Lewati ke isi

Keamanan/Cyber Security

Apa Itu Registrar Lock dan Kenapa Domain Bisnis Perlu

Registrar lock mencegah domain dipindah, diubah, atau dihapus tanpa izin. Pelajari kode statusnya, cara mengecek, dan bedanya dengan registry lock.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Registrar lock adalah status pada domain yang meminta registry menolak permintaan transfer, perubahan, atau penghapusan sampai pemilik membukanya. Untuk domain bisnis, kunci ini adalah lapisan dasar melawan pencurian domain dan perlu dicek aktif lewat WHOIS atau RDAP.

Daftar isi
  1. Cara kerja kunci di tingkat registrar
  2. Registrar lock dan registry lock tidak sama
  3. Bagaimana cara mengecek status kunci domain?
  4. Kapan kunci harus dibuka?
  5. Kesalahan yang sering terjadi pada domain bisnis
  6. Pengaman lain yang melengkapi registrar lock

Bayangkan email kantor tiba-tiba berhenti menerima pesan, dan website toko menampilkan halaman yang bukan milikmu. Setelah dicek, domain bisnismu ternyata sudah pindah ke registrar lain atas permintaan yang tidak pernah kamu buat. Tanpa domain, website, email, dan kepercayaan pelanggan ikut terputus sekaligus.

Registrar lock adalah salah satu pengaman paling sederhana untuk mencegah skenario itu. Ia adalah status pada domain yang memberi tahu registry (pengelola ekstensi seperti .com atau .id) untuk menolak permintaan tertentu, misalnya pemindahan ke registrar lain, sampai pemilik sendiri membuka kuncinya. Kuncinya gratis di banyak registrar, tapi tidak selalu aktif otomatis.

Cara kerja kunci di tingkat registrar

Setiap domain punya kode status yang tercatat di registry. ICANN mendefinisikan kode-kode ini dalam standar EPP (Extensible Provisioning Protocol), protokol yang dipakai registrar untuk berkomunikasi dengan registry. Kode berawalan client dipasang oleh registrar, biasanya atas permintaan pemilik domain lewat panel.

Ada tiga kunci utama yang sering disebut sebagai registrar lock:

  • clientTransferProhibited: registry menolak permintaan memindahkan domain ke registrar lain.
  • clientUpdateProhibited: registry menolak perubahan data domain, misalnya nameserver atau kontak.
  • clientDeleteProhibited: registry menolak permintaan menghapus domain.

Di banyak panel registrar, ketiganya digabung dalam satu tombol bernama "Domain Lock", "Registrar Lock", atau "Theft Protection". Ada juga panel yang hanya mengaktifkan kunci transfer. Itu sebabnya status sebenarnya perlu dicek, bukan diasumsikan.

Selain kode client, ada kode berawalan server yang dipasang oleh registry sendiri. Menurut ICANN, kode server didahulukan di atas kode client. Kode ini biasanya muncul karena sengketa, permintaan pemilik, atau masa redemption setelah domain kedaluwarsa.

Registrar lock dan registry lock tidak sama

Dua istilah ini mirip, tapi tingkat perlindungannya berbeda.

Registrar lockRegistry lock
Kode statusclientTransferProhibited, clientUpdateProhibited, clientDeleteProhibitedserverTransferProhibited, serverUpdateProhibited, serverDeleteProhibited
Dipasang olehRegistrar, lewat panel pemilikRegistry, atas permintaan lewat registrar
Cara membukaKlik di panel registrarProses verifikasi manual dengan registry
Bila akun panel dibobolPenyerang bisa membuka kuncinyaKunci tetap bertahan sampai verifikasi selesai
BiayaUmumnya gratisTergantung registry dan registrar, tidak semua menyediakan
Cocok untukSemua domain bisnisDomain sangat penting, misalnya brand utama atau layanan keuangan

Kelemahan registrar lock ada di baris keempat. Bila penyerang berhasil masuk ke akun registrarmu, mereka bisa membuka kunci lalu meminta transfer. Karena itu registrar lock harus berpasangan dengan akun registrar yang aman: password unik, 2FA, dan email pemulihan yang tidak bisa dibajak. Registry lock menambah langkah manual di luar panel, sehingga lebih sulit dibobol hanya dengan mencuri password. Ketersediaannya berbeda untuk tiap ekstensi dan registrar, jadi tanyakan langsung bila domainmu sangat kritis.

Bagaimana cara mengecek status kunci domain?

Cara paling mudah adalah memakai layanan pencarian resmi ICANN di lookup.icann.org, yang memakai protokol RDAP. Masukkan nama domain, lalu lihat bagian status. Bila muncul client transfer prohibited, kunci transfer sudah aktif.

Dari terminal Linux atau Mac, kamu juga bisa memakai perintah berikut:

whois namadomainmu.com | grep -i status

Hasilnya menampilkan satu baris untuk setiap kode status. Format keluaran WHOIS berbeda antar registry, dan sebagian ekstensi negara menampilkan informasi lebih sedikit, jadi bila hasilnya tidak jelas, cek juga di panel registrar. Penjelasan lebih lengkap soal WHOIS ada di artikel apa itu WHOIS.

Status ok berarti tidak ada larangan apa pun yang aktif. Untuk domain bisnis, status ini artinya kunci belum dipasang.

Biasakan mengecek status ini setidaknya beberapa kali setahun, misalnya bersamaan dengan jadwal perpanjangan domain. Pengecekan rutin juga membantu menangkap perubahan yang tidak kamu lakukan sendiri, seperti kunci yang tiba-tiba hilang.

Kapan kunci harus dibuka?

Satu-satunya waktu wajar membuka kunci transfer adalah saat kamu sendiri ingin memindahkan domain ke registrar lain. Urutannya: buka kunci di registrar lama, minta auth code (kode otorisasi), lalu mulai transfer di registrar baru. Setelah transfer selesai, segera aktifkan lagi kuncinya di registrar baru. Panduan langkahnya ada di cara transfer domain, dan cara memperoleh kode otorisasinya di artikel tentang auth code domain.

Perubahan nameserver atau record DNS biasanya tidak mengharuskan kunci transfer dibuka. Namun bila registrar juga memasang clientUpdateProhibited, perubahan nameserver mungkin perlu membuka kunci tersebut sebentar. Ikuti petunjuk panel registrarmu.

Kesalahan yang sering terjadi pada domain bisnis

Kesalahan pertama adalah menganggap kunci sudah aktif hanya karena domain dibeli di registrar besar. Sebagian registrar memang mengaktifkan kunci transfer secara bawaan, tapi tidak semuanya, dan tidak untuk semua ekstensi. Cara memastikannya tetap satu: cek statusnya sendiri.

Kesalahan kedua adalah lupa mengunci kembali setelah transfer atau setelah membantu vendor memindahkan website. Kunci yang dibuka "sebentar" sering tertinggal terbuka berbulan-bulan.

Kesalahan ketiga adalah membagikan akun registrar ke banyak orang dengan satu password yang sama. Bila salah satu dari mereka terkena phishing atau malware pencuri password, kunci bisa dibuka dari akun yang sah tanpa ada yang menyadari. Lebih aman bila registrar mendukung akun terpisah atau hak akses berbeda untuk tiap orang.

Kesalahan keempat adalah mengabaikan email notifikasi dari registrar. Saat seseorang mencoba membuka kunci atau mengajukan transfer, registrar umumnya mengirim pemberitahuan ke email pemilik. Bila email itu jarang dibuka, atau masuk ke kotak masuk mantan karyawan, peringatan dini tersebut terbuang percuma. Pastikan email kontak domain dibaca rutin oleh orang yang tepat.

Pengaman lain yang melengkapi registrar lock

Registrar lock hanya satu lapisan. Lapisan lain yang sama pentingnya: memastikan domain terdaftar atas nama bisnis sendiri dan bukan atas nama vendor atau mantan karyawan, mengaktifkan perpanjangan otomatis supaya domain tidak kedaluwarsa, memakai email kontak di domain lain atau yang aman dengan 2FA, serta membatasi siapa saja yang punya akses ke akun registrar. Ancaman yang dicegah oleh semua lapisan ini, yaitu pencurian domain, dibahas di artikel domain hijacking.

Ringkasnya, registrar lock adalah kunci gratis yang mencegah domain dipindah atau dihapus tanpa izin pemiliknya. Pastikan statusnya aktif, cek sendiri lewat RDAP atau WHOIS, dan lindungi akun registrar dengan 2FA, karena kunci hanya sekuat akun yang memegangnya.

Sumber & referensi

Baca juga