MRR, Churn, dan LTV, Metrik Wajib Bisnis Langganan
Cara menghitung MRR, ARR, churn, LTV, CAC, dan payback period dengan contoh rupiah, langsung dari data tagihan bisnis langgananmu.
Jawaban singkat
MRR adalah pendapatan langganan bulanan yang berulang, churn adalah persentase pelanggan atau pendapatan yang hilang per bulan, dan LTV adalah perkiraan total margin dari satu pelanggan. Bandingkan LTV dengan CAC dan payback period untuk menilai apakah biaya akuisisimu masuk akal.
Daftar isi
Kamu tahu berapa uang yang masuk bulan ini, tapi apakah kamu tahu berapa yang akan masuk bulan depan kalau tidak ada pelanggan baru sama sekali? Untuk bisnis langganan, pertanyaan itu jauh lebih penting, dan jawabannya ada di lima metrik: MRR, churn, LTV, CAC, dan payback period.
Kabar baiknya, semua metrik ini bisa dihitung dari data tagihan yang sudah kamu punya. Panduan ini berjalan per langkah, dengan contoh angka rupiah fiktif yang sengaja dibuat bulat agar mudah diikuti.
Langkah 1: siapkan data tagihan yang rapi
Sebelum menghitung, pastikan setiap baris data tagihan punya informasi berikut: ID pelanggan, paket, nominal per periode, periode tagihan (bulanan atau tahunan), tanggal mulai, tanggal berhenti bila ada, dan status pembayaran.
Dua hal yang sering membuat angka kacau:
- Tagihan tahunan harus dibagi 12 saat menghitung metrik bulanan. Pelanggan yang membayar Rp1.200.000 per tahun menyumbang Rp100.000 ke MRR, bukan Rp1.200.000 di bulan pembayaran.
- Biaya sekali bayar seperti biaya setup atau jasa implementasi tidak masuk MRR, karena tidak berulang.
Langkah 2: hitung MRR dan ARR
MRR (monthly recurring revenue) adalah total pendapatan langganan berulang dalam satu bulan, setelah tagihan tahunan dibagi rata per bulan dan dikurangi diskon yang masih berlaku.
Contoh: kamu punya 80 pelanggan paket Rp150.000 per bulan dan 20 pelanggan paket Rp400.000 per bulan.
MRR = (80 × Rp150.000) + (20 × Rp400.000) = Rp12.000.000 + Rp8.000.000 = Rp20.000.000
ARR (annual recurring revenue) adalah MRR dikali 12, yaitu Rp240.000.000 pada contoh ini. ARR lebih sering dipakai bila sebagian besar pelanggan berlangganan tahunan.
Pecah perubahan MRR tiap bulan menjadi empat komponen agar tahu sumber pertumbuhannya:
- MRR baru dari pelanggan baru.
- Ekspansi dari pelanggan yang naik paket atau menambah pengguna.
- Kontraksi dari pelanggan yang turun paket.
- Churn MRR dari pelanggan yang berhenti.
Langkah 3: hitung churn pelanggan dan churn pendapatan
Churn pelanggan adalah persentase pelanggan di awal bulan yang berhenti selama bulan itu.
Contoh: awal bulan ada 100 pelanggan, 4 berhenti. Churn pelanggan = 4 ÷ 100 = 4% per bulan. Pelanggan baru yang datang di tengah bulan tidak dihitung di penyebut.
Churn pendapatan (revenue churn) melihat nilai uangnya. Bila 4 pelanggan yang berhenti tadi semuanya di paket Rp400.000, MRR yang hilang Rp1.600.000 dari Rp20.000.000, atau 8%. Angka ini bisa jauh berbeda dari churn pelanggan, dan sering lebih jujur menggambarkan dampaknya.
Ada juga net revenue retention: MRR dari kelompok pelanggan lama setelah ekspansi, kontraksi, dan churn, dibandingkan MRR mereka di awal periode. Bila hasilnya di atas 100%, pelanggan lama tumbuh lebih cepat daripada yang hilang.
Langkah 4: hitung LTV
LTV (lifetime value) adalah perkiraan total margin kotor yang dihasilkan satu pelanggan selama ia berlangganan. Rumus sederhana yang banyak dipakai:
LTV = (rata-rata pendapatan per pelanggan per bulan × margin kotor) ÷ churn pelanggan bulanan
Contoh: rata-rata pendapatan per pelanggan Rp200.000 (dari MRR Rp20.000.000 dibagi 100 pelanggan), margin kotor 80% setelah biaya server dan dukungan, churn 4%.
LTV = (Rp200.000 × 0,8) ÷ 0,04 = Rp4.000.000
Rumus ini mengasumsikan churn konstan. Untuk bisnis yang masih muda dengan data sedikit, perlakukan LTV sebagai perkiraan kasar, bukan angka pasti.
Langkah 5: bandingkan dengan CAC dan payback period
CAC (customer acquisition cost) adalah total biaya pemasaran dan penjualan dalam satu periode dibagi jumlah pelanggan baru di periode itu. Masukkan biaya iklan, komisi, alat pemasaran, dan bagian gaji tim yang mengurus akuisisi.
Contoh: biaya akuisisi bulan ini Rp6.000.000, pelanggan baru 10. CAC = Rp600.000.
Payback period adalah berapa bulan yang dibutuhkan untuk menutup CAC dari margin pelanggan:
Payback = CAC ÷ (pendapatan per pelanggan per bulan × margin kotor) = Rp600.000 ÷ Rp160.000 = sekitar 3,75 bulan
Lalu lihat rasio LTV terhadap CAC: Rp4.000.000 ÷ Rp600.000 ≈ 6,7.
Langkah 6: baca angkanya dengan konteks
Tidak ada angka "sehat" yang berlaku untuk semua bisnis. Patokan yang sering dikutip di dunia SaaS, seperti rasio LTV:CAC sekitar 3 banding 1 atau payback di bawah satu tahun, hanya titik awal diskusi. Bisnis dengan pelanggan kecil dan banyak biasanya hidup dengan churn lebih tinggi dibanding bisnis yang melayani perusahaan dengan kontrak tahunan.
Yang lebih berguna adalah tren milikmu sendiri. Apakah churn turun dari bulan ke bulan? Apakah CAC naik saat kamu menambah anggaran iklan? Bandingkan juga per kelompok (cohort) pelanggan berdasarkan bulan mendaftar, karena pelanggan dari kampanye diskon besar sering berperilaku berbeda.
Kalau churn tinggi di bulan pertama, penyebabnya sering ada di onboarding, bukan semata di harga. Bahas lebih lanjut di onboarding pelanggan SaaS. Kalau banyak pelanggan "berhenti" karena kartu ditolak atau lupa bayar, itu churn tak disengaja yang bisa ditekan lewat tagihan berulang otomatis. Struktur paket juga memengaruhi ekspansi MRR, seperti dibahas di model harga SaaS.
Ringkasan rumus
| Metrik | Rumus | Contoh di artikel |
|---|---|---|
| MRR | Jumlah tagihan berulang per bulan (tahunan dibagi 12) | Rp20.000.000 |
| ARR | MRR × 12 | Rp240.000.000 |
| Churn pelanggan | Pelanggan berhenti ÷ pelanggan awal bulan | 4% |
| Churn pendapatan | MRR hilang ÷ MRR awal bulan | 8% |
| LTV | (ARPU × margin kotor) ÷ churn bulanan | Rp4.000.000 |
| CAC | Biaya akuisisi ÷ pelanggan baru | Rp600.000 |
| Payback | CAC ÷ (ARPU × margin kotor) | Sekitar 3,75 bulan |
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah pelanggan dengan masa uji coba gratis masuk MRR?
Tidak. Hitung mereka sebagai MRR hanya setelah tagihan pertama berhasil dibayar.
Bagaimana menghitung pelanggan yang menunggak?
Tentukan aturan dan pakai konsisten. Banyak bisnis tetap menghitungnya selama masa tenggang, lalu mencatatnya sebagai churn bila tagihan tetap gagal setelah masa tenggang habis.
Seberapa sering metrik ini perlu dicek?
MRR dan churn cocok dicek bulanan. LTV dan CAC lebih stabil bila dihitung per kuartal, karena data satu bulan untuk bisnis kecil mudah terpengaruh satu dua kejadian.
Perlu software khusus untuk menghitungnya?
Untuk awal, spreadsheet cukup. Saat data membesar, dashboard yang terhubung langsung ke database tagihan menghemat waktu, misalnya seperti dibahas di dashboard bisnis dengan Metabase.
Checklist metrik bulanan:
- Data tagihan sudah bersih dari biaya sekali bayar.
- Tagihan tahunan sudah dibagi 12.
- MRR dipecah menjadi baru, ekspansi, kontraksi, dan churn.
- Churn dihitung dua kali: pelanggan dan pendapatan.
- CAC memasukkan semua biaya akuisisi, bukan hanya iklan.
- Tren dibandingkan per cohort, bukan hanya total.


