Lewati ke isi

Website & Domain

Bisakah Membeli Domain yang Sudah Dipakai Orang Lain?

Domain incaranmu sudah ada pemiliknya? Ini pilihan yang realistis, dari menghubungi pemilik, aftermarket, backorder, sampai jalur sengketa merek.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Bisa, tetapi hanya bila pemiliknya mau menjual atau domain itu dilepas setelah kedaluwarsa. Jalurnya: cek status lewat WHOIS, hubungi pemilik atau broker, pakai escrow saat transaksi, atau pasang backorder. Sengketa hanya bila ada pelanggaran merek.

Daftar isi
  1. Langkah pertama: baca status domainnya
  2. Menghubungi pemilik dan menawar dengan aman
  3. Menunggu domain kedaluwarsa
  4. Kapan jalur sengketa bisa dipakai?
  5. Alternatif bila domain tidak bisa didapat

Kamu sudah menemukan nama yang pas untuk usaha baru, lalu mengetiknya di kolom cek domain. Hasilnya: sudah terdaftar. Kadang alamat itu bahkan tidak membuka apa pun, atau hanya menampilkan halaman "domain ini dijual".

Jawabannya, domain yang sudah dimiliki orang lain tetap bisa kamu dapatkan, tetapi tidak bisa dibeli begitu saja dari registrar. Kamu perlu kesediaan pemiliknya, atau menunggu domain itu lepas karena tidak diperpanjang. Selain dua jalur itu, satu-satunya cara adalah sengketa, dan jalur ini hanya terbuka bila kamu punya hak merek yang dilanggar dengan itikad buruk.

Langkah pertama: baca status domainnya

Sebelum memikirkan harga, cari tahu kondisi domain lewat WHOIS atau RDAP. Ada beberapa informasi yang berguna: tanggal pendaftaran, tanggal kedaluwarsa, registrar, status domain, dan kontak pemilik bila tidak disembunyikan. Cara membacanya ada di panduan cek pemilik domain lewat WHOIS.

Lalu buka domainnya di browser. Kondisi yang kamu temukan biasanya salah satu dari empat ini, dan masing-masing punya peluang berbeda.

Kondisi domainTanda yang terlihatPeluang didapatJalur yang masuk akal
Dipakai aktif untuk bisnisWebsite hidup, ada produk atau layananKecilCari nama lain, atau tawar bila benar-benar penting
Diparkir dan dijualHalaman "for sale" atau tautan ke marketplace domainBesar, tergantung hargaTawar lewat marketplace atau broker, pakai escrow
Terdaftar tapi tidak dipakaiTidak bisa dibuka atau halaman bawaanSedangHubungi pemilik baik-baik
Mendekati kedaluwarsaTanggal habis sudah dekatTidak pastiPasang backorder dan pantau

Menghubungi pemilik dan menawar dengan aman

Bila kontak pemilik tersedia, kirim pesan singkat dan sopan. Sebutkan bahwa kamu tertarik membeli domainnya dan tanyakan apakah ia bersedia melepas. Tidak perlu menceritakan rencana bisnis besarmu. Semakin terlihat penting, biasanya harga yang diminta semakin tinggi.

Bila kontak disembunyikan oleh layanan privasi, banyak registrar menyediakan formulir untuk meneruskan pesan ke pemilik. Cara lain adalah lewat broker domain yang mengurus negosiasi atas namamu dengan imbalan komisi.

Harga domain bekas tidak punya patokan. Nama pendek, mudah diingat, dan mengandung kata umum bisa dihargai jauh lebih mahal daripada domain baru. Tentukan batas anggaran sejak awal dan siapkan beberapa nama cadangan supaya kamu tidak terpaksa membayar berapa pun.

Saat sepakat, jangan transfer uang langsung ke rekening pribadi orang yang belum kamu kenal. Gunakan layanan escrow atau fitur transaksi di marketplace domain yang menahan pembayaran sampai domain benar-benar berpindah ke akunmu. Ada dua cara pemindahan: perubahan pemilik di registrar yang sama, atau transfer ke registrarmu dengan kode transfer. Setelah domain masuk, segera perbarui data pemilik atas namamu, ganti kata sandi, dan aktifkan kunci domain.

Satu hal yang sering terlupa: periksa riwayat domain sebelum membayar. Domain yang pernah dipakai untuk spam, judi, atau konten bermasalah bisa membawa beban, misalnya email dari domain itu mudah masuk folder spam atau namanya pernah tercatat di daftar hitam. Buka arsip lama domain di Wayback Machine (web.archive.org) untuk melihat isinya dulu, lalu cek reputasinya di layanan pengecek daftar hitam email. Kalau riwayatnya kotor, pertimbangkan ulang harga atau cari nama lain.

Domain yang tidak diperpanjang tidak langsung bisa didaftarkan orang lain. Untuk domain generik seperti .com, siklus yang ditetapkan ICANN umumnya melewati masa tenggang setelah tanggal habis, lalu masa redemption, kemudian status menunggu dihapus, baru setelah itu domain kembali tersedia. Selama masa tenggang dan redemption, pemilik lama masih bisa menebusnya. Penjelasan dari sisi pemilik ada di artikel menebus domain expired. Ekstensi negara seperti .id punya aturan sendiri dari pengelolanya.

Karena banyak orang mengincar domain bagus yang lepas, layanan backorder bisa membantu. Kamu memesan lebih dulu, lalu layanan itu berusaha mendaftarkan domain tepat saat tersedia. Tidak ada jaminan berhasil, terutama bila beberapa pihak mengincar domain yang sama, dan banyak domain akhirnya tetap diperpanjang pemiliknya.

Ada juga domain lama yang sengaja dijual kembali karena riwayatnya. Bila kamu tertarik ke arah ini, pahami dulu untung ruginya lewat penjelasan aged domain, termasuk cara mengecek apakah riwayatnya bersih.

Kapan jalur sengketa bisa dipakai?

Jalur sengketa bukan cara untuk mendapatkan domain yang kebetulan kamu inginkan. Untuk domain generik, kebijakan UDRP dari ICANN mensyaratkan tiga hal sekaligus: domain itu identik atau sangat mirip dengan merek milikmu, pemiliknya tidak punya hak atau kepentingan sah atas nama itu, dan domain didaftarkan serta dipakai dengan itikad buruk. Contohnya domain yang meniru mereknya untuk menipu pelanggan atau sengaja ditawarkan kepadamu dengan harga tinggi.

Bila pemilik domain memakai nama itu secara wajar, misalnya untuk usahanya sendiri yang kebetulan bernama sama, sengketa kemungkinan besar tidak akan berhasil. Domain .id memiliki mekanisme penyelesaian perselisihan tersendiri dari PANDI. Untuk perkara seperti ini, sebaiknya kamu berkonsultasi dengan penasihat hukum yang memahami merek dan domain.

Alternatif bila domain tidak bisa didapat

Sering kali jalan tercepat adalah mengubah sedikit pilihanmu. Beberapa opsi yang umum:

  • Pakai ekstensi lain dengan nama yang sama, misalnya .id atau .co.id bila .com sudah dipakai.
  • Tambahkan kata yang menjelaskan usaha atau lokasi, seperti namabrandkopi.com atau namabrandjogja.id.
  • Pakai kata kerja ajakan, misalnya beli atau pesan di depan nama brand.
  • Pertimbangkan nama yang lebih pendek dan unik, yang juga bisa didaftarkan sebagai merek.
  • Hindari tanda hubung yang berlebihan dan angka yang membingungkan saat nama domain diucapkan lewat telepon atau pesan suara.

Sebelum menetapkan pilihan, cek juga apakah ada usaha lain yang sudah memakai nama serupa. Membangun brand di atas nama yang mirip dengan pihak lain bisa menimbulkan masalah merek di kemudian hari.

Ringkasnya, domain yang sudah dimiliki orang hanya bisa didapat lewat kesepakatan dengan pemiliknya atau saat domain itu lepas. Lakukan transaksi lewat escrow, pantau domain yang mendekati kedaluwarsa dengan backorder, dan simpan jalur sengketa untuk kasus pelanggaran merek yang jelas. Bila semuanya buntu, variasi nama yang baik sering lebih menguntungkan daripada membayar mahal untuk satu alamat.

Sumber & referensi

Baca juga