Auth Code Domain, Apa Itu dan Cara Mendapatkannya
Auth code atau EPP code adalah kunci untuk transfer domain. Pelajari cara mendapatkannya, aturan ICANN soal kewajiban registrar, dan cara menjaganya.
Jawaban singkat
Auth code (EPP code) adalah kode unik per domain yang membuktikan kamu berhak memindahkan domain ke registrar lain. Biasanya bisa diambil sendiri di panel registrar. Untuk gTLD, ICANN mewajibkan registrar memberikannya paling lambat 5 hari kalender bila tidak ada fitur mandiri.
Daftar isi
Auth code domain adalah kode rahasia unik yang dipakai untuk membuktikan bahwa kamu pemilik sah sebuah domain saat ingin memindahkannya ke registrar lain. Namanya berbeda-beda: auth code, EPP code, AuthInfo, atau transfer code. Fungsinya sama.
Kenapa ini penting? Tanpa auth code, transfer domain tidak bisa dimulai. Sebaliknya, siapa pun yang memegang kode ini (ditambah akses ke email pemilik) punya jalan untuk memindahkan domainmu. Jadi kamu perlu tahu cara memintanya sekaligus cara menjaganya.
Bagaimana auth code bekerja saat transfer?
Saat kamu memesan transfer di registrar baru, registrar itu meneruskan permintaan ke registry (pengelola TLD, misalnya Verisign untuk .com atau PANDI untuk .id) bersama auth code yang kamu masukkan. Registry mencocokkan kode itu dengan kode yang tersimpan untuk domainmu. Bila cocok dan domain tidak dikunci, proses transfer berjalan.
Kode ini disimpan di registry dan diatur oleh registrar lama. Karena itu, hanya registrar tempat domain terdaftar sekarang yang bisa memberikan atau membuat ulang auth code.
Cara mendapatkan auth code domain
- Masuk ke panel registrar atau panel penyedia tempat domain didaftarkan.
- Pilih domain, lalu cari menu seperti Auth Code, EPP Code, Get EPP Code, atau Transfer Out.
- Bila kode ditampilkan langsung, salin dan simpan di tempat aman. Bila dikirim lewat email, pastikan alamat email kontak pemilik masih aktif.
- Matikan registrar lock (status
clientTransferProhibited) supaya transfer tidak ditolak. - Berikan kode ke registrar baru saat memesan transfer, lalu setujui email konfirmasi bila ada.
Kalau tidak menemukan menunya, hubungi dukungan registrar dan minta auth code untuk domain tersebut. Biasanya mereka akan memverifikasi identitasmu lebih dulu. Ajukan permintaan secara tertulis, misalnya lewat tiket atau email, supaya ada catatan tanggal permintaan bila kodenya tidak kunjung dikirim.
Setelah auth code dimasukkan, lalu apa?
Setelah kode diterima registry, domain masuk status pendingTransfer. Untuk domain gTLD, registrar lama biasanya mengirim email pemberitahuan ke pemilik, kadang dengan tautan untuk menyetujui atau menolak. Bila tidak ada tindakan, transfer umumnya disetujui otomatis setelah masa tunggu beberapa hari. Menyetujui lewat tautan itu biasanya mempercepat prosesnya.
Selama status masih menunggu, jangan mengubah nameserver atau data kontak, supaya tidak memicu penolakan. Untuk sebagian besar gTLD, transfer juga menambah masa aktif satu tahun, karena biaya transfer sekaligus menjadi perpanjangan. Setelah selesai, cek di registrar baru bahwa nameserver dan record DNS masih sama seperti sebelumnya. Persiapan lengkap agar situs tidak terputus selama proses ini dibahas di cara transfer domain.
Apa kewajiban registrar soal auth code?
Untuk domain gTLD seperti .com, .net, atau .org, aturannya ada di Transfer Policy ICANN. Beberapa poin penting dari versi yang berlaku (dicek per 6 November 2026):
- Registrar wajib memberikan auth code kepada pemilik domain. Bila registrar tidak menyediakan fitur ambil sendiri, kode harus diberikan paling lambat 5 hari kalender setelah diminta.
- Auth code harus unik untuk setiap domain.
- Registrar tidak boleh menahan kode hanya karena sengketa pembayaran.
- Proses meminta kode tidak boleh lebih rumit daripada proses mengubah kontak atau nameserver domain.
Pada 7 Juni 2026, Dewan ICANN mengesahkan rekomendasi revisi Transfer Policy hasil tinjauan GNSO. Dalam rekomendasi tersebut, istilah yang dipakai adalah Transfer Authorization Code (TAC), dengan masa berlaku terbatas, tidak seperti kode lama yang bisa berlaku tanpa batas. Namun per tanggal artikel ini dicek, belum ada tanggal resmi kapan aturan baru wajib diterapkan, jadi ikuti prosedur yang berlaku di registrarmu.
Untuk domain .id dan ccTLD lain, aturannya ditentukan registry masing-masing, bukan ICANN. Prinsipnya mirip, tetapi persyaratan tambahan seperti verifikasi dokumen bisa berlaku. Tanyakan ke registrar bila ragu.
Kenapa auth code tidak bisa didapat?
| Masalah | Kemungkinan penyebab | Yang bisa dilakukan |
|---|---|---|
| Menu auth code tidak ada | Registrar hanya melayani lewat dukungan | Ajukan permintaan tertulis ke dukungan |
| Email kode tidak sampai | Email kontak pemilik sudah tidak aktif | Perbarui data kontak, lalu minta ulang |
| Kode ditolak registrar baru | Salah salin, ada spasi, atau kode sudah dibuat ulang | Salin ulang dengan teliti, minta kode baru |
| Transfer tetap ditolak | Registrar lock masih aktif atau domain baru berumur kurang dari 60 hari | Matikan lock, tunggu masa tunggu selesai |
| Domain dikelola vendor | Akun domain atas nama pihak lain | Minta vendor menyerahkan akses atau kode |
Kasus terakhir cukup sering terjadi pada domain yang dulu didaftarkan oleh pembuat website. Langkah mengambil alih domain seperti itu ada di domain atas nama vendor web. Soal masa tunggu, alasannya dijelaskan di kenapa domain baru tidak bisa ditransfer 60 hari.
Cara menjaga auth code tetap aman
Perlakukan auth code seperti kata sandi. Jangan mengirimnya lewat grup chat atau menyimpannya di dokumen yang dibagikan ke banyak orang. Berikan hanya kepada registrar tujuan, dan hanya saat kamu memang akan transfer.
Biarkan registrar lock tetap aktif selama tidak ada rencana transfer. Lock adalah lapisan kedua: walau kode bocor, transfer tetap ditolak selama domain terkunci. Penjelasan lengkapnya ada di apa itu registrar lock.
Setelah transfer selesai atau dibatalkan, minta kode baru bila registrar menyediakannya, sehingga kode lama tidak bisa dipakai lagi. Amankan juga akun registrar dengan autentikasi dua langkah, karena siapa pun yang masuk ke akun itu bisa melihat kode dan membuka kunci.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah auth code sama dengan kata sandi akun registrar?
Tidak. Kata sandi dipakai untuk masuk ke panel registrar, sedangkan auth code melekat pada domain dan hanya dipakai saat transfer ke registrar lain.
Apakah setiap domain punya auth code berbeda?
Ya. Untuk gTLD, aturan ICANN mewajibkan kode yang unik per domain. Bila kamu memindahkan beberapa domain, siapkan kode masing-masing.
Bolehkah registrar meminta saya melunasi tagihan dulu sebelum memberi auth code?
Untuk domain gTLD, Transfer Policy ICANN melarang registrar menolak memberikan kode hanya karena sengketa pembayaran. Untuk ccTLD seperti .id, cek ketentuan registry dan registrar terkait.


