenti setelah file kotor dihapus. Cari tahu bagaimana penyerang masuk: plugin yang belum diperbarui, password yang bocor, atau akun FTP lama yang masih aktif. Kalau celahnya tidak ditutup, situs bisa terinfeksi lagi tidak lama setelah peringatan dicabut.

Periksa juga hal yang sering terlewat:

  • Halaman spam yang hanya muncul untuk mesin pencari, bukan untuk pengunjung biasa.
  • Skrip dari domain asing di template, widget, atau pengaturan tag manager.
  • File unduhan di server yang sudah diganti dengan versi berbahaya.
  • Subdomain lama yang terlupakan tapi masih aktif.

Langkah 6: Uji hasil perbaikan

Pindai situs dengan pemindai malware di server dan pemindai dari luar. Buka halaman contoh dari laporan Google dalam jendela penyamaran, dari perangkat lain, dan bila bisa, cek tampilan halaman lewat fitur Inspeksi URL di Search Console untuk melihat versi yang diterima Google. Pastikan tidak ada pengalihan aneh atau skrip asing di kode halaman.

Langkah 7: Ajukan peninjauan

Kembali ke laporan Masalah keamanan, centang bahwa kamu sudah memperbaiki masalahnya, lalu pilih Minta Peninjauan. Google meminta permohonan berisi tiga hal:

  1. Masalah persis yang terjadi di situsmu.
  2. Langkah yang sudah kamu lakukan untuk memperbaikinya.
  3. Hasil dari perbaikan tersebut.

Tulis singkat dan konkret. Contohnya: plugin mana yang dipakai penyerang masuk dan sudah diperbarui, file apa saja yang dihapus, password apa saja yang diganti, dan bahwa pemindaian ulang sudah bersih.

Langkah 8: Berapa lama harus menunggu?

Menurut pusat bantuan Google, peninjauan untuk malware bisa memakan waktu beberapa hari sampai beberapa minggu. Kamu akan menerima email saat permohonan diterima dan saat peninjauan selesai. Jangan mengirim permohonan baru sebelum ada keputusan atas permohonan yang masih berjalan.

Google juga punya kebijakan Repeat Offender: situs yang berulang kali berganti antara patuh dan melanggar dalam waktu singkat bisa diberi status ini. Pemiliknya diberi tahu lewat email Search Console dan baru bisa meminta peninjauan lagi setelah 30 hari. Ini alasan kuat untuk memastikan situs benar-benar bersih dan celahnya tertutup sebelum mengajukan peninjauan, bukan sekadar menghapus gejalanya.

Berapa lama seluruh proses pemulihan?

TahapYang dilakukanCatatan
Cek statusTransparency ReportBisa langsung
VerifikasiSearch Console, properti Domain lewat DNSTergantung propagasi DNS
DiagnosisLaporan Masalah keamananCatat semua contoh URL
PembersihanSeluruh situs, tutup celahBagian paling lama
PeninjauanMinta Peninjauan, jelaskan perbaikanBeberapa hari sampai beberapa minggu untuk malware

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah peringatan Safe Browsing menurunkan peringkat di Google?

Peringatan membuat pengunjung enggan masuk dan bisa tampil juga di hasil pencarian, sehingga trafik biasanya turun tajam selama peringatan aktif. Fokuslah pada pembersihan dan peninjauan agar peringatan cepat dicabut.

Bisakah saya meminta peninjauan tanpa Search Console?

Jalur peninjauan resmi untuk pemilik situs ada di laporan Masalah keamanan di Search Console, jadi verifikasi situs tetap diperlukan.

Peninjauan ditolak, apa artinya?

Google masih menemukan masalah. Periksa lagi laporan dan contoh URL terbaru, cari sisa infeksi atau backdoor, lalu ajukan ulang setelah benar-benar bersih.

Apakah pindah hosting langsung menghapus peringatan?

Tidak. Peringatan melekat pada domain dan URL, bukan pada server. Memindahkan file yang masih terinfeksi ke hosting baru hanya memindahkan masalahnya.

Apakah browser lain juga memblokir?

Beberapa browser memakai data Safe Browsing, dan antivirus atau layanan keamanan lain punya daftar sendiri. Setelah peringatan Google dicabut, cek juga apakah situsmu masih ditandai di layanan lain yang dipakai pelangganmu.

Checklist sebelum menekan tombol peninjauan:

  • Semua contoh URL di laporan sudah bersih.
  • Celah masuk sudah ditemukan dan ditutup.
  • Semua password dan kunci akses sudah diganti.
  • Pemindaian ulang dari dalam dan luar server bersih.
  • Backup bersih terbaru sudah tersimpan di luar server.

Sumber & referensi

Baca juga