Lewati ke isi

Website & Domain

Apa Itu WHOIS dan Cara Cek Pemilik Sebuah Domain

WHOIS dan RDAP menampilkan data pendaftaran domain. Pelajari cara mengeceknya lewat web dan terminal, membaca hasilnya, dan kenapa nama pemilik disamarkan.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

WHOIS adalah layanan untuk melihat data pendaftaran domain seperti registrar, tanggal daftar, tanggal kedaluwarsa, status, dan nameserver. Untuk domain generik seperti .com, sumber resminya kini RDAP. Data pribadi pemilik umumnya disamarkan, jadi yang bisa dicek terutama registrar dan statusnya.

Daftar isi
  1. Apa bedanya WHOIS dan RDAP?
  2. Bagaimana cara cek data domain?
  3. 1. Lewat ICANN Lookup di browser
  4. 2. Lewat terminal dengan perintah whois
  5. 3. Lewat RDAP langsung
  6. 4. Baca hasilnya
  7. Bagaimana kalau data domainmu sendiri ternyata salah?
  8. Kenapa nama pemilik domain tidak muncul?
  9. Kapan WHOIS berguna untuk bisnis?
  10. Pertanyaan yang sering diajukan
  11. Checklist cek domain

Ingin tahu siapa yang memegang sebuah domain, kapan didaftarkan, atau kapan masa berlakunya habis? Jawabannya ada di WHOIS, layanan pencarian data pendaftaran domain yang sudah dipakai sejak awal internet.

WHOIS menampilkan informasi seperti registrar, tanggal pendaftaran, tanggal kedaluwarsa, status domain, dan nameserver. Data pribadi pemiliknya, seperti nama, alamat, dan nomor telepon, saat ini umumnya disamarkan. Jadi WHOIS lebih tepat dipakai untuk memeriksa kondisi sebuah domain daripada mencari tahu identitas seseorang.

Apa bedanya WHOIS dan RDAP?

WHOIS awalnya adalah protokol sederhana yang dijelaskan di RFC 3912: kamu mengirim nama domain ke server WHOIS di port 43, lalu server membalas teks biasa. Formatnya berbeda-beda di setiap registry, sehingga sulit dibaca mesin.

RDAP (Registration Data Access Protocol) adalah penggantinya. RDAP berjalan lewat HTTPS dan membalas dalam format JSON yang seragam, dengan dukungan untuk membatasi data sesuai hak akses. Menurut pengumuman ICANN, sejak 28 Januari 2025 RDAP menjadi sumber resmi data pendaftaran untuk domain generik (gTLD) seperti .com, .net, dan .org, menggantikan kewajiban layanan WHOIS lama. Banyak server WHOIS masih menjawab, tetapi bila hasilnya berbeda, RDAP yang menjadi acuan.

Dalam percakapan sehari-hari, orang tetap menyebut keduanya "WHOIS". Di artikel ini pun begitu.

Bagaimana cara cek data domain?

1. Lewat ICANN Lookup di browser

Cara paling mudah dan netral adalah memakai ICANN Lookup. Ketik nama domain, lalu hasil RDAP dari registry dan registrar akan ditampilkan. Untuk domain kode negara seperti .id, hasilnya bergantung pada apakah registry negara itu menyediakan RDAP.

Alternatifnya, situs registrar umumnya juga punya fitur pencarian WHOIS. Hasilnya seharusnya sama, karena datanya berasal dari registry yang sama.

2. Lewat terminal dengan perintah whois

Di Ubuntu atau Debian, pasang paket whois lalu jalankan pencarian:

sudo apt install -y whois
whois example.com
whois pandi.id

Perintah ini otomatis memilih server WHOIS yang sesuai ekstensi. Untuk .id, server WHOIS-nya adalah whois.id sebagaimana tercatat di basis data root zone IANA.

3. Lewat RDAP langsung

Bila ingin hasil yang rapi untuk diolah skrip, panggil RDAP registry dengan curl. Contoh untuk .com (dikelola Verisign) dan .id (dikelola PANDI):

curl -s https://rdap.verisign.com/com/v1/domain/example.com
curl -s https://rdap.pandi.id/rdap/domain/pandi.id

Alamat RDAP tiap ekstensi bisa dilihat di daftar bootstrap IANA. Tambahkan | jq . di akhir perintah bila paket jq terpasang, agar JSON lebih mudah dibaca.

4. Baca hasilnya

Hasil WHOIS atau RDAP biasanya memuat bagian-bagian berikut:

BagianContoh isiKegunaannya
RegistrarNama perusahaan registrarTahu ke mana harus menghubungi untuk perpanjangan atau keluhan
Tanggal dibuat (creation date)Tanggal pertama didaftarkanMelihat umur domain
Tanggal kedaluwarsa (expiry date)Batas masa berlakuMemastikan domainmu sendiri tidak lupa diperpanjang
StatusclientTransferProhibited, ok, redemptionPeriodMengetahui apakah domain terkunci, aktif, atau sedang bermasalah
Nameserverns1.contoh.netMelihat penyedia DNS yang dipakai
DNSSECsigned atau unsignedMengetahui apakah DNSSEC aktif
Kontak registranSering tertulis "REDACTED" atau data layanan privasiData pribadi umumnya tidak ditampilkan

Status clientTransferProhibited berarti domain dikunci dari transfer oleh registrar. Ini kondisi yang baik untuk domain yang sedang dipakai. Penjelasannya ada di apa itu registrar lock.

Bagaimana kalau data domainmu sendiri ternyata salah?

Saat mengecek domain milikmu, kadang kamu menemukan hal yang tidak sesuai: tanggal kedaluwarsa lebih cepat dari yang kamu kira, nameserver masih menunjuk ke penyedia lama, atau registrar tercatat berbeda dari tempat kamu biasa membayar. Yang terakhir sering terjadi bila domain dulu didaftarkan lewat vendor pembuat website atau reseller.

Data seperti ini tidak bisa diubah dari layanan WHOIS, karena WHOIS dan RDAP hanya menampilkan. Perubahan dilakukan dari panel registrar tempat domain terdaftar. Bila kamu tidak punya akses ke akun registrar itu, hubungi registrarnya dengan bukti bahwa kamu pemegang domain, atau minta vendor lama menyerahkan akses. Jangan menunda, karena domain yang hampir habis dan tidak bisa kamu perpanjang sendiri berisiko lepas.

Untuk ketidakakuratan data pada domain gTLD, ICANN juga menyediakan formulir pengaduan yang tautannya biasanya tercantum di bagian bawah hasil RDAP.

Kenapa nama pemilik domain tidak muncul?

Ada dua alasan utama. Pertama, sejak aturan perlindungan data seperti GDPR berlaku di Eropa pada 2018, kebijakan ICANN mewajibkan registrar dan registry gTLD menyamarkan data pribadi dari tampilan publik. Kedua, banyak registrar menawarkan layanan privasi yang mengganti data kontak dengan data perantara. Untung rugi layanan ini dibahas di perlukah privasi WHOIS saat mendaftarkan domain.

Biasanya masih ada jalur untuk menghubungi pemilik, misalnya formulir kontak atau email perantara yang disediakan registrar. Pihak dengan kepentingan sah seperti penegak hukum atau pemegang merek bisa mengajukan permintaan data ke registrar sesuai prosedur yang berlaku.

Kapan WHOIS berguna untuk bisnis?

  • Memeriksa domainmu sendiri. Pastikan registrar, tanggal kedaluwarsa, dan nameserver sesuai catatanmu, serta statusnya terkunci.
  • Menilai domain yang ingin dibeli. Lihat umur domain, apakah sedang dalam masa penebusan, dan siapa registrarnya. Langkah menawar domain milik orang lain ada di membeli domain yang sudah dipakai orang lain.
  • Mengecek domain mencurigakan. Domain penipuan yang meniru merekmu sering baru didaftarkan beberapa hari. Tanggal pembuatan yang sangat baru adalah tanda waspada.
  • Mendeteksi perubahan tak wajar. Registrar atau nameserver yang tiba-tiba berubah tanpa sepengetahuanmu bisa menjadi tanda pembajakan domain.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah cek WHOIS itu legal?

Ya. Data WHOIS dan RDAP sengaja disediakan untuk publik. Yang ditampilkan pun sudah dibatasi sehingga data pribadi umumnya tidak terlihat.

Kenapa hasil WHOIS di dua situs berbeda?

Bisa karena salah satunya menyimpan cache lama, atau karena data registry dan registrar belum sinkron. Untuk gTLD, jadikan hasil RDAP sebagai acuan.

Apakah pemilik domain tahu bila domainnya dicek?

Tidak. Pencarian WHOIS atau RDAP tidak mengirim pemberitahuan ke pemilik domain.

Bagaimana mengecek domain .id yang tidak muncul lengkap di ICANN Lookup?

Gunakan perintah whois dengan server whois.id, layanan RDAP PANDI, atau fitur pencarian di situs registrar domain Indonesia.

Checklist cek domain

  • Registrar dan tanggal kedaluwarsa sudah sesuai catatan
  • Status domain terkunci dari transfer
  • Nameserver menunjuk ke penyedia DNS yang benar
  • Email kontak di akun registrar masih aktif dan kamu baca
  • Domain penting dicek ulang berkala, misalnya setiap tiga bulan

Sumber & referensi

Baca juga