Lewati ke isi

Website & Domain

Cara Membuat Subdomain dan Kapan Sebaiknya Dipakai

Langkah membuat subdomain di cPanel atau lewat record DNS, cara memasang SSL-nya, dan kapan subdomain lebih tepat daripada folder biasa.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Subdomain dibuat dengan menambahkan nama di depan domain utama, lewat menu Domains di cPanel atau record A/CNAME di pengelola DNS. Pakai subdomain untuk layanan yang terpisah secara teknis, seperti toko, aplikasi, atau panel pelanggan.

Daftar isi
  1. Apa sebenarnya subdomain itu?
  2. Cara membuat subdomain di cPanel
  3. Cara membuat subdomain lewat record DNS
  4. Mengarahkan ke alamat IP
  5. Mengarahkan ke nama host lain
  6. Bagaimana dengan SSL untuk subdomain?
  7. Kapan sebaiknya memakai subdomain?
  8. Ringkasan pilihan cara membuat subdomain
  9. Pertanyaan yang sering diajukan

Sedang menyiapkan halaman toko, aplikasi internal, atau dokumentasi, lalu bingung apakah perlu domain baru? Sering kali jawabannya tidak. Cukup buat subdomain, misalnya toko.namabisnis.com atau app.namabisnis.com, dan kamu sudah punya alamat terpisah tanpa membeli apa pun.

Subdomain adalah bagian nama di sebelah kiri domain utama. Ia gratis, bisa dibuat sebanyak yang kamu perlukan, dan bisa diarahkan ke server yang sama atau server yang berbeda sama sekali. Panduan ini membahas dua cara membuatnya, lalu kapan subdomain memang pilihan yang tepat.

Apa sebenarnya subdomain itu?

Nama domain dibaca dari kanan ke kiri. Pada blog.namabisnis.com, .com adalah TLD, namabisnis adalah domain yang kamu daftarkan, dan blog adalah subdomain. Bahkan www sebenarnya juga subdomain, hanya saja sudah jadi kebiasaan.

Secara teknis, subdomain hanyalah nama baru di zona DNS domainmu. Karena itu kamu tidak perlu izin dari registrar dan tidak ada biaya tambahan. Yang menentukan subdomain itu mengarah ke mana adalah record DNS-nya, biasanya record A (ke alamat IP) atau CNAME (ke nama host lain). Kalau istilah record masih asing, baca dulu penjelasan record A, CNAME, MX, dan TXT.

Cara membuat subdomain di cPanel

Cara ini cocok bila domain dan hosting ada di tempat yang sama dan DNS-nya dikelola oleh hosting.

  1. Masuk ke cPanel, lalu buka menu Domains. Pada cPanel versi lama, menunya bernama Subdomains.
  2. Klik Create A New Domain, lalu ketik nama lengkapnya, misalnya toko.namabisnis.com.
  3. Hilangkan centang Share document root bila subdomain akan berisi situs yang berbeda. cPanel akan mengusulkan folder sendiri, misalnya /home/user/toko.namabisnis.com.
  4. Klik Submit. cPanel otomatis menambahkan record DNS-nya bila zona DNS memang ada di server itu.
  5. Unggah file situs atau pasang aplikasi (misalnya WordPress lewat installer) ke folder tadi.
  6. Tunggu AutoSSL berjalan, atau jalankan manual dari menu SSL/TLS Status, supaya subdomain langsung bisa dibuka lewat HTTPS.

Kalau setelah dibuat subdomain menampilkan halaman default atau error, cek dulu apakah folder sudah berisi file index.php atau index.html.

Cara membuat subdomain lewat record DNS

Cara ini dipakai bila DNS domain dikelola di tempat lain (misalnya Cloudflare atau panel registrar), atau bila subdomain mengarah ke server yang berbeda, seperti VPS atau layanan SaaS.

Mengarahkan ke alamat IP

Tambahkan record A dengan nama app dan isi IP server tujuan. Hasilnya app.namabisnis.com akan menuju IP tersebut. Bila server punya IPv6, tambahkan juga record AAAA.

app    A      203.0.113.10

Mengarahkan ke nama host lain

Layanan pihak ketiga (toko online, helpdesk, landing page builder) biasanya meminta CNAME, karena IP mereka bisa berubah sewaktu-waktu.

toko   CNAME  shops.penyedia-layanan.com.

Setelah record dibuat, server tujuan juga harus "mengenal" nama subdomain itu. Di VPS dengan Nginx, misalnya, kamu perlu menambahkan blok server untuk nama tersebut. Panduan server block Nginx untuk banyak domain membahas bagian ini.

Bagaimana dengan SSL untuk subdomain?

Sertifikat untuk namabisnis.com tidak otomatis berlaku untuk toko.namabisnis.com. Ada tiga pilihan umum:

  • Sertifikat per subdomain. AutoSSL di cPanel dan Certbot di VPS bisa menerbitkannya gratis untuk setiap nama.
  • Sertifikat wildcard (*.namabisnis.com). Satu sertifikat untuk semua subdomain satu tingkat. Cocok bila subdomain sering bertambah.
  • Sertifikat dari layanan pihak ketiga. Bila subdomain di-CNAME ke SaaS, biasanya penyedia itu yang menerbitkan sertifikatnya setelah record terverifikasi.

Perlu diingat, wildcard hanya mencakup satu tingkat. *.namabisnis.com mencakup toko.namabisnis.com, tetapi tidak admin.toko.namabisnis.com.

Kapan sebaiknya memakai subdomain?

Subdomain paling masuk akal ketika bagian situs itu terpisah secara teknis dari situs utama. Contohnya:

  • Aplikasi yang berjalan di server atau platform lain, misalnya app. untuk aplikasi web, crm. untuk sistem pelanggan, atau status. untuk halaman status.
  • Lingkungan uji coba seperti staging. atau dev., supaya perubahan tidak mengganggu situs utama.
  • Layanan pihak ketiga yang hanya bisa dipasang lewat CNAME, seperti toko online atau helpdesk.
  • Situs untuk wilayah atau unit usaha yang dikelola tim berbeda.
  • Keperluan teknis seperti mail. atau ftp. yang memang sudah menjadi konvensi.

Sebaliknya, untuk konten yang menyatu dengan situs utama, seperti blog atau halaman produk, folder biasa (namabisnis.com/blog) sering lebih praktis. Pengelolaannya satu tempat, dan seluruh konten berada di bawah satu nama host. Pertimbangan SEO untuk pilihan ini dibahas di subdomain atau subfolder untuk blog.

Ringkasan pilihan cara membuat subdomain

SituasiCara yang cocokCatatan
Domain dan hosting di satu cPanelMenu Domains di cPanelRecord DNS dibuat otomatis
DNS di Cloudflare atau registrar, situs di hostingRecord A ke IP hosting, lalu tambahkan domain di cPanelDua sisi harus diatur
Subdomain ke VPSRecord A/AAAA ke IP VPSTambahkan konfigurasi web server
Subdomain ke layanan SaaSRecord CNAME sesuai instruksi penyediaSSL biasanya diterbitkan penyedia
Banyak subdomain dinamisRecord wildcard *Butuh sertifikat wildcard

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah membuat subdomain perlu bayar?

Tidak. Subdomain dibuat di zona DNS domain milikmu sendiri, jadi tidak ada biaya ke registrar. Yang mungkin dibatasi adalah jumlah subdomain di paket hosting tertentu.

Berapa lama subdomain baru bisa diakses?

Biasanya cepat, karena nama baru belum pernah tersimpan di cache resolver. Bila sebelumnya pernah ada record dengan nama yang sama, perubahan bisa tertunda sesuai TTL record lama.

Apakah subdomain bisa memakai email sendiri?

Bisa, dengan menambahkan record MX untuk subdomain tersebut, misalnya untuk alamat seperti info@toko.namabisnis.com. Untuk email bisnis sehari-hari, alamat di domain utama biasanya lebih mudah diingat pelanggan.

Bisakah subdomain diarahkan ke server berbeda dari domain utama?

Bisa. Setiap subdomain punya record DNS sendiri, jadi domain utama bisa di hosting sementara subdomain aplikasi berjalan di VPS atau layanan lain.

Checklist sebelum subdomain dipakai:

  • Record DNS (A, AAAA, atau CNAME) sudah benar dan mengarah ke tujuan yang tepat.
  • Server tujuan sudah dikonfigurasi untuk menerima nama subdomain itu.
  • Sertifikat SSL sudah terbit dan HTTPS bisa dibuka tanpa peringatan.
  • Subdomain uji coba diberi kata sandi atau diblokir dari mesin pencari.
  • Record subdomain yang sudah tidak dipakai segera dihapus.

Baca juga