Memantau Website dan Server dengan Uptime Kuma & Grafana
Cara memantau website dan server dengan Uptime Kuma untuk cek uptime dan notifikasi, serta Grafana untuk dashboard metrik. Lengkap dengan langkah awalnya.
Jawaban singkat
Uptime Kuma memeriksa apakah website dan layanan bisa diakses, lalu mengirim notifikasi saat ada yang mati. Grafana menampilkan metrik seperti CPU, RAM, dan trafik dalam dashboard. Keduanya open-source dan saling melengkapi.
Daftar isi
- Langkah 1: Siapkan Uptime Kuma di tempat yang tepat
- Langkah 2: Tambahkan monitor untuk hal yang paling berdampak
- Langkah 3: Atur notifikasi supaya tetap dibaca
- Langkah 4: Tambahkan Grafana untuk melihat tren server
- Langkah 5: Pakai keduanya sesuai perannya
- Ringkasan perbedaan Uptime Kuma dan Grafana
- Pertanyaan yang sering diajukan
- Checklist monitoring
Kalau website kamu mati jam dua pagi, siapa yang pertama tahu: kamu, atau pelanggan yang mengeluh besok paginya? Monitoring memastikan jawabannya kamu. Sistem memeriksa layananmu terus-menerus dan memberi tahu begitu ada masalah.
Dua alat open-source yang populer untuk ini adalah Uptime Kuma dan Grafana. Uptime Kuma menjawab "apakah layanan saya hidup?", Grafana menjawab "bagaimana kondisi server saya dari waktu ke waktu?". Panduan ini menyusun keduanya menjadi langkah yang bisa langsung kamu ikuti.
Langkah 1: Siapkan Uptime Kuma di tempat yang tepat
Uptime Kuma adalah alat monitoring open-source yang dipasang di server sendiri (self-hosted)1. Kamu menambahkan daftar alamat yang ingin dipantau, lalu Uptime Kuma memeriksanya secara berkala dan mencatat hasilnya.
Lokasinya penting. Jalankan Uptime Kuma di server yang berbeda dari server yang dipantau. Kalau keduanya di mesin yang sama dan mesin itu mati, alat monitoring ikut mati dan tidak ada notifikasi yang terkirim.
Keduanya bisa dipasang sendiri di VPS memakai Docker. Cara ini memberi kendali penuh, tapi kamu perlu mengurus instalasi, SSL, update, dan keamanan server. Kalau belum akrab dengan container, mulai dari apa itu Docker.
Pilihan yang lebih ringkas adalah Nivelva Apps. Uptime Kuma dan Grafana bisa di-deploy sekali klik, dengan alamat namamu.nivelva.app, SSL otomatis, dan panel untuk restart, melihat log, serta update. Keduanya tersedia mulai paket Basic Rp15.000 per bulan. Backup harian tidak termasuk otomatis dan tersedia sebagai add-on berbayar.
Harga terbaru dan paket lainnya ada di halaman Nivelva Apps. Penjelasan lengkap tentang layanannya ada di panduan Nivelva Apps.
Langkah 2: Tambahkan monitor untuk hal yang paling berdampak
Jangan langsung memantau semuanya. Mulai dari yang terasa oleh pelanggan, lalu pilih jenis pemeriksaan yang cocok:
- Halaman utama dan checkout dengan pemeriksaan kata kunci: memastikan halaman memuat teks tertentu, berguna untuk mendeteksi halaman error yang tetap memberi status 200.
- Masa berlaku SSL lewat monitor HTTP dan HTTPS, yang memastikan website merespons dengan kode status yang benar dan bisa memberi tahu saat sertifikat mendekati kedaluwarsa.
- API atau layanan penting, misalnya endpoint pembayaran atau login.
- Database atau server email dengan pemeriksaan port TCP.
- Jangkauan server dengan ping, dan arah record domain dengan pemeriksaan DNS.
- Tugas terjadwal seperti backup dengan monitor push: layanan atau cron job yang "melapor" ke Uptime Kuma.
Uptime Kuma juga bisa membuat status page, halaman publik yang menunjukkan kondisi layananmu ke pelanggan.
Langkah 3: Atur notifikasi supaya tetap dibaca
Notifikasi bisa dikirim lewat banyak saluran, seperti Telegram, email (SMTP), Discord, Slack, dan webhook. Masalahnya, notifikasi yang terlalu sering membuat orang berhenti membacanya.
- Atur jumlah percobaan ulang sebelum layanan dianggap mati, supaya gangguan sesaat tidak memicu alarm.
- Kirim notifikasi penting ke saluran yang benar-benar dibaca, misalnya grup Telegram tim teknis.
- Pisahkan peringatan dini (disk 80%) dari kondisi darurat (website tidak bisa diakses).
- Jadwalkan jendela pemeliharaan saat sedang update, agar tidak muncul alarm palsu.
Langkah 4: Tambahkan Grafana untuk melihat tren server
Grafana adalah platform visualisasi untuk membuat dashboard dari data metrik, log, dan database2. Grafana sendiri tidak mengumpulkan data. Ia membaca dari sumber data (data source) seperti Prometheus, Loki, PostgreSQL, atau MySQL, lalu menampilkannya sebagai grafik.
Susunan yang umum untuk server Linux:
- Pasang node_exporter di server yang ingin dipantau. Program kecil ini menyediakan metrik CPU, RAM, disk, dan jaringan.
- Jalankan Prometheus untuk mengambil dan menyimpan metrik itu secara berkala.
- Hubungkan Prometheus sebagai data source di Grafana.
- Buat dashboard sendiri atau impor dashboard yang sudah dibagikan komunitas.
- Atur aturan peringatan (alert), misalnya saat disk terisi di atas 85%.
Grafana juga bisa membaca langsung dari database aplikasimu, misalnya untuk menampilkan jumlah pesanan per jam dari tabel PostgreSQL atau MySQL.
Langkah 5: Pakai keduanya sesuai perannya
Uptime Kuma memberi tahu bahwa ada yang mati. Grafana membantu mencari tahu kenapa, misalnya RAM habis atau disk penuh sebelum website berhenti merespons.
Monitoring melengkapi, bukan menggantikan, langkah keamanan dasar server. Kalau kamu baru menyewa server, baca juga langkah awal mengamankan VPS baru.
Ringkasan perbedaan Uptime Kuma dan Grafana
| Uptime Kuma | Grafana | |
|---|---|---|
| Pertanyaan yang dijawab | Apakah layanan hidup dan bisa diakses? | Bagaimana kondisi dan tren sistem? |
| Cara kerja | Memeriksa dari luar secara berkala | Menampilkan data dari sumber data |
| Perlu agen di server | Tidak, untuk cek HTTP, ping, dan port | Ya, butuh pengumpul metrik seperti Prometheus |
| Hasil utama | Status naik/turun, waktu respons, notifikasi | Dashboard grafik dan alert berbasis metrik |
| Status page publik | Ada | Bukan fungsi utamanya |
| Cocok untuk | Pemilik website dan tim kecil | Tim yang mengelola beberapa server |
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah Uptime Kuma gratis?
Uptime Kuma adalah perangkat lunak open-source, jadi bebas dipakai. Biaya yang muncul adalah biaya server untuk menjalankannya.
Apakah Uptime Kuma bisa memantau masa berlaku SSL?
Bisa. Untuk monitor HTTPS, Uptime Kuma bisa memberi notifikasi saat sertifikat mendekati tanggal kedaluwarsa.
Apakah Grafana bisa dipakai tanpa Prometheus?
Bisa. Grafana mendukung banyak sumber data, termasuk PostgreSQL dan MySQL. Prometheus umum dipakai khusus untuk metrik server.
Sebaiknya pakai Uptime Kuma atau Grafana dulu?
Untuk pemilik website, mulai dari Uptime Kuma karena cepat diatur dan langsung memberi notifikasi saat layanan mati. Tambahkan Grafana saat kamu perlu melihat tren kinerja server.
Apakah data monitoring di Nivelva Apps ikut dibackup?
Backup harian adalah add-on berbayar yang bisa diaktifkan dari panel. Tanpa add-on itu, backup tidak berjalan otomatis.
Checklist monitoring
- Uptime Kuma berjalan di server terpisah dari yang dipantau.
- Halaman utama dan checkout dipantau dengan kata kunci.
- Masa berlaku SSL dipantau.
- Backup terjadwal melapor lewat monitor push.
- Notifikasi masuk ke saluran yang dibaca tim, dengan percobaan ulang.
- Disk dan RAM server tampil di Grafana, dengan alert.


