Lewati ke isi

Bisnis Digital

Model Harga SaaS: Per User, Per Fitur, atau Usage

Perbandingan model harga SaaS (flat, per pengguna, tingkatan fitur, usage-based, freemium) untuk pasar Indonesia, diskon tahunan, dan uji harga.

Terbit 5 menit baca

Jawaban singkat

Tidak ada model harga SaaS yang selalu benar. Flat paling mudah dipahami, per pengguna tumbuh seiring tim pelanggan, tingkatan fitur memisahkan segmen, usage-based adil untuk pemakaian bervariasi, dan freemium butuh biaya layanan gratis rendah. Ikuti nilai yang dirasakan pelanggan.

Daftar isi
  1. Lima model yang paling umum
  2. Perbandingan ringkas
  3. Bagaimana dengan karakter pasar Indonesia?
  4. Diskon tahunan dan uji perubahan harga
  5. Kesalahan yang sering muncul saat menetapkan harga
  6. Memilih untuk produk tahap awal

Aplikasi kasirmu sudah dipakai belasan toko. Salah satu pelanggan punya satu cabang dengan dua kasir, pelanggan lain punya enam cabang dengan dua puluh kasir. Keduanya membayar harga yang sama setiap bulan. Pelanggan kecil merasa harganya agak mahal, pelanggan besar diam-diam merasa mendapat harga sangat murah. Di titik inilah model harga mulai terasa penting.

Model harga SaaS menentukan apa yang dibayar pelanggan: akses, jumlah orang, fitur, atau seberapa banyak mereka memakai. Pilihan ini memengaruhi siapa yang tertarik mendaftar, seberapa besar pendapatan bisa tumbuh dari pelanggan yang sama, dan seberapa mudah kamu menjelaskan tagihan. Tidak ada model yang selalu paling tepat, tapi ada model yang lebih cocok dengan cara pelangganmu merasakan manfaat produk.

Lima model yang paling umum

Harga flat berarti satu harga untuk semua. Paling mudah dijelaskan dan cocok untuk produk dengan satu jenis pengguna dan pemakaian yang mirip. Kekurangannya terlihat di contoh pembuka: pelanggan besar dan kecil membayar sama, sehingga pendapatan tidak ikut tumbuh saat pelanggan berkembang.

Per pengguna (per seat) menagih berdasarkan jumlah akun. Model ini banyak dipakai untuk alat kolaborasi karena makin banyak orang yang memakai, makin besar manfaatnya bagi tim. Risikonya, pelanggan tergoda berbagi satu akun untuk beberapa orang agar hemat.

Tingkatan fitur (tiered) menyediakan beberapa paket, misalnya Dasar, Bisnis, dan Pro, dengan fitur yang bertambah di tiap tingkat. Model ini membantu memisahkan segmen pelanggan, dari usaha kecil sampai perusahaan yang butuh fitur lanjutan seperti hak akses berlapis atau laporan khusus.

Berbasis pemakaian (usage-based) menagih sesuai konsumsi: jumlah transaksi, pesan terkirim, data yang diproses, atau panggilan API. Adil bagi pelanggan dengan pemakaian naik turun, tapi tagihan sulit diprediksi, dan sebagian pelanggan tidak nyaman dengan ketidakpastian itu.

Freemium memberi versi gratis permanen dengan batas tertentu, lalu menawarkan paket berbayar. Bisa mendatangkan banyak pengguna, tapi hanya sehat bila biaya melayani pengguna gratis rendah dan ada alasan kuat untuk naik ke paket berbayar.

Banyak produk memakai gabungan. Contoh yang umum adalah paket bertingkat dengan harga dasar per bulan, sudah termasuk sejumlah pengguna, lalu biaya tambahan per pengguna atau per pemakaian di atas batas itu.

Perbandingan ringkas

ModelMudah dipahamiPendapatan ikut tumbuhPrediksi tagihan bagi pelangganCocok untuk
FlatSangat mudahTidakSangat mudahProduk sederhana, satu segmen
Per penggunaMudahYa, mengikuti ukuran timMudahAlat kerja tim dan kolaborasi
Tingkatan fiturSedangYa, lewat naik paketMudahPelanggan dengan kebutuhan beragam
Berbasis pemakaianSedang sampai sulitYa, mengikuti konsumsiSulitAPI, pengiriman pesan, pemrosesan data
FreemiumMudahTergantung konversi ke berbayarMudahProduk dengan biaya layanan gratis rendah

Bagaimana dengan karakter pasar Indonesia?

Beberapa hal praktis patut dipertimbangkan saat menjual ke usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Pertama, banyak pemilik usaha lebih nyaman dengan harga yang pasti setiap bulan. Model berbasis pemakaian murni bisa terasa menakutkan. Kalau produkmu memang berbasis pemakaian, pertimbangkan paket kuota tetap, misalnya sekian ribu transaksi per bulan, dengan harga tambahan yang jelas bila kuota terlewati.

Kedua, cara bayar memengaruhi model. Kartu kredit tidak dimiliki semua pelanggan, sehingga penagihan otomatis bulanan tidak selalu mulus. Transfer, virtual account, dan e-wallet sering jadi pilihan utama. Pilihan teknisnya dibahas di tagihan berulang otomatis.

Ketiga, sebutkan harga dengan jelas, termasuk apakah sudah termasuk pajak. Pelanggan bisnis sering membutuhkan faktur dan rincian yang rapi untuk pembukuan mereka.

Diskon tahunan dan uji perubahan harga

Diskon untuk pembayaran tahunan adalah cara umum mendapatkan uang di muka, dan pelanggan yang sudah membayar setahun punya lebih sedikit titik untuk berhenti. Besarnya diskon adalah keputusanmu, jadi hitung dampaknya ke margin. Yang penting juga, hitung ulang arus kasmu: uang tahunan yang masuk di depan adalah kewajiban layanan selama dua belas bulan, bukan pendapatan bebas.

Menguji perubahan harga tidak harus rumit. Beberapa cara yang lebih aman:

  • Uji pada pelanggan baru saja. Pelanggan lama tetap di harga lama, setidaknya untuk periode tertentu, sehingga kepercayaan terjaga.
  • Ubah satu variabel dalam satu waktu. Kalau harga dan isi paket berubah bersamaan, kamu tidak tahu mana yang memengaruhi hasil.
  • Lihat lebih dari tingkat pendaftaran. Perhatikan juga churn dan naik paket beberapa bulan setelahnya. Cara menghitungnya ada di MRR, churn, dan LTV.
  • Tanyakan langsung. Wawancara singkat dengan calon pelanggan yang batal membeli sering mengungkap apakah masalahnya harga, atau nilai yang tidak tersampaikan.

Saat menaikkan harga untuk pelanggan lama, beri tahu jauh hari, jelaskan alasannya, dan tawarkan kesempatan mengunci harga lama dengan beralih ke tagihan tahunan.

Kesalahan yang sering muncul saat menetapkan harga

Kesalahan pertama adalah menetapkan harga semata dari biaya server. Biaya infrastruktur penting sebagai batas bawah, tapi pelanggan membayar untuk masalah yang terselesaikan, bukan untuk jumlah CPU yang kamu sewa. Hitung juga biaya dukungan pelanggan, waktu onboarding, dan biaya payment gateway per transaksi.

Kesalahan kedua adalah terlalu banyak paket. Lima atau enam pilihan dengan perbedaan tipis membuat calon pelanggan sulit memutuskan, dan sebagian akhirnya menunda pembelian. Dua sampai tiga paket dengan perbedaan yang jelas biasanya lebih mudah dijual.

Kesalahan ketiga adalah menyembunyikan batas. Kalau paket punya batas pemakaian, tulis di halaman harga, termasuk apa yang terjadi saat batas terlewati. Tagihan tambahan yang tidak terduga adalah sumber keluhan dan pembatalan yang sebenarnya bisa dihindari.

Memilih untuk produk tahap awal

Untuk produk yang baru mendapat pelanggan pertama, mulai dari struktur sederhana: dua atau tiga paket dengan perbedaan yang mudah dijelaskan dalam satu kalimat. Ikat salah satu batas paket pada hal yang benar-benar mencerminkan nilai, misalnya jumlah cabang untuk aplikasi kasir atau jumlah pesan untuk alat notifikasi. Detail lain bisa disempurnakan setelah ada data. Konteks membangun produk tahap awal ada di membuat MVP SaaS dengan biaya minim.

Ringkasnya, pilih model yang membuat pelanggan membayar lebih ketika mereka mendapat manfaat lebih. Mulai sederhana, pastikan tagihan mudah diprediksi bagi pasar yang kamu layani, dan uji perubahan harga pada pelanggan baru sebelum diterapkan ke semua.

Baca juga